
Pulang dari pantai Holy dan Artyo masih bisa bersenda gurau membahas hal-hal yang mereka lihat saat di pantai. Apalagi saat mereka melihat dua anak kecil yang sedang berlari-lari seperti dikejar ombak tapi akhirnya ombak besar datang dan membuat salah satu dari mereka jatuh. Holy yang ingin membantu malah terkena ombak juga, untungnya anak itu tidak kenapa-napa dia bisa bangun sendiri. Hanya saja Holy yang ingin membantu malah jadi basah.
Di perjalanan Holy meminta Artyo untuk mampir ke toko buah-buahan, dia ingin membeli anggur untuk adiknya Sesy.
"Tumben kamu beli anggur?" tanya Artyo yang baru pertama kali melihat Holy membeli anggur.
"Hahaha jadi semalam itu aku denger Sesy mengigau dan teriak-teriak pengen beli anggur. Mungkin dia lagi kepengen makan anggur, tapi nggak kesampaian makanya sampai terbawa mimpi," jawab Holy yang tidak bisa menahan tawanya.
"Wahaha, kasian banget dia. Yaudah beliinlah, aku nunggu di mobil ya," kata Artyo.
Sambil menunggu Holy yang sedang milih-milih anggur, Artyo mengecek HP-nya yang semenjak tadi tidak dia buka. Ada 4 pesan belum dibaca dan 2 panggilan tak terjawab.
-Halo Artyo, bisa temenin aku belanja?
-Papa mama udh pulang dan aku sendirian di apartemen.
-Artyo kamu lagi sibuk ya?
-P
Ternyata 4 pesan itu semuanya dari Luna, dan dia juga yang menelfon. Artyo sangat terganggu dengan pesan terakhirnya. Terasa seperti diteror untuk segera membalas.
Akhirnya dia hanya membalas -Maaf nggak bisa hari ini, aku lagi sibuk. Dan menyimpan kembali HP-nya ke dalam saku. Holy pun masuk kembali ke mobil dan mereka langsung pulang.
***
Hari yang sangat melelahkan. Lelah menjaga rasa yang terpendam.
Artyo akhirnya sampai di rumahnya setelah sebelumnya mengantar Holy. Dia pun masuk ke dalam rumah, dia melihat sosok wanita dengan rambut panjang terurai. Ternyata itu adalah Luna yang datang ke rumahnya. Dia sedang membantu ibunya di dapur.
"Luna? ... ngapain di sini?" tanya Artyo heran.
"Eh Artyo udah pulang, ini aku lagi bantuin tante masak buat makan malam," jawab Luna santai sambil membersihkan meja.
"Dari siang loh nak Luna di sini nungguin kamu pulang," kata ibu sambil mengaduk panci yang berisi sayur sup.
Artyo tampak tidak suka melihat Luna yang datang tiba-tiba tanpa sepengetahuannya.
__ADS_1
"Lain kali nanya dulu kalau mau datang."
"Aku udah nge-chat kamu, tapi kamu aja yang lama balasnya," jawab Luna.
"Aku kan lagi sibuk," kata Artyo kesal. "Aku mau istirahat dulu. Kalau mau bantuin Ibu masak silakan, tapi aku hari ini nggak bisa nganterin," kata Artyo lagi dan dia berjalan menuju kamarnya.
Artyo membaringkan dirinya di atas kasur, dan tidak lama kemudian dia pun terlelap. Mungkin karena saking kelelahannya.
***
"Artyo ayo bangun waktunya makan malam," suara wanita terdengar membangunkan Artyo.
Artyo masih setengah sadar. Dia melihat wanita itu semakin mendekatinya.
"Holy kok kamu bisa ada di sini?" Artyo kaget melihat Holy yang sedang berjalan menuju kasurnya.
"Emang nggak boleh ya aku datang ke sini?" jawab Holy yang bertanya balik.
"Bukannya gitu, hari ini aku sudah dikagetkan oleh 2 wanita yang tiba-tiba datang," keluh Artyo.
"Ya maaf, aku tadi cuma bawain mi ayam buat kamu dan keluarga. Aku nggak tau kalau ada Luna."
"Ternyata Ayah Ibumu udah makan malem bareng Luna, jadinya aku disuruh bangunin kamu buat makan."
"Aku nggak nafsu makan kalau ada dia."
"Kenapa?" tanya Holy.
"Nggak tau, hehe sebel aja," jawab Artyo sambil menggaruk kepalanya yang nggak gatel.
"Aku temenin deh makannya," Holy memberi solusi yang membuat Artyo segera bangun dan mereka berdua pun menuju meja makan.
Luna yang melihat Artyo dan Holy sedang makan bareng merasakan kecemburuan. Dia tidak mengira kalau Artyo seceria itu saat bersama Holy. Di saat yang sama muncullah niat di hati Luna untuk mendapatkan perhatian Artyo. Bukan hanya untuk mendapatkan perhatian Artyo, tetapi juga untuk mendapatkan laki-laki yang bisa dimintai tolong selama di kota ini.
Luna merasa Artyo adalah laki-laki yang cocok untuk dia, karena wajahnya yang tampan dan juga kaya.
***
__ADS_1
Hari-hari Holy berlalu dengan penuh perjuangan. Dia harus mempelajari pelajaran-pelajaran umum untuk menjalani tes masuk universitas pilihannya. Holy berjuang dengan sangat serius, dia tau bahwa tes-tes yang dia hadapi tidak akan mudah. Dan perjuangan Holy itu pun membuahkan hasil yang memuaskan. Dia dinyatakan lulus dan sah menjadi mahasiswa di jurusan tata busana.
Artyo pun begitu, dengan tes yang cukup banyak, akhirnya dia lulus menjadi mahasiswa kedokteran bersama dengan Luna.
Sudah 2 minggu Artyo tidak bertemu dengan Holy, karena dia banyak menghabiskan waktu bersama Luna. Luna yang sering datang ke rumahnya untuk belajar bersama. Bahkan ketika harus pergi tempat tes mereka selalu berdua.
Holy dan Artyo hanya sering saling menyemangati dan memberi kabar melalui chat WA.
- Malam ini kita keluar yuk, untuk merayakan kelulusan kita
Pesan Artyo yang diterima oleh Holy.
Holy segera mengiyakan ajakan Artyo.
Mobil Artyo telah berhenti di depan rumah Holy. Dengan sangat ceria Holy masuk ke dalam mobil. Dia menggunakan celana high waist dan kaos yang pendek segaris dengan celananya, dia terlihat seksi.
"Tyoo aku kangen banget, rasanya sudah bertahun-tahun kita nggak ketemu," teriak Holy setelah melihat Artyo.
Dengan senyum lebar Artyo ingin sekali memeluk Holy. Tapi akhirnya dia hanya mengacak-ngacak rambut Holy dengan lembut. "Aku juga Ly, kangen banget liat keceriaanmu."
"Hehe semakin ceria karena sekarang sudah jadi mahasiswa."
"Semoga sampai selesai kuliah tetap ceria ya," ucap Artyo.
Lalu mereka pun meluncur ke suatu tempat yang mereka berdua sukai yaitu Kedai Ice Cream Gelato. Dengan banyak pilihan rasa yang sering membuat mereka bingung.
"Holy kalau kamu kedinginan bilang ya, takutnya bajumu nggak kuat menghalau angin-angin yang mau masuk ke tubuhmu. Ditambah lagi kamu minum es," kata Artyo mengingatkan.
"Tenang aja tubuhku kuat kok," jawab Holy sambil menikmati es krimnya. "Oiya Luna ke mana? Tumben dia nggak ikut kamu."
"Dia lagi refreshing sambil jalan-jalan di mal katanya. Tadi dia ngajak aku tapi aku nggak mau."
"Tapi kamu sama Luna hubungannya baik-baik aja kan?" tanya Holy mengintrogasi.
"Baik kok, aku sudah semakin akrab dan lebih mengenal sifatnya. Dia emang sedikit nyebelin, tapi dia wanita yang pinter," jawab Artyo dengan santai.
"Jadi kalian berdua udah pacaran?" pertanyaan yang tiba-tiba muncul di pikiran Holy dan membuat dia menjadi deg-degan menunggu jawabannya.
__ADS_1
Belum sempat menjawab pertanyaan Holy, HP Artyo tiba-tiba bergetar menandakan ada telepon yang masuk. Artyo pun segera mengangkatnya.