Saat Masih 17 Tahun

Saat Masih 17 Tahun
Mencari kebenaran


__ADS_3

Di ruang guru.


Pak Rian memikirkan apa yang terjadi pada ketiga muridnya (Arya, Moses dan Nino) kemudian ia menceritakan semuanya kepada Pak Kepsek. tapi Pak Kepsek malah mati matian Membela Moses, ia berkata itu cuma akal akalan Arya supaya bisa memukuli Moses.


"Aku harus mencari tau sendiri kayanya." ia menggumam.


Pak Rian segera bergegas keluar sekolah, ia mencoba menemui Tono di kampungnya Arya.


Sementara di gerbang sekolah Alma sudah menanti Moses, Moses terperangah.


"Gw gak akan bicara pada siapapun, tapi pastikan Nino tidak dalam masalah. Kalau engga, akan gw sebarin kelakuan busuk lo ke semua teman teman!!" sahut Alma dengan nada mengancam, wajah Moses nampak khawatir dengan ancaman Alma.


****


Di SEVEL


#Nadia#


Aku memperhatikan Arya dari kaca jendela luar, ku lihat wajahnya begitu lesu dan sendu seperti tidak ada lagi semangat hidup. Sungguh, aku sangat tak tega melihatnya begini.


"Apa kutemui aja ya dia?" bisikku,


Baru saja beberapa langkah, kuurungkan niatku karena Ibunya Arya nampak baru saja datang. Akupun berlalu menuju tempat les


****


"Ayolah nak, kamu makan dulu. Tadi pagipun kamu gak sarapan." bujuk sang Ibu


"Arya belum laper bu.." jawabnya


Ibu Arya menghela nafas, "Pokoknya Ibu gak mau tau kamu harus makan sekarang juga kalo engga, Ibu gak akan pulang pulang ke Bekasi. Ibu akan nungguin kamu disini sampe kamu makan. Biarin aja kalo sampe Ibu di pecat, itu salahnya Arya!!" seru sang Ibu sambil melipat kedua tangannya di dada


Arya menggaruk pelipisnya, kemudian ia mengambil kotak bekalnya.


****


3 jam berlalu

__ADS_1


#Pak Rian#


Pak Rian sudah sampai di Sukabumi kampung kelahiran Arya. Cukup lama ia mencari sekolah Arya yang lama dan mencari alamat rumah Tono.


Pak Rian sampai di sebuah rumah kampung bercat kuning gading, nampak di depan rumah ada seorang anak sedang asyik memainkan ponselnya sesekali menghisap rokok ditangannya.


"Permisi, Tononya ada?" tanya Pak Rian


"Saya Tono.." jawabnya menunjuk dirinya sendiri. Pak Rian tersenyum


"Kebetulan sekali, saya Pak Rian gurunya Arya boleh kita bicara?"


"Ii.. iya pak silahkan duduk.." jawab Tono takut sekaligus bingung.


"Begini tono, apa yang kamu katakan pada Arya itu benar?"


"Apa?"


"Tentang murid Bapak yang bernama Nino, mengapa kamu memberi tahu Arya soal ini?"


"Benarkah muridku yang bernama Nino membayar kalian?"


"Nino menghubungiku via inbox fb, dia menjanjikan akan memberi kami uang kalau kami bisa membuat Arya bertarung dengan kami. si bedebah Nino itu ternyata berbohong, setelah kami di Jakarta ia hanya memberi kami uang sedikit. Kami menyesal mengikuti kemauannya waktu itu.." Tono menunduk tak berani menatap Pak Rian.


"Begitu yaa.." Pak Rian menghela nafasnya.


"Kalau begitu aku mau kamu bersaksi atas kesalahanmu, tolong lakukan itu. Kamu bisa mengatakan apa yang kamu lihat bukan?" pinta Pak Rian.


Tonopun mengangguk lemah.


"Terimakasih Tono." ucap Pak Rian memegang tangan Tono sesaat.


Pak Rian sedikit bernafas lega atas kesaksian Tono, ia segera menelepon Arya.


"Oh arya kamu ada dimana?"


"Ditoko pak.."

__ADS_1


"Bapak sekarang ada di kampungmu, di Sukabumi,"


"Bapak di Sukabumi? sedang apa?"


"Bapak menjumpai Tono, Tono sudah menceritakan semuanya ke Bapak. Besok ia akan bersaksi untukmu.."


"Benarkah?"


"Iya dia mau mengakui kesalahannya padamu, Bapak juga sudah memberi tahu pihak sekolah. Kita berkumpul besok untuk mendengar seluruh cerita dan mencari solusinya.Menurutku Nino pasti punya alasan melakukan itu.Jangan terlalu kesal dan kecewa nak??" papar Pak Rian


"Iya pak,terimakasih,"


"Kamu berterimakasih? lihatlah semua akan membaik, dunia tak sekejam yang kau fikirkan.Mari kita ubah keadaannya.."


"Sampai jumpa besok pak,"


"Hm, baiklaah"


Pak Rian menutup ponsel dan segera pulang.


****


#Nino#


Nino terngiang ngiang ucapan Moses


"Ta, tapi kau bilang kalau ada apa apa kau akan mengurusnya?"


"Tapi aku tak menyuruhmu membayar mereka. Pikirkan saja sendiri!!"


Ia sendiripun sejujurnya sedang bingung dan ketakutan, ia menghela nafasnya dengan berat. Mengetik pesan untuk Alma.


"Alma sayang, tolong angkat telponku.."


Ia melangkah gontai namun di hadang Arya.


"Astaga.."

__ADS_1


__ADS_2