Saat Aku Harus Memilih

Saat Aku Harus Memilih
Bab 13 Ingin Bertemu


__ADS_3

Di hari minggu yang sejuk Holy dibangunkan oleh suara telepon dari HP-nya.


"Halo..." jawab Holy dengan suara yang serak khas orang baru bangun tidur.


"Ly hari ini sibuk nggak?" suara seorang cowok dari ujung telpon.


"Nggak sih, ada apa? Oiya ini siapa ya?"


"Yaampun Ly, mentang-mentang kita udah lama nggak ketemu kamu melupakan sahabatmu yang paling ganteng ini," jawab Artyo dengan suara merajuk.


"Hahaha lagian kamu baru ngehubungi aku sejak sekian lama," Holy tertawa dan senang mendengar suara yang dia rindukan itu.


"Ya maaf Ly, aku sibuk banget nih biasa mahasiswa baru jadi lagi rajin-rajinnya. Kamu juga kenapa nggak hubungi aku duluan? Kamu nggak kangen apa sama sahabatmu ini?" tanya Artyo dan berharap Holy juga merindukannya.


"Aku takut gangguin kamu, apalagi sekarang waktumu lebih banyak sama Luna. Dan sepertinya Luna udah mengambil posisiku sebagai sahabatmu," ucap Holy sedikit merendah.


"Ya nggaklah, nggak ada yang bisa menggantikan posisimu Ly. Tenang aja. Aku masih sahabatmu yang bisa kamu gangguin dan bisa kamu datangi kapan saja."


"Hehe iyaiya, maaf juga ya soalnya aku juga sedang menikmati masa-masa kuliahku. Ketemu teman baru, pelajaran baru yang aku suka, dan cowok-cowok ganteng di kampusku," kata Holy disertai tertawa kecilnya.


"Sekarang udah berani deketin cowok ya? Hati-hati, tetap fokus sama tujuan utama yaitu kuliah!" kata Artyo mengingatkan.


Holy hanya sekadar mengiyakan kata-kata Artyo. Dia merasa kata-katanya tidak sesuai dengan dirinya sendiri yang selalu berdua dengan Luna.


"Kita malah kebanyakan ngobrol di telpon. Yuk nanti malam kita keluar makan," kata Artyo yang akhirnya mengingat tujuan utamanya menelpon.


"Boleh, nanti jemput aku pake motor lamamu ya. Kau kangen diboncengi kamu naik motor itu."


"Oke siap, aku akan membersihkan motor itu dulu. Dhaa sampai jumpa nanti malam Ly."


"Dhaa." Holy mematikan telponnya. Dia senyum-senyum sendiri karena saking senangnya, akhirnya dia bisa jalan-jalan bareng Artyo lagi.


***


Siangnya Holy membantu Ayah Ibunya di warung bersama dengan Sesy karena setiap hari minggu warungnya akan lebih ramai hari biasanya. Sedangkan kakaknya Heidy sedang sibuk menyiapkan pernikahannya.


Heidy dan pacarnya sudah melakukan pertunangan dari lima bulan yang lalu, persiapan mereka tinggal tiga minggu lagi untuk menuju ke pernikahan. Karena masih sibuk bekerja dari senin sampai sabtu maka hari minggu adalah waktu mereka untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari gedung, gaun pengantin, dokumentas, dan persiapan kecil lainnya.

__ADS_1


Sesuai perkiraan warungnya hari itu sangat ramai, banyak orang yang datang berrombongan.


Saat sedang asik melayani tamu tiba-tiba Holy dikagetkan dengan seseorang yang sepertinya dia kenal.


"Holy?"


"Kak Natan?"


Mereka berdua tatap-tatapan selama beberapa detik lalu tertawa berbarengan, karena sama-sama salah tingkah.


"Kamu kerja di sini?" tanya Natan yang nggak nyangka bisa ketemu Holy.


"Ini kan warung mi ayam punya ayah ibuku, Kak. Baru pertama kali makan di sini ya?"


"Udah beberapa kali sih tapi baru kali ini liat kamu di sini."


"Mungkin Kak Natan datangnya waktu aku lagi di dalam rumah. Haha..."


