
Di ruang guru
#Moses#
Saat istirahat Moses menghampiri Pak Rian di ruang guru.
"Ada apa Moses?" tanya Pak Rian
"Mengenai ujian percakapan rasanya kurang etis pak di undi seperti tadi, ini bisa mempengaruhi nilai mereka.." serunya mengemukakan pendapatnya. Pak Rian menghela nafas,
"Justru ini malah bagus, jadi yang jago bahasa inggris bisa mengajari yang kurang. ayolah kamu tenang aja, kamu terlalu memikirkan teman temanmu. " kilah Pak Rian
"Tapi pak. .."
"Sudahlah Moses, kamu pun di pasangkan dengan siapapun nilaimu tetap sempurna.." Moses terdiam tak bisa berkata, iapun mengangguk lalu ijin pergi.
****
Wajahnya kesal karena Pak Rian tak mau mendengarkannya. Ipeh menepuk bahunya Moses tampak terkejut
"Kitakan patner nih ses