
Saat perjalanan pulang dari bandara, Holy mulai terbawa kembali ke kenangan saat dia dan Artyo menikmati jalan-jalan kota dengan menaiki motor. Mereka bisa pergi ke mana pun mereka mau dan menceritakan apa pun yang mereka inginkan. Tanpa dia sadari air matanya kembali jatuh. Ya, Holy memang cukup cengeng.
***
Di pesawat.
Artyo tidak bisa lagi menahan air matanya. Dia menangis tersedu-sedu sambil menahan suaranya agar tidak terdengar oleh orang di sebelahnya. Tangis yang selalu tidak ingin dia perlihatkan di depan ayah, ibunya, dan juga Holy karena dia tidak mau mereka tambah sedih. Sebelum berangkat pun dia hanya sering menangis sendiri di dalam kamar.
Karena sebelumnya dia tidak pernah berpisah lama dari ayah dan ibunya, paling lama hanya tiga hari waktu dia mengikuti camping ataupun pelatihan dasar saat SMA. Ditambah lagi sekarang dia harus pergi melintasi benua yang sangat jauh dari rumahnya. Sungguh di luar dugaannya, tetapi dia berusaha menguatkan dirinya demi cita-cita yang menjadi impiannya.
Artyo mengingat kotak pemberian Holy, setelah menghapus air matanya dia membuka tasnya dan mengambil kotak itu. Ternyata isinya adalah sebuah parfum dan selembar kertas kecil yang bertuliskan:
"Parfum ini sangat cocok dipakai sama kamu yang suka memikat wanita melalui wangi-wangian, aku berharap wanita yang terpikat adalah wanita baik-baik. Hahaha... Oiya, tapi yang harus kamu ingat jika parfum ini habis itu tandanya kamu harus pulang. Aku sengaja membeli yang kecil biar kamu cepat pulang. (surat itu diakhiri dengan emoticon ketawa dan gambar love)."
Artyo tersenyum geli membaca surat itu dan dia menyemprotkan sedikit parfum ke pergelangan tangannya. "Hmm, wangi yang sangat menyegarkan. Holy memang sangat tau kesukaanku," ucap Artyo pada dirinya sendiri. Artyo pun menyimpan kembali tasnya di tempat yang aman dan mengambil posisi yang nyaman sambil membaca buku. Dia harus siap menjalani perjalanan panjang hingga sampai ke Jerman.
***
Holy sampai di kamarnya, dia sudah lebih tenang. Dia duduk di kursi belajarnya dan bersiap membuka kotak yang diberikan Artyo.
"Waw, apa ini?" Holy terkejut melihat sebuah kalung cantik dengan mata kalung berbentuk hati dengan berlian kecil di tengahnya. Holy yang masih tidak menyangka mendapat kalung itu segera mencobanya di depan cermin. Kalung yang sangat cocok dipakai oleh Holy. Dia bergaya di depan cermin sambil mengagumi kecantikan kalung itu, terlebih lagi ketika kalung itu berkilau saat terpantul cahaya.
"Sepertinya kalung ini cukup mahal," pikir Holy sambil memegang kalung yang sedang melingkar di lehernya.
"Kenapa Artyo baik banget sih?" tanya Holy kepada bayangannya di depan cermin. "Kenapa dia memberikan barang yang sangat berharga ini? Bentuknya love lagi," Holy bingung tetapi juga berbunga-bunga.
Holy melepas kalungnya dan menyimpannya lagi ke dalam kotak. Saat dia memperhatikan kotak itu dengan baik, ternyata ada sebuah kertas yang terlipat rapi. Holy pun membuka lipatannya secara perlahan.
"Hai sahabatku Holy. Aku pastikan kamu baca surat ini saat aku sudah berada jauh darimu.
__ADS_1
Ada hal yang sangat ingin aku katakan kepadamu, tapi sayangnya aku nggak punya keberanian untuk mengatakannya secara langsung. Intinya, aku ingin menghabiskan usiaku bersamamu. Aku ingin kamu selalu ada di sampingku sampai tua nanti. Aku ingin menikmati setiap malam yang dingin dalam pelukanmu. Apakah kamu mengizinkannya?
