Saat Masih 17 Tahun

Saat Masih 17 Tahun
Jalani test di taman


__ADS_3

#Arya#


Aku sedang berjalan jalan sendirian di taman, lalu melihat Pak Rian sedang melamun wajahnya lesu sekali.


'praaang'


Aku dengan sengaja melempar bekas minuman soda di tepat di samping Pak Rian agar menyadarkan lamunannya.


"Kamu rupanya.."


"Maaf pak, saya lagi mau buang sampah." jawabku seraya memungut kaleng tersebut


"Oh..kalengnya bisa menggelinding sendiri ya.." sahut Pak Rian nyeleneh


Aku menggaruk pelipisku "Maaf pak.."


"Pak," panggilku berbalik lagi, Pak Rian menengok


"Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan.."


"Apa itu??"


"Apa impian Bapak?" tanyaku memainkan jari jemariku, kaleng soda sudah ku buang.


Pak Rian nampak tertegun,


****


Sementara di depan kelas


Nadia dan teman temannya masih membicarakan tentang keputusan Pak Rian yang membatalkan test bahasa inggris tadi.


"Heran juga ya, tiba tiba test dibatalkan gitu aja yaa? seperti ada yang udah maen adu aduan nihh." ujar Ipeh menopang dagunya lalu melirik Karina yang baru datang.


"Apa? kamu nuduh aku?" bentaknya


"Weyy, santai aja dong kalo bukan lo yang lakuin, gak usah nge gas.." timpal Ipeh lagi, Karina melototi Ipeh, tapi Ipeh gak mau kalah.


Teman teman mereka melerainya,

__ADS_1


"Udah udah kenapa jadi ribut sih! aku juga kesal gak jadi test nya tau.." lerai Nadia berapi api mereka melongo bingung.


"Nad, ngapa jadi kesel nad??" tanya Ina


"Ya kesel lah, udah capek capek ngajarin bocah dodol itu malah testnya gak jadi, sia sia aja waktu gw kemaren arrght.." jawab Nadia kesal tapi juga kikuk dengan pandangan teman temannya, ia memutuskan pergi menghindar.


"Tu anak kesambet apaan??" tanya Ipeh pada Alma dan Ina, mereka mengangkat bahu.


Karina pergi melengos dengan wajah angkuhnya, hampir saja kaki Ipeh mengenai bokong Karina. Ipeh menendang Karina dengan kesal.


****


Kembali ke taman


"My dream is.."


"Pak saya gak ngerti bahasa inggris.." aku memotong jawaban Pak Rian


"Hmm, Impian Bapak??? aha, membeli barang barang diskonan dengan suka cita tanpa perlu berhemat hahhahaa..Bapak ini gemar berbelanja.. " jawabnya palsu, Aku tersenyum simpul


"Kurasa bukan itu.." jawabku pelan


"Bapak mirip sekali denganku.."


"Apa?"


"Sama sama tak punya impian!"


"Hahaha, tidak juga bapak beda dong dengan kamu. Ingatan Bapak aja yang sedikit merosot..."


Aku tersenyum "Kurasa aku benar.."


"Hei, kau sekarang jadi banyak bicara yaa.." Aku mendelik mesem.


"Pak Rian.." panggil Nadia menghampiri kami berdua.


"Ada apa ini? kami sudah giat berlatih untuk test bahasa inggris. Kenapa malah dibatalkan??" omel Nadia


"Hm, Nadia maafkan Bapak..." Pak Rian menunduk.

__ADS_1


"Setidaknya biarkan kami melakukan testnya disini. "


"Apa?" aku membelakkan mata


"Aku sudah mati matian melatih dia. ini tidak adil.."


Aku memandang Nadia bingung


"Kamu melatih dia? hm, tunggu.. Baiklah Bapak izinkan kalian menjalani test special disini.."


Kamipun melakukan test percakapan ditaman.


'What your dream?


My dream is to sleep in a dark room with lights out, since childhood I always slept alone. Therefore I always sleep with the lights on as if, ghosts, zombies, and monsters will attack me if I turn off my lights. however, until now I still sleep in the lights on, not because of fear of ghosts but because if I turn off the lights I feel lonely'


Aku memulai percakapan itu dengan sangat hati hati. Nadiapun berkomunikasi dengan sangat baik, menceritakan keinginannya ingin menjalani hidupnya sesuai dengan standar nya bukan standar sang Mama ataupun orang lain.


Pak Rian bertepuk tangan.


"Wow, Nadia kamu hebat!"


puji Pak Rian kemudian, hanya menyalami tangan Nadia, kamipun tersenyum puas.


"Baiklaah, walau tidak secara resmi kalian ku beri nilai 100,,"


Mata kami berbinar bahagia.


"Karena kalian menjalankan test ini dengan baik, bagaimana kalo sepulang sekolah nanti kalian Bapak traktir makan burger di MCd?"


"Asyikkk.." Pekik Nadia girang


"Anu pak, saya gak bisa. Saya harus kerja.." tukasku lesu


"Ah, ayolah Arya kamu masih punya waktu sedikit kan.." bujuk Nadia


"Iya Arya, ayolah sebentar saja ko.." timpal Pak Rian


Aku terdiam sejenak lalu mengangguk senang, kami bertiga bertepuk tangan.

__ADS_1


Tiba tiba ponselku berdering saat kami hendak kembali kekelas, aku mengangkatnya kemudian airmukaku langsung berubah pias.


__ADS_2