Saat Masih 17 Tahun

Saat Masih 17 Tahun
Bungkam


__ADS_3

Pagi Ini


Kelvin datang dengan suara ributnya dan berkata jika di ruang guru ada Komite sekolah datang.


"Diruang guru rame banget ada komite sekolah, katanya Nyokapnya si Moses lapor kalo anaknya dipukulin si Arya.."


"Lo kata siapa vin?" tanya Dito


"Gw barusan dipanggil ke ruang guru, kayanya masalahnya bakal rame nih.."


"Si Moses lebay amat si, lukanya perasaan gak parah." ujar Ipeh


"No, dipanggil Kepsek suruh keruang Bp.." seru Dian menaruh tasnya ke meja, Nino bergegas pergi.


"Lah,lah ko si Nino ikutan dipanggil? ada masalah apaan yak?" tanya Ina bingung, Alma hanya menunduk.


Moses datang dengan wajah tenangnya.


"Ses beneran nyokap lo ngelaporin Arya ke sekolah tu?" tanya Ipeh


"Si Arya udah kaya genkster aja, mukulin orang tanpa sebab.." jawabnya enteng, Alma melototinya Moses terkesan kikuk lalu berlalu pergi.


Nadia terdiam dengan berbagai macam pertanyaan dihatinya.


****


Di ruang Bk


Arya,Moses dan Nino serta beberapa Komite sekolah sudah masuk keruangan Bk, Pak Kepsek melarang Pak Rian untuk ikut masuk.


"Pak, saya mau masuk, " ujar Pak Rian yang ditahan di depan pintu.


"Pak Rian gak perlu masuk, Pak Rian bukan Wali kelas mereka.." hardik Pak Kepsek


"Taa, taapi pak, saya yang ngelaporin ini ke Bapak. Saya juga berhak tau apa yang terjadi,walau saya hanya guru pengganti.."


"Iya, terimakasih untuk infonya.Tapi Wali kelas mereka akan segara masuk lagi, sebaiknya berkemaslah dari mejanya sebelum ia kembali..!!"


'Bruk'


Pintu ruangan ditutup bahkan dikunci, Pak Rian menatap Arya hanya dari kaca.


****

__ADS_1


2 jam berlalu


"Kenapa mereka lama sekali?" gumam Pak Rian.


Sementara di ruang Bk, sudah terhubung Tono dari sebrang telpon.


"Tono bisa kamu ucapkan, kata katamu pada Arya?" suruh seseorang dari Komite sekolah.


Hening, Tono masih diam saja


"Pak katanya Nino membayar mereka juga untuk memukuli Arya, coba di tanyakan juga.." suruh Kepsek.


"Tono benarkah Nino sudah membayar kamu dan teman temanmu?" tanya mereka lagi


Masih hening, Tono masih tak mau bicara.


"Tono.."


"Saya tidak pernah menerima uang!" jawabnya pelan, mereka terkejut.


"Apa benar kamu memancing Arya supaya Arya terlibat perkelahian denganmu agar Arya di keluarkan dari sekolah?" tanya Kepsek kali ini.


"Tidak!"


Moses tersenyum licik menatap Arya penuh kemenangan.


Pintupun terbuka, Kepsek dan para Komite sekolah pergi meninggalkan ruang Bk. Di susul Moses dan Nino.


Pak Rian menatap wajah sedih Arya, sepertinya tidak berjalan baik untuk Arya, Ia membalikkan badannya.


"Ya tuhan, kenapa aku tidak berguna sekali.Bodohnya aku, aku sudah dewasa tapi tak bisa melindunginya, apa aku pantas disebut guru??" ia mengutuki dirinya yang sangat iba pada Arya.


****


Sementara Moses dan Nino berjalan di koridor.


"Semua beres no.." kata Moses senang, Nino hanya tersenyum tipis. Sejujurnya ia sangat merasa bersalah pada Arya.


Malam itu, tadinya Nino sudah bertekad akan bersaksi jujur atas perbuatannya pd sekolah namun Moses meneleponnya dan berkata ibunya sudah mengurus semuanya.


Nino sesungguhnya tak tau harus berkata apa ia hanya merasa saat itu Mengikuti kata Moses pilihan terbaiknya.


"Kenapa? kau fikir aku akan meninggalkanmu? tidak mungkin no, kau tau kan kemarin aku hanya kesal dan panik?" seru Moses menepuk bahu Nino.

__ADS_1


Nino tersentak kaget.


"Terimakasih ses, kau memang temanku yang dapat kupercaya.." jawabnya pelan.


****


Di dekat kantin.


Moses menelepon Maminya untuk menyampaikan kabar gembiranya.


"Semua berjalan lancar mih."


"Benarkah? syukurlah.Untung saja Papimu tidak tau, jangan kau ulangi lagi.."


"Iya mih, maafin Moses yaa.."


"Iya sayang.."


Telpon tertutup, Maminya menghela nafasnya di pandangi sebuah majalah bertuliskan "Bagaimana karyawan biasa bisa menanjak menjadi CEO" yang tak lain gambar suaminya sendiri.


Pak Rian yang melihat Moses, segera memanggilnya


"Moses.."


Moses menoleh menghampiri Pak Rian.


"Bapak sudah mendengar hasil rapatnya, Arya salah faham padamu dan Nino.."


Moses tersenyum kecil


"Apakah itu benar?"


"Tentu saja,"


Pak Rian tersenyum dan mengangguk


"Benar, mana mungkin kamu berbohong,"


Moses menunduk takut


"Moses, Bapak mau minta maaf padamu, setelah ku ingat ingat, kurasa aku hanya melihat situasinya dari perspektif Arya saja. Aku pasti kasihan melihat Arya, tapi kamu juga muridku. Maaf sudah mencurigaimu ya.." papar Pak Rian


"Gak papa pak, Arya hanya tidak beruntung.Bapak hanya ingin membela orang tidak beruntung.Itu bisa di mengerti, saya permisi pak!" jawab Moses lalu pergi meninggalkan Pak Rian.

__ADS_1


"Tidak beruntung?" ia tercengang dengan kata kata itu.


"Semoga saja, permintaan maafku tak sia sia.." gumamnya melihat Moses berjalan tertawa bersama teman temannya.


__ADS_2