
'seandainya anda mau menjadi teman.'
'kadang ada beberapa hal yang tidak tuhan kehendaki di dunia ini, saya mencintai Qin Wujing dan tidak bisa berbagi. Long Hang, anda adalah pria malang.'
...__________________________...
Di Istana tempat tinggal Kaisar, Huanghou sedang berlutut dengan wajah pucat menahan takut.
"Apa anda sudah gila!?, mengapa anda membunuh Ji Guifei!?."
Huanghou tidak berani menjawab,mulut nya terasa kaku. Tubuhnya bergetar karena takut.
Kaisar yang melihat Huanghou tetap membisu merasa marah dan kembali membentak,"Yin Tian!, jawab aku!."
Huanghou segera mengangkat tatapan nya ke arah Kaisar dengan hati-hati. Bibir nya terbuka untuk berbicara gemetar,"Yang mulia, kala itu saya masih berpikiran sempit dan berhati gelap. Permaisuri ini hanya cemburu melihat anda sangat peduli dengan Ji Guifei, saat itu anda hanya terfokus kepada Ji Guifei dan tidak pernah mengunjungi Kediaman saya selama satu bulan!. Yang mulia, permaisuri ini melakukan ini semua karena mencintai anda!."
Kaisar menarik nafas dalam untuk menekan amarahnya,"Yin Tian, sekarang apa yang anda lakukan sudah terbongkar, nama baik anda akan tercemar. Yin Tian, bagaimana bisa anda selicik itu?. Entah bagaimana pandangan orang-orang tentang anda besok. Seorang Huanghou Kekaisaran Timur yang seharusnya menjadi contoh teladan seluruh wanita muda ternyata adalah orang yang jahat dan tidak berperasaan!."
Huanghou menangis saat mendengar ini, dia segera menempelkan dahi nya ke lantai,"Kaisar, tolong ampuni aku!, Permaisuri ini meminta belas kasihan mu!."
Kaisar menatap dingin ke arah Huanghou,"apa saat anda membunuh Ji Guifei anda memiliki belas kasihan?."
"Yin Tian, Zhen sudah tidak bisa menolong anda lagi. Kejahatan anda terbongkar di depan umum. Walaupun Qin Fuyi berbicara tanpa bukti, namun dia berperan sebagai korban. Sebelumnya juga tidak ada kabar bahwa anda dan dia saling bermusuhan. Cerita kematian Ji Guifei juga banyak beredar dengan di sebabkan oleh penyakit lama dan banyak orang yang tidak mempercayai hal ini sebelumnya. ini menjadi alasan kuat bahwa apa yang dikatakan Qin Fuyi adalah kebenaran. Karena tidak mungkin orang yang tidak kenal saling menyapa." sambung Kaisar.
Huanghou diam sembari memperdalam Kowtow nya, kini matanya telah memerah karena menangis.
Kaisar memejamkan matanya sembari berkata,"seseorang!, kirim Yin Tian ke Istana dingin!. Gelar nya sebagai Huanghou Kekaisaran Timur, Zhen cabut!."
Huanghou segera mengadahkan kepalanya dan menggeleng,"tidak!, yang mulia!, anda harus berpikir ulang!, yang mulia!."
Kaisar membuat telinga nya tuli untuk tidak mendengar teriakan Yin Tian, mata nya juga terpejam agar tidak menatap mata Yin Tian.
Yin Tian hendak berjalan ke arah Kaisar dan memohon, namun pelayan wanita sudah masuk dan menarik tubuh nya keluar ruangan. Dirinya merasa hancur. Kehidupan mewah dan bahagianya akan hilang.
Sementara itu di Qin Wangfu, Xiao Chujiu sudah berjalan masuk menuju kamar nya. Qin Wujing juga selalu berada di samping nya.
"Anda masih merasa sedih?."
Xiao Chujiu mengangguk,"sedikit. Saya masih tidak percaya dan terkejut. Pria itu benar-benar bodoh."
Qin Wujing mengelus punggung Xiao Chujiu,"pria k*parat itu pasti sudah bahagia disana, Benwang tebak dia sedang menyeringai bahagia karena melihat anda menangisi kepergian nya."
Xiao Chujiu tersenyum,"seringaian pria itu menjijikan," ada jejak nada rindu di dalam kalimatnya.
Diam-diam Qin Wujing merasa cemburu melihat Xiao Chujiu terus menerus mengingat Long Hang. Hal ini membuat Qin Wujing kadang menarik nafas dingin, namun dia tidak bisa berkritik banyak karena Xiao Chujiu sendiri juga sedang sedih. Bocah berambut merah itu juga sudah berkorban dengan berani. Untuk saat ini Qin Wujing memberi pengecualian dan bonus kesabaran ekstra.