"Haha mungkin ya. Aku senang bisa ketemu kamu di sini Holy. Jadi bakal tambah sering makan di sini," ucap Natan dengan senyum lebarnya. Dia pun menyusul teman-temannya yang sudah lebih dulu duduk untuk menunggu pesanan mereka.


Holy hanya tertawa mendengar kata-kata Natan. Dia kembali fokus untuk melayani pembeli yang ingin membayar.


"Holy berapa total semuanya?" tanya Natan dengan memberikan lembar pesanan.


"Tunggu ya Kak, saya hitung dulu." jawab Holy sambil menghitung di kalkulatornya.


"Boleh minta sama nomor WA mu nggak?" kata Natan dengan sedikit malu-malu.


Holy yang mendengarnya pertanyaan itu tiba-tiba mengarahkan pandangannya ke wajah Natan. "Hah ini serius?" tanya Holy dengan wajah yang tidak percaya jika seorang kakak tinggkat yang dia idolakan di kampus meminta nomornya.


"Ya serius, tapi kalau kamu nggak mau ngasih juga nggakpapa kok. Aku nggak memaksa hanya ingin berteman aja."


"Hihi baiklah Kak." Holy memberi kertas total pembayaran dan juga menuliskan nomornya di kertas itu.


Natan pun tertawa senang melihat kertas itu, dia segera membayar dan menyimpan kertasnya. "Makasi Holy, kalau gitu aku pulang dulu ya. Aku akan menghubungi nanti. Dhaa."


Holy melambaikan tangannya kepada Natan dia merasa senang dan sedikit deg-degan. Apa yang akan dilakukan Natan dengan nomorku? Apakah aku akan diajak ikut komunitas kampus? Atau aku akan diajak masuk bisnis MLM? Pikiran Holy ke mana-mana.

__ADS_1


***


Suara motor Artyo terdengar dari depan rumah Holy. Holy yang sudah bersiap-siap dengan dandanannya segera berpamitan ke ayah ibunya. Dan dia pun menghampiri Artyo yang sebenarnya ingin turun dan berpamitan kepada ayah dan ibunya Holy.


"Holy aku mau masuk dulu ketemu ayah ibumu," kata Artyo.


"Nggak usah, nanti aja waktu pulang. Ayah ibu lagi makan tuh," kata Holy dan siap menaiki motor Artyo.


"Oke deh. Kita berangkat sekarang kalau gitu."


Sampailah mereka di restoran yang menjual berbagai macam makanan khas Korea.


"Hari ini aku yang traktir Ly, kamu mau pesan apa aja terserah."


"Aseek lagi baik banget kamu."


"Iya kan aku yang ajakin, besok kalau kamu yang ajakin berarti kamu yang traktir. Hahaha," gurau Artyo.


"Huhu baeklah," kata Holy sambil memoncongkan bibirnya.


"Akhirnya aku bisa liat bibir bebek itu lagi sejak sekian lama." Artyo mencubit gemas pipi Holy dan mereka berdua pun tertawa bersama.


Makanan pesanan mereka pun datang. Saat sedang asik-asik makan HP Holy tiba-tiba bergetar menandakan ada pesan masuk. Holy yang penasaran pun mengambil HP-nya yang ada dalam tas.


- Selamat malam Holy. Ini nomorku. Natan.


- Selamat Malam juga Kak. Oke Kak aku save ya...


Setelah membalas pesan, Holy menyimpan HP-nya di atas meja dan kembali makan. Tapi tidak lama HP-nya kembali bergetar.


- Lagi sibuk apa Holy? Aku ganggu nggak kalau ngechat sekarang?


- Lagi makan Kak. Nggakpapa kok Kak bentar lagi juga selesai makannya.


- Oh kamu makan dulu aja deh, nanti aku chat lagi.


Artyo hanya melihat Holy yang dari tadi sibuk dengan HP-nya. Dia melihat dengan penuh kecurigaan karena Holy melihat HP-nya sambil senyum-senyum.

__ADS_1


"Holy masak kita udah ketemu tapi kamu malah main HP sih," kata Artyo yang merasa diabaikan.


"Enggak diabaikan hanya bentar kok, ini udah selesai. Aku simpan HP-nya di tas ya biar kita bisa ngobrol-ngobrol lagi," kata Holy menenangkan Artyo.


__ADS_2