Saat Masih 17 Tahun

Saat Masih 17 Tahun
Perkenalan itu


__ADS_3

Pagi itu


#Arya#


Aku memandangi pemandangan jalan menuju kota Jakarta yang penuh hingar bingar. Kuperhatikan setiap sudut yang nampak motor dan mobil berlalu lalang meskipun ini masih terlalu pagi. Hari Ini adalah hari baruku untuk kembali menata hidup yang sudah lama berantakan


"Bahkan aku pergi begitu saja,," gumamku seraya memperhatikan anak anak yang hendak berangkat ke sekolah


15 menit berlalu aku sampai di depan kontrakan yang disewa ibuku tempatnya agak sempit harus masuk ke dalam gang untung saja barangku tidak banyak, Pak supir membantuku membawa barang barang ke dalam. Setelah itu aku bersiap berangkat ke sekolah, aku keluarkan sepeda dari dalam gerbang kontrakan.


Sepeda setengah jadul yang ku beli di Sukabumi menjadi kendaraanku untuk berangkat ke sekolah disini. Ku laju sepedaku di antara keramaian kota yang lebih banyak menggunakan Mobil, motor dan juga bus.


Agak jauh memang sekolahanku yang baru, tak apa setidaknya aku harus mengirit dan mulai mencari pekerjaan sambilan.


****


#Nadia#


"Halo Randy apa jadwalnya bisa dipercepat?" seru mamaku yang menyetir mengantarku pergi ke sekolah


'Ckiiiiittttt'


Tiba tiba mamaku mengerem mendadak sepertinya kami hampir menyerempet seorang pria yang sedang naik sepeda.


"Siaal..!" umpat mama

__ADS_1


Aku dan mama terus memperhatikannya lewat spion


"Apa dia baik baik saja?" Tanya mama


"Kita harus turun mah liat keadaannya," jawabku


"Tapi dia sepertinya baik baik aja, dia juga tadi gak jatuhkan," tukas mama lagi seraya kembali menjalankan mobilnya


"Tetep aja harus liat dulu kan mah.." mama mengabaikanku sambil terus menelepon assistennya.


Dan aku masih memperhatikannya yg sedang mengambil kucing kecil dari semak semak


'Brukk'


Pintu mobil ku tutup dan aku langsung berjalan menuju gerbang sekolah baru saja beberapa langkah ada suara yang meneriakiku


Aku menoleh rupanya Karina, Alma dan Ina yang menyapaku mereka adalah teman teman baikku aku tersenyum


"Widiiih, tas baru niii keren banget." seru Ina melihat tas milikku


"Mamaku yg beliin pas kmrn di kanada." jawabku


"Aku juga tadinya mau beli ini tapi gak jadi, katanya banyak yang palsu,," sahut karina sedikit ketus


"Beneran tas kaya gini ada yang palsu? jangan jangan ini palsu ehehhee," jawabku lagi mereka membalas senyum

__ADS_1


Lalu pria yang hampir saja ditabrak mama melaju begitu saja di depan mataku aku terperangah


"Eh, guy's bentar yak.." aku setengah berlari mengejarnya dan meninggalkan teman temanku


****


"Hai kamu yang kemeja biru.." sapaku


Ia menoleh saat sedang mengikat sepedanya dengan wajah heran sambil celingukan


"Kamu baik baik aja kan?" tanyaku lagi


"Apa?" tanyanya lebih heran lagi


"Eng, tadi kamu hampir tertabrak mobil dan itu mobil mamaku," jawabku


"Coba kamu gerak gerakin tangan kamu begini.." seruku lagi seraya menggerakkan tanganku ke atas memintanya mengikutinya, ia pun ikut mengikutinya. Aku lega seperti ia baik baik saja


"Ohya, sepertinya kamu baik baik aja. Kalo ada apa apa kamu cari aku aja ya namaku Nadia kelas II Ipa 2," ujarku namun dia masi terdiam tak bereaksi aku salah tingkah lalu meninggalkan nya


"Hei, apa gak papa lo kasih tau nama lo?" tanya Alma padaku


"Tadi dia hampir ketabrak mobil nyokap, gw cuma mau Mastiin dia baik baik aja apa engga"


"Tetep aja kan lo gak kenal, eh tapi mukanya boleh juga ganteng tau." sahut Ina lagi menoleh ke belakang aku pun sesekali melihatnya juga ke belakang sambil tersipu

__ADS_1


"Nadia,," Gumam Arya sambil mengikat sepedanya ke tiang


__ADS_2