Xiao Chujiu menyenderkan kepalanya di bahu Qin Wujing, diri nya menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan santai, berusaha membuat hati nya merasa lebih ringan.
Qin Wujing meletakkan tangan kanan nya di bahu Xiao Chujiu,"beristirahat lah."
Xiao Chujiu mengangguk dan sedikit tersenyum,"ya," lalu dia mengangkat kepalanya dari bahu nyaman Qin Wujing.
Qin Wujing berdiri dan segera berjalan keluar menuju meja kerjanya. Saat sampai di sana, Bai Shu yang melihat kedatangan Qin Wujing segera berkata,"ulah Long Hang hari ini sangat mengejutkan."
Yang Li tersenyum,"yang terpenting adalah kemenangan kita karena berhasil membatalkan rencana pemberontakan!."
Bai Shu,"namun Long Hang sudah memberikan kelompok pembunuh nya kepada kita, saya takut Kerajaan Timur menjadi musuh empat negara besar karena di anggap bersekongkol oleh Long Hang."
__ADS_1
Qin Wujing terus melanjutkan jalan nya menuju meja kerja dan duduk dengan santai, setelah itu baru dia menjawab,"Kaisar akan mengirim surat penjelasan kepada kerajaan pusat untuk menghindari kesalah pahaman lima negara besar, tidak perlu memusingkan hal ini."
Yang Li,"namun Wangye, bagaimana nasib takhta sekarang?. Apa anda yang akan mengisinya?."
Qin Wujing menggeleng,"Qin Feiye akan di bebaskan kembali."
Bai Shu yang mendengar ini tersenyum,"saya dengar nona Liu memutuskan pertunangan nya dengan Putra Mahkota secara paksa di penjara, dia bahkan secara berani menghadap Kaisar untuk memutuskan pertunangan nya. Hal ini membuat Huanghou dan Huangtaihou naik pitam dengan keluarga Liu, jika nona Liu mendengar Putra Mahkota akan kembali bebas dan di nyatakan tidak bersalah, saya takut dia akan menangis darah karena menyesal," Bai Shu tertawa di akhir kalimat nya.
Yang Li menertawakan nasib Liu Pingle,"Ay, itu adalah karma untuk nya. Saya dengar dia merebut Putra Mahkota dari Qin Wangfei dulu, sekarang Qin Wangfei menjadi Istri senior dan dirinya gagal mengisi gelar Huanghou masa depan. Aish...jangan Huanghou, itu terlalu jauh. Bahkan gelar Putri Mahkota atau selir kecil Putra Mahkota yang resmi saja dia tidak mendapatkan nya."
Bai Shu,"ckck, apa anda sedang mengejek orang lain?, sangat tidak patut di contoh."
Yang Li tersenyum,"lalu yang tadi anda ucapakan apa?. Lagi pula ini memang karma untuk nya. Orang seperti dia tidak cocok untuk menjadi Istri sah seorang pria berdarah biru yang memiliki kekuasaan besar, atau dia akan menginjak-injak orang yang lemah."
Qin Wujing hanya diam mendengar pembicaraan Yang Li dan Bai Shu yang sedang menertawakan nasib Liu Pingle, Qin Wujing sama sekali tidak tertarik untuk membahas wanita itu. Hanya buang-buang waktu dan tenaga nya.
Bai Shu berhenti berbicara dengan Yang Li dan segera menatap Qin Wujing untuk bertanya,"Wangye, lalu bagaimana Long Hang?."
Qin Wujing memejamkan matanya dan menjawab,"dia akan di kubur dengan layak, gali kuburan nya di halaman belakang kuil Pu Guo An. Jika ada yang menolak maka katakan ini perintah Benwang, jika mereka masih menolak, maka bunuh."
Bai Shu yang mendengar ini mengangguk ringan,"baik."
Setelah hari ini, Xiao Chujiu berusaha menjalani hari-hari nya seperti biasa. Walaupun dia diam-diam merasa ada sesuatu yang kurang, namun dia berusaha untuk mengesampingkan perasaan itu.
Hari ini adalah hari ulang tahun Xiao Laotaijun. Xiao Chujiu hendak menaiki kereta dengan Hanfu merah nya yang elegan, kepalanya sedikit dihiasi beberapa jepit rambut Phoenix.
Qin Wujing tadinya berniat untuk menemani Xiao Chujiu pergi mengunjungi Xiao Fu, namun karena panggilan Kaisar yang secara tiba-tiba dan memintanya untuk segera menghadap, Qin Wujing memilih untuk mengurungkan niatnya. Sebagai ganti nya, Qin Wujing memerintahkan Bai Shu untuk mengawal dan menjaga Xiao Chujiu agar tidak terjadi sesuatu yang berbahaya di perjalanan.
Saat sampai di Xiao Fu dan berjalan masuk, suara penuh keraguan namun manis menyapa nya,"salam Wangfei."
Xiao Chujiu menatap wanita yang mengenakan Hanfu berwarna biru muda yang lembut, rambutnya di sanggul setengah dan di hiasi oleh jepit rambut bunga anggrek.
Nama itu muncul di otak Xiao Chujiu. Wu Qing Fei adalah kakak sepupu Xiao Chujiu dari keluarga keibuan Wu Mingxiang. Namun Xiao Chujiu tidak pernah berdekatan atau mempunyai hubungan yang dekat dengan keluarga Wu, ini semua karena hasutan Su yiniang dulu yang selalu memberinya kisah-kisah kotor tentang keluarga Wu.
Xiao Chujiu segera tersenyum dan menarik tangan Wu Qing Fei lembut,"Biaojie, mengapa terlalu sopan?, kita adalah keluarga!."
Wu Qing Fei yang mendengar respon Xiao Chujiu lebih ramah dari pada sebelumnya tersenyum senang,"bagaimana pun anda adalah seorang Qin Wangfei, gelar anda sangat istimewa."
Xiao Chujiu tersenyum,"namun Biaojie, anda lebih tua dari Chujiu. Bagaimana mungkin Chujiu berani menerima salam anda?, atau saya akan di cap sebagai junior yang durhaka!."
Wu Qing Fei mulai merasa nyaman, dia tersenyum,"baiklah-baiklah, saya mengalah. Biaomei, bagaimana kabar anda?. Apa anda tahu selama ini Zumu selalu merindukan dan mengkhawatirkan anda?."
Xiao Chujiu tersenyum tipis,"beberapa hari ini saya mulai sadar kesalahan saya. Dulu saya sangat sombong dan arogan, saya bahkan pernah melakukan hal-hal sulit untuk Biaojie dan bibi, namun kalian masih sangat dengan tulus khawatir pada Chujiu."
"Chujiu merasa bersalah dan malu mengunjungi Wu Gongfu untuk meminta maaf dengan Waizumu dan yang lain," sambung Xiao Chujiu.
Wu Qing Fei yang mendengar ini segera menggenggam tangan Xiao Chujiu,"Biaomei, kami selamanya akan selalu menyayangi dan mendukung anda. Kami semua tahu asal mula kebencian anda kepada orang-orang Wu Gongfu, jadi kami tidak bisa menyalahkan anda. Ini adalah salah 'orang itu'."
Xiao Chujiu mengangguk ringan,"Biaojie, ayo masuk. Kita tidak bisa membuat Xiao Laotaijun menunggu."
Wu Qing Fei mengangguk,"baik, ayo."
Xiao Chujiu dan Wu Qing Fei berjalan beriringan menuju ruangan utama. Saat masuk, kedatangan nya di umumkan.
"Qin Wangfei datang!."
Seluruh pasang mata segera menatap Xiao Chujiu, orang dengan status lebih rendah dari nya segera berdiri untuk memberi salam.
__ADS_1
Xiao Chujiu berjalan dengan elegan menuju Xiao Laotaijun.
"Chujiu memberi salam kepada Zumu, mohon Zumu memaafkan Chujiu yang datang terlambat."
"Wu Qing Fei Wu Gongfu, memberi salam kepada Xiao Laotaijun."
Xiao Meng yang melihat Xiao Chujiu segera menembakkan tatapan benci, begitu juga Si yiniang.
Xiao Laotaijun mengangguk,"bukan masalah, silahkan Qin Wangfei duduk."
Saat Xiao Laotaijun menjawab dengan bahasa formal kepada Xiao Chujiu, orang-orang segera berbisik dan melihat hubungan keluarga mereka tidak terlalu baik.
Xiao Chujiu hanya tersenyum dingin saat mendengar jawaban Xiao Loataijun, sepertinya wanita tua itu marah karena kejadian Xiao Meng di acara ulang tahun Gu Junzhu.
Si yiniang tersenyum sinis saat melihat Xiao Laotaijun tidak memberi Xiao Chujiu muka. Dia akhirnya membuka mulut berniat mengejek Xiao Chujiu,"Qin Wangfei, dimana Qin Wangye?. Tidakkah seharusnya Wangye menemani anda?."
Xiao Chujiu tersenyum, dia dengan elegan membuka kipas nya lalu menutup setengah wajahnya,"Su yiniang, anda hanya seorang Yiniang, apa hak anda menanyakan keberadaan Wangye?."
Xiao Meng yang mendengar ibu nya di ejek segera membalas,"Chujiu, bagaimana bisa anda berkata dengan begitu kasar kepada ibu?. Walaupun dia seorang Yiniang, namun dia sudah membesarkan anda dengan penuh kasih sayang. Bahkan saya saja iri melihat anda selalu di manjakan oleh ibu."
Orang-orang yang mendengar ucapan Xiao Meng segera menatap Xiao Chujiu dengan tatapan mencemooh. Mereka menganggap Xiao Chujiu tidak tahu diri dan berterimakasih. Kacang lupa pada kulit nya. Pepatah itu yang mereka anggap cocok dengan Xiao Chujiu.
Wu Laotaijun (ibu Wu Mingxiang) yang mendengar ini segera membalas Xiao Meng untuk membela Xiao Chujiu.
"Seorang putri sah memanggil seorang Yiniang dengan sebutan ibu?, apa tidak salah?. Bahkan jika yiniang itu berhati mulia untuk membesarkan anak dari istri sah, namun status nya tetaplah yiniang. Dia tidak bisa di panggil ibu!."
"Dan lagi anda er xiaojie dari Xiao Fu, seharusnya anda memanggil Qin Wangfei dengan gelar nya atau setidaknya memanggil dengan sebutan jiejie. Namun lihat, anda bahkan memanggil namanya secara langsung!, sangat tidak sopan!, tidak tahu bagaimana ajaran Xiao Fu kepada anak-anak nya!," lanjut Wu Laotaijun.
Xiao Laotaijun melirik Wu Laotaijun dengan dingin, lalu dia membalas,"Wu Laotaijun, Meng'er masih kecil dan labil. Anak bodoh ini masih tidak mengetahui tatakrama. Tolong jangan terbawa emosi."
Wu Laotaijun yang mendengar ini tertawa pelan,"seingat saya umur er xiaojie dengan Qin Wangfei hanya berbeda lima bulan. Apakah itu terlalu jauh dan di anggap masih seorang anak kecil?, bahkan er xiaojie bulan depan sudah akan melaksanakan upacara jepit rambut. Bagaimana bisa dia dikatakan masih kecil dan labil?. Atau memang Xiao Fu suka memanjakan para Xiaojie nya?."
Xiao Chujiu sedikit merasa tersentuh kala Wu Laotaijun dengan berani dan tanpa takut membelanya di depan umum dan melawan Xiao Laotaijun. Hati nya merasa hangat, Xiao Chujiu membuka mulutnya,"Aiya, mengapa Waizumu dan Zumu saling berdebat di hari bahagia ini?," lalu tatapan nya bergeser ke arah Wu Laotaijun dan tersenyum hangat,"Waizumu, Chujiu tidak merasa sakit hati atau apapun itu, anda bisa tenang. Dan lagi, Waizumu cukup memanggil Chujiu dengan namanya, Waizumu adalah nenek dari keluarga mendiang ibu, Waizumu tidak perlu sehormat itu kepada Chujiu."
Wu Laotaijun merasa tersentuh karena akhirnya Xiao Chujiu berbicara dengan sopan dan lembut kepadanya, tanpa sadar matanya sedikit berkaca-kaca, kepala wanita tua itu mengangguk,"baik, karena Chujiu yang meminta, waizumu akan memenuhi nya. Chujiu, lain kali berkunjunglah ke Wu Gong Fu, ada banyak sekali hal yang ingin Waizumu tunjukkan!."
Xiao Chujiu mengangguk lembut,"baik."
Saat kedatangan Putra Mahkota terdengar, seluruh tatapan mata menuju kearah pintu masuk.
Xiao Chujiu melihat Putra Mahkota dengan percaya diri berjalan masuk dengan jubah emas nya, lalu menggandeng salah satu selir nya yang cantik.
Xiao Chujiu yang melihat ini segera menoleh kebelakang untuk mencari Liu Pingle, saat melihat wanita itu, Xiao Chujiu tersenyum tipis. Liu Pingle sekarang sedang menatap penuh benci ke arah selir Putra Mahkota, tangan nya mengepal, rahang wanita itu mengeras karena menahan amarah.
Saat sibuk menatap wajah kesal Liu Pingle, tiba-tiba Putra Mahkota berjalan ke arah Xiao Chujiu dan membungkuk ke arah Xiao Chujiu.
Xiao Chujiu yang merasa suasana tiba-tiba hening segera menarik tatapan nya dari Liu Pingle, namun dia terkejut saat melihat Putra Mahkota dan selir nya kini membungkuk ke arah nya.
Ruangan hening, mata mereka menatap terkejut ke arah diri nya dan Putra Mahkota.
_______
sebelumnya maaf Nanad jarang update ya huhuhu(╥﹏╥). Besok pasti bakal update setiap hari seperti biasa, terimakasih. Jangan lupa vote!!!♥️
*Zumu\= Nenek dari pihak ayah
*Waizumu\= Nenek dari pihak ibu
__ADS_1
*Biaojie\= kakak sepupu