Saat Masih 17 Tahun

Saat Masih 17 Tahun
Melukai Harga diri Pak Rian


__ADS_3

Di sekolah


Hari yang dinanti Nadia dan Arya pun tiba, hari ini test Bahasa Inggris yang sudah ditugaskan Pak Rian seminggu yang lalu. Baik Nadia maupun Arya sudah mempersiapkannya begitu matang. Bahkan Arya sampai tidur di meja belajarnya malam tadi saking betul betul menghapalkannya.


"Kamu sudah hapal semua?" tanya Nadia, Arya mengangguk saat mereka berjalan menuju kelas.


****


Di ruang guru


Pak Rian nampaknya sedang siap siap menuju kelas kami. Namun dihadang pak Kepsek. Rupanya ada wali murid melaporkan test ini, Pak Kepsek memarahi Pak Rian karena menurutnya test ini membuang waktu anak anak yang harusnya fokus belajar untuk UAS dan Pak Rian harus membatalkannya.


Pak Rian mulai frustasi, sekuat apapun ia melawan nampaknya Pak Kepsek tak bergeming, setelah memarahi Pak Rian, Pak kepsek pergi begitu saja..


"Pak Rian, Pak Kepsek udah pergi tuh.." seru Bu Wina.


"Kemana?" jawabnya acuh tak acuh.


"Sepertinya ke Diknas.."


Seketika mata Pak Rian berbinar, bagaimanapun anak anak pasti nanti akan kecewa jika test ini di batalkan.Mereka pasti sudah berlatih sejak seminggu lalu.


Sesampai di depan pintu kelas Pak Rian menghela nafasnya.


'ceklek'


"Good morning student's..." sapa Pak Rian riang


"Morningggg..." jawab mereka.


"Hari ini sudah siap test bahasa inggrisnya????"


"Siap paaak.." jawab mereka serempak.


"Pak, tak bisakah ganti patner?" seru Karina cemberut.

__ADS_1


"Gak bisa dong Karina, memangnya kenapa dengan Kelvin diakan hebat? betulkan Kelvin??" jawab Pak Rian tersenyum


Kelvin cengar cengir girang, Karina mendengus sebal.


"Baiklah, yang pertama silahkan Gilang dan Ina.."


Mereka sorak sorai bertepuk tangan.


Gilang dan Ina memulai percakapan bahasa Inggris mereka dengan lancar, menceritakan impian mereka kedalam bahasa inggris.


"Wuah, gak sangka si Ina bisa lancar begitu yaa.." sahut Ipeh pada Nadia.


"Itulah kekuatan cinta.." jawab Nadia terkekeh, ia menoleh ke kursi Arya mereka saling pandang dan tersipu.


Ina dan Gilang pun telah selesai, semua bertepuk tangan.


"Bagus sekali Gilang,Ina..." ujar Pak Rian


"Tunggu lang, eng pak.. saya masih ada lagi 1 impian.." tahan Ina pada Gilang yang mau kembali ke kursinya


"Na, kita udah selesai.." bisik Gilang bingung


"Hmm, Impianku yang satu lagi adalah... eng, jadi pacar kamu gilaaang!"


Semua orang dikelas berteriak dan bersorai sorai, tak menyangka Ina nembak Gilang didepan kelas seperti ini. Ina tersipu malu, Gilang nampak bingung dan malu.


Pak Rian tampak mengangkat tangannya tak percaya.


"Terimaaaa... terimaaaa.. terimaaaaa.... "


Itulah sorak sorai mereka, Gilang menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu mengangguk Ina menjerit kegirangan.


Pak Rian nampak tertawa dan bertepuk tangan. Lalu suasana tiba tiba hening.


Ternyata Pak Kepsek sudah berada dibelakang Pak Rian, Pak Rian menelan ludahnya.

__ADS_1


****


Di ruang guru


'Brak'


Pak kepsek menggebrak meja kerjanya, Pak Rian terkejut dan gugup


"Beraninya kau tak mendengarkan kata kataku Pak Rian Nugraha!!" bentaknya


Pak Rian menunduk


"Maaf pak, saya fikir test ini juga penting dan di nanti anak anak..."


'Brak'


Gebrakan meja, memotong jawaban Pak Rian


"Kata siapa mereka menantinya hah? kamu malah membuat anak anak kecil itu mengungkapkan perasaannya. Kamu fikir tadi saya tak melihat hah?!"


Pak Rian masih menunduk


"Kamu jangan macam macam ya Pak Rian, ingat statusmu cuma wali kelas pengganti disini, Tau diri dikit dong!!!" tukas Pak Kepsek lagi. Rasanya kata kata itu amat melukai perasaan Pak Rian.


"Saya gak mau tau, cepat batalkan test itu! sana kembali ke kelas..."


Pak Rian melangkah gontai menuju kelas, rasanya ingin menangis.


"Ada apa denganku? haisst, aku tak boleh lemah!" gumamnya di depan pintu kelas berusaha tegar.


Iapun masuk kekelas, semua anak anak ribut merasa tidak senang dengan pernyataan Pak Rian. Pak Rian tertawa palsu, Arya sedari tadi memperhatikan sikap Pak Rian sedang berpura pura biasa saja, tapi matanya menunjukan kekecewaan.


****


Pak Rian duduk sendirian di taman saat jam istirahat. Sungguh kata kata Pak Kepsek melukai harga dirinya.

__ADS_1


"Kamu itu cuma guru pengganti, tahu diri dikit dong!"


"Memangnya apa yang salah dengan guru pengganti?? rasanya seperti kehilangan harga diri saja.." gumamnya dalam hati matanya berkaca kaca.


__ADS_2