Aku tau sekarang kamu mempunyai Natan sebagai pacarmu, tapi izinkan aku menjadi suami, Ly. Saat aku pulang dan menyelesaikan pendidikan aku akan segera mencari pekerjaan dan segera menikahimu. Apakah kamu bersedia?
Jika kamu bersedia, tolong tunggu aku pulang.
Aku sangat mencintaimu Holy, melebihi cinta seorang sahabat."
Holy terperangah membaca surat itu. Hatinya terasa hangat, ada ruang kosong yang mulai terisi dengan mimpi-mimpi lama yang sempat dia buang.
Ternyata Artyo juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Holy yang sempat takut dan tidak berani menyatakan perasaannya menjadi kembali yakin dengan perasaannya.
"Aku mau, Artyo." Holy mendekap surat itu dengan kuat.
***
"Hai Holy!" teriak Rere yang baru saja masuk kelas. "Terlihat ada sesuatu yang berbeda di dirimu," kata Rere sambil memperhatikan wajah Holy.
"Aku tau, kamu baru beli kalung ya? Harganya berapa tuh? Terlihat mahal."
"Oh ini, hehe aku nggak beli, aku dikasih sama Artyo. Dia kasih sebelum berangkat ke Jerman kemarin."
"Ih enak banget sih, aku juga mau punya sahabat kayak Artyo," ucap Rere dengan bibir yang sengaja dimaju-majuin.
"Minta dibeliin sana sama Kak Oki."
"Noo, aku udah nggak ada hubungan lagi sama Kak Oki, sekarang aku punya pacar baru namanya Reno. Hihihi. Dia seangkatan kita tapi dari fakultas sebelah, dia ganteng dan badannya atletis, keren pokoknya. Nanti aku kenalin ya tapi kamu nggak boleh naksir," suara Rere bagai kereta api di telinga Holy. Untung saja saat itu dosen belum masuk kelas.
"Pacar baru terus, padahal sama Kak Oki belum sebulan."
__ADS_1
"Yaudah sih nggakpapa, kamu nggak boleh iri. Kamu cukup sama Kak Natan aja ya."
Holy hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat temannya yang sering gonta-ganti pacar itu.
***
Holy dan Natan semakin hari semakin jarang bertemu. Natan hanya bisa menjanjikan jika konser musiknya selesai dia akan memberikan lebih banyak waktu untuk Holy. Natan juga berjanji untuk tidak akan lagi mengiakan saat ada tawaran untuk menjadi panitia di acara-acara besar kampus karena itu sangat berpengaruh buruk untuk nilai kuliahnya dan juga waktu pacarannya.
- Holy, besok kamu harus datang ya ke konser musik fakultas.
Pesan singkat dari Natan masuk ke HP Holy.
Dan Holy segera membalasnya.
- Hm datang nggak ya? Aku pikir-pikir dulu deh.
- Kok gitu sih? Nanti aku kasih hadiah spesial deh kalau kamu datang. Okey?
- Haha okey sayang, aku akan datang. Aku tunggu hadiahnya. (diikuti emoticon tertawa ngakak kesukaannya)
***
Keesokan harinya, Holy sudah berangkat ke gedung pertunjukan tempat di mana konser musik fakultasnya berlangsung. Holy menggunakan rok jeans kesukaannya yang dipadukan dengan kaos garis-garis berwarna merah muda yang membuat dia terlihat simpel namun tetap stylish.
Dia tidak lupa mengajak Rere untuk ikut dan menemaninya menonton konser. Sayangnya Rere mengajak Reno pacarnya, sehingga Holy harus menjadi obat nyamuk di antara mereka. Dia pun mengabari Natan kalau dia sudah sampai. Cukup lama konser itu berlangsung, tapi pesan Holy belum juga di balas Natan.
Hingga di pertengahan konser, Natan tiba-tiba muncul di depan panggung dan menyanyikan sebuah lagu berjudul Fix You dari Coldplay.
Holy terpanah melihat kharisma Natan dengan suara yang cukup merdu, dia tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Lagu ini adalah hadiah untuk kamu Holy," kata Natan menutup penampilannya.
Holy tersenyum senang, namun diikuti dengan sebuah keraguan di hatinya.