
#Arya#
Aku baru tiba di loker kelas hendak mengambil buku pelajaran, Moses datang bersama Nino
"Lihat si pengecut ini balik lagi ke sekolah," bisiknya sinis
"Kenapa emangnya? kamu tak nyaman?" aku balik bertanya sinis.
"Hah, dasar tak tau malu!"
"Moses, kau jangan macam macam denganku. Selagi kau tak mengusikku, aku takkan bereaksi apapun dan mengabaikanmu!." seruku menutup pintu loker dengan keras.
"Wah wah? sudah berani lo ya.. " gumam Moses menatapku kasar seperti mengajak berantem aku membalasnya tak mau kalah.
"Udah, udah ayo ses udah mau masuk kelas," lerai Nino mengajak Moses pergi
"Akhirnya kamu gak melarikan dirimu ya," tiba tiba Nadia ada di belakangku aku menoleh dan lalu tersenyum tipis.
"Syukurlah Arya aku lega melihatmu ada disini, aku duluan ya.." tambahnya lagi dan berlalu, aku selalu salah tingkah dibuatnya.
****
Suasana kelas teramat gaduh, Kelvin tak henti hentinya menggoda Karina walau Karina sudah melototinya, Gilang asyik tertidur di samping kursi Arya, sedangkan Ipeh asyik memainkan kartu tarotnya di meja Nadia.
Moses? jangan ditanya dia gila belajar, entah apa yang ditulisnya seolah olah tak lelah tangannya menulis.
Pak Rian datang dengan wajah sumringah dan lucu seperti biasa,
__ADS_1
"Anak anak ayo diam dulu, mari kita belajar!!" serunya, sukses tak di ubris mereka, Pak Rian terus menerus merengek agar anak anak bisa diam sejenak tetap saja mereka gaduh.
'Brak,brak,brak'
Meja Moses terdentum kencang selama 3kali, Moses yang memukulnya suasana langsung hening.
"Maaf ya pak, aku terlalu fokus belajar!" ujarnya Pak Rian tersenyum kecut
"Iya tak apa Moses, terimakasih yaa." jawabnya. Ku perhatikan Pak Rian tak nyaman dengan perlakuan Moses, aku memandang Moses di belakang punggungnya.
"Baiklah anak anak minggu depan kita akan mengadakan ujian sesi percakapan lewat bahasa inggris.."
'Huuuuuuuu' sorak mereka, Moses mengangkat tangannya.
"Maaf pak, ini sudah mendekati UAS kami harus fokus belajar untuk ujian.." tolak Moses
"Hm, begitu ya.. tapi maaf Moses ini juga salah satu dari ujiankan? hmm," jawab Pak Rian hati hati Moses terdiam.
Nadia maju kedepan, aku memandangi wajah imutnya dengan rambut sebahu dan berponi tipis.
"Teman teman saya akan mulai mengacak undiannya ya, caranya yang cowo cowo silahkan tulis nama kalian, nanti kita yang cewe cewe yang akan memilihnya.."
"Uh, itu bagus Nadia.." pekik Pak Rian bertepuk tangan Nadia tersipu.
Dan mereka pun mulai menulis nama nama mereka dan memasukkan ke dalam kardus, Nadia memutari meja 1 persatu.
"Hm, baiklah semuanya sudah mengisi ya sekarang kita mulai cewe cewe silahkan mengambil kertasnya, " kata Nadia lagi.
__ADS_1
Berjalanlah sesi ini, Alma mengambil kertas bertuliskan nama Nino yang memang sudah mereka rencanakan , Ina mengambil nama Gilang sangat kegirangan, Karina kesal karena mendapat nama Kelvin, sorak sorai bergantian membuat kelas semakin gaduh.
Tersisa hanya dua kertas, Nadia menyuruh Ipeh mengambilnya namun Ipeh menolak katanya kartu tarotnya sedang tidak bagus, jadi ia meminta Nadia duluan yang mengambil. Nadia pun setuju diambilnya salah satu kertas tersebut, yang ternyata milik Moses dan Aku.
"Arya.." seru Nadia seraya menunjukan kertas kecil dihadapan teman temannya mereka menyoraki,
Wajah Moses merah padam karena kesal.
Aku melotot tak menyangka ternyata Nadia memilih kertasku. Kertas itu memang sengaja kubuat dengan gambar kacang polong, seolah olah aku mengharap Nadia yang mengambilnya, Ah wajahku tak dapat ku sembunyikan betapa gembiranya. Gilang menyenggol bahuku seperti hendak menggoda saja.
"Baik sudah ditentukan patnernya masing masing, mulai dari sekarang kalian berlatihlah minggu depan kita mulai ujiannya. sekarang kita lanjutkan pelajarannya.." seru Pak Rian
Nadia sesekali melihatku sambil tersenyum, aku membalasnya sesekali mengusap rambutku dengan kaku.
****
#Nadia#
"Arya.." panggilku di depan perpustakaan, ia menoleh
Ku perlihatkan kertas kecil bertuliskan namanya. Ia mengangguk kikuk di usapnya pelipisnya..
"Jadi kapan kita mulai latihan?" tanyaku antusias
"Gak bisa sekarang, aku sibuk harus kerja.." jawabnya kalem
"Aduh sialan ni anak, udah gw pilih dia malah nolak gw.." gerutuku dalam hati.
__ADS_1
"Eng, gini nad..akukan baru aja masuk kerja, jadi rasanya gak etis udah ijin segala.." jelasnya
"Yaudah, aku juga sibuk ko.. nanti aku chat aja.." sahutku memanyunkan bibirku dan ngeloyor pergi.