Saat Masih 17 Tahun

Saat Masih 17 Tahun
Di tolak??


__ADS_3

'Bruk'


Sepedaku melaju terlalu kencang, aku terjatuh bersamaan.


Nadia juga ikut berlari mengejarku


"Hei kamu gak kenapa napa?" tanyanya panik


Aku meringis kesakitan berusaha bangkit.


"Kamu gak apa apa Arya?" tanya Nadia sekali lagi.


"Gak papa, tapi si jalu rusak kayanya.." jawabku sambil melihat lihat kondisi sepedaku.


"Jalu? maksudmu sepeda ini namanya Jalu??" tanya Nadia bingung


"Aduhh.." gumamku dalam hati


"Oh, begitu ya rupanya. Halo Jalu, namaku Nadia.." sapa Nadia lucu


Aku merasa malu pada Nadia, mencoba menghindari sepedaku darinya.


"Loh kenapa? kan aku mau kenalan.."


"Engga Nad, gak gitu.. bukan apa apa ko." seruku dengan wajah memerah sedari tadi.


"Tadi kata kamu namanya Jalu?!"


"Apaan sih Nad??" ucapku Nadia tertawa renyah melihat tingkahku.


Di seberang sana nampak Karina memperhatikan kami berdua.


"Oh gitu ya Nad,suka lo yaa sama si Arya??" ujarnya tersenyum sinis.


****


Di perjalanan


Kami berdua masih saling diam, dengan isi kepala masing masing. Bagaimana caranya menghilangkan rasa canggung setelah Nadia mengungkapkan perasaannya.


"Jadii.." kata pertama yang kami ucapkan secara bersamaan.


"Ayo Arya beri aku reaksi.." gumam Nadia dalam hati.

__ADS_1


Aku terdiam sejenak menatap Nadia.


"Kamu duluan aja nad yang bicara,"


Nadia membelakkan matanya, ia nampak terkejut.


"Astaga! apa aku barusan di tolaknya?" gerutunya masih dalam hati.


"Eng, anu.. omongan aku barusan tadi, cuma becanda jangan di ambil hati yaa..pikiranku sedang kacau, dan aku cuma mau tau reaksimu aja karena aku kesal padamu.."


Aku tak menjawab hanya terus menatapnya.


"Sampai jumpa!"


Nadia perlahan meninggalkan aku


"Apa kamu...... "


Nadia menoleh lagi, wajahnya bertanya tanya


"Apa kamu benar benar pergi dari rumah? kurasa itu yang kudengar, omonganmu pada Mamamu."


Nadia mendengus kesal, seolah olah yang kutanyakan adalah hal yang salah.


"Itu bukan urusanmu!" jawabnya ketus lalu pergi berlalu.


Sementara aku hanya bisa menatapnya seperti orang bodoh.


****


Di Cafe


#Nadia#


Wajahku benar benar tak enak dilihat, masam dan tampak kusut. Bukan tanpa alasan, sehabis bertengkar justru aku malah mengungkapkan perasaanku pada Arya, bahkan reaksinya ternyata sama sekali menunjukkan tak tertarik padaku.


Aku membenamkan wajahku ke meja. berulangkali aku berujar "Ini memalukan!"


"Nad, Nadiaa.. udah sih jangan terlalu menyalahkan diri kaya gitu." sahut Alma, aku terperanjat.


"Ko lo tau ma gue lagi nyalahin diri sendiri? apa jangan jangan kalian tadi denger.." suaraku makin mengecil.


"Pasti karena pertengkaran lo sama nyokap lo ya nad, lo kaya gini?" timpal Ina

__ADS_1


"Mama? ah, iyaa karena Mama gue yaa.." kilahku nyengir.


"Syukurlah mereka gak tau, bisa tengsin.." gumamku dalam hati.


"Udah sih nad, mending lo pulang minta maaf sana. Bisa bisa uang saku lo di potong lagi kalo kaya gini terus!" tambah Ina


Aku menggeleng keras


"Gak! gue gak mau pulang sebelum Mama minta maaf sama gue, biarin aja Mama nyariin gue. Ehm, malem ini ada yang bisa ditumpangi rumahnya???"


"Sory nad, rumah gue lagi di renovasi.." jawab Alma, aku memanyunkan bibirku


"Yang lain, Ipeh? Ina?? bisa doooong???" seruku lagi mereka tampak pura pura tak mendengarku.


"Eh iya, Karina test nya udah selesai belom yaak?" Ipeh mengalihkan pembicaraan


"Ohiya, diakan lagi test matematika di tempat si Moses.."


Aku mendengus kesal, mengacak acak rambutku karena frustasi.


****


Di tempat les


Karina mengerjakan soal Matematika dengan rasa percaya diri, ia yakin sekali kalo ia bisa masuk ke les private nya Pak Haykal.


Sementara Mama Nadia masih saja bernegosiasi dengan Pak Haykal, walaupun Pak Haykal sudah mengatakan kalau aku yang memang tidak mau ada dikelasnya Pak Haykal.


Karina tersenyum sinis melihat Mama Nadia,


"Halo tante selamat sore.." sapanya


Mama Nadia menoleh "Iya, halo juga!"


"Aku Karina tante temannya Nadia, tadi aku abis test level untuk masuk ke kelasnya Pak Haykal. Berkat Nadia keluar, aku jadi bisa ikut test deh.." sahut Karina memanas manasi


"Nadia gak keluar ko, ini cuma salah faham aja, kamu kata siapa?" kilahnya


Karina tak mengubrisnya, ia malah melihat ponselnya dan berkata,


"Duluan ya tante, aku udah di jemput.." iapun berlalu menuruni tangga.


Sang Mama buru buru segera naik ke mobil. Ia terus saja menggerutu kesal dengan tingkah Nadia.

__ADS_1


"Nadiaaa, ya ampun anak bodoh itu!! apa sih yang ada difikiran dia?? disaat orang orang berlomba lomba jadi yang paling atas dia malah.. Arrrrggghttt, awas aja anak itu kalo pulang kerumah..!!"


Mama Nadia nampak memukul mukul stir mobilnya dengan keras karena geram.


__ADS_2