Saat Masih 17 Tahun

Saat Masih 17 Tahun
Keahlianku


__ADS_3

Di kantin


#Arya#


Aku berjalan gontai memasuki area kantin, perutku terasa lapar karena dari Sukabumi belum makan apapun.


"Aryaa.. " panggil Moses melambaikan tangannya


"Sini gabung," ujarnya lagi akupun duduk di


samping Nino


"Bagaimana kau suka di sekolah ini?" Tanya Moses ramah menyeruput es jeruknya


"Mengapa kau melakukan itu?" tanyaku kalem


"Apa maksudmu?" Tanya Moses bingung wajah Nino dan Dian juga sama bingungnya


"Berbohong tentang alasanku pindah dari sekolah lamaku?"


"Hei, kufikir kau tak nyaman dengan itu.." Moses berusaha mengendalikan dirinya


"Tetap saja bukan berarti kau harus berbohong kan!!" tukasku lagi lalu beranjak dari kursi


"Hai, kemeja biru kita ketemu lagi, ternyata kita Sekelas." sapa Nadia padaku


"Kalian saling kenal?" tanya Moses seraya berdiri


"Tadi ketemu di jalan.." jawab Nadia kalem


"Di parkiran sepeda," jawabku


Nadia tampak tersenyum


"Ternyata kamu masih inget aku ya??" ujarnya aku salah tingkah


"Ohya, Arya belum ada kelompok untuk kinerja kerja ya, Karina gimana kalo Arya ikut di kelompokmu?"


"Kelompokku sudah selesai mengerjakannya dan sudah di kumpulkan juga!!" jawab Karina

__ADS_1


Moses tampak berfikir mengerutkan keningnya


"Bagaimana kalo Arya ikut kelompokku? kan kelompokku juga kurang 1orang?" Nadia menimpali


"NADD..!!!" seru Ina kaget


"Nanti aku kabari kamu ya tugasnya apa aja, yuk duluan." jawabnya dan berlalu kulihat Moses tampak gusar kemudian menyusul Nadia dan teman temannya


"Wah beruntung lo bro, masuk ke kelompoknya si Nadia. Dia paling jago dalam kinerja kerja," seru Nino menepuk bahuku


****


#Nadia#


Ina setengah berlari mengejarku


"Nad, ish apaan sih lo maen masuk masukin orang aja tanpa diskusi sama gw, sama Alma!!" omelnya aku tersenyum


"Kenapa musti diskusiin segala sih? cuma masukin satu orang juga. Lagian selama ini banyakan siapa yang ngerjain coba? terus lo mana tugas yang kemaren gw minta? dari kemarin belom di kumpulin juga??" balasku mencecar Ina sukses membuatnya tercekat


"Eng, eng.. anu nad, ya ampun lo kejam amat sih sama gw. Iya nanti gw kerjain pulang sekolah." jawab Ina sambil cemberut


"Kamu yakin masukin Arya ke kelompokmu? tidakkah mengganggu nilaimu nanti?" tanya Moses khawatir


"Kamu tenang aja nak, aku ini sangat ahli dalam kinerja kerja huehehe.." jawabku menepuk punggung tegap Moses


(Moses adalah temanku sejak Kecil. Sejak Tk kami sudah sekolah bersama sama)


****


Pulang sekolah


#Arya#


Sepulang sekolah aku menghampiri sebuah minimarket SEVEL untuk melamar pekerjaan paruh waktu, aku yakin sekolah di Jakarta biayanya pasti tidak murah dan juga biaya hidup serta kontrakan. Ibu pasti sudah mengeluarkan banyak uang.


'Krek'


Pintu minimarket ku buka

__ADS_1


"Selamat datang.." sapa penjaga kasir


"Anu kak, saya mau melamar kerja paruh waktu," ucapku


"Oh, anak SMA ya?!" tanyanya lagi melihat seragamku aku mengangguk


"Kamu punya keahlian apa?" tanyanya


"Apa?" tanyaku balik karena terkejut


"Iya kamu punya keahlian apa? biar aku bisa pertimbangin kamu layak gak kerja di sini?"


Aku menggaruk pelipisku


"Harus punya keahlian ya kak?!" tanyaku lagi ia mengangguk


Aku masih bingung keahlian apa yang aku punya, lalu aku melihat CCTV seorang pria ke-Gap sedang mengutil makanan karena dia sudah ketauan, dia segera bergegas lari.


Tanpa banyak bicara aku segera mengejar pengutil itu. Kami cukup lama saling kejar Kejaran, perlahan dia melempar makanan yang ia sembunyikan di balik jaketnya, aku masih terus mengejarnya hingga makanan itu benar benar sudah ia kembalikan semua.


****


Nafasku tersengal sengal mengembalikan makanan itu, ku letakkan semuanya di meja kasir.


"Wah, kamu hebat juga ya.." seru kakak tadi lalu ia mengambil keranjang di berikannya kepadaku, aku kebingungan.


"Cepet taro ini semua ya, balikin ke posisi nya. Ternyata keahlianmu itu berlari," suruhnya aku menurutinya namun masih kebingungan.


Di sela sela ku taro makanan ini aku masih penasaran.


"Kak apakah ini artinya aku di terima?" tanyaku lagi.


"Semua tergantung kamu bener gak balikin makanan itu!!" jawabnya.


Aku tersenyum sumringah, akhirnya aku punya pekerjaan juga.


Kakak itu menghampiriku memberikan rompi kerja.


"Selamat Bekerja Paijo..." sambutnya

__ADS_1


"HAH??!" Aku memanyunkan mulutku melihat rompi bernamakan PAIJO


__ADS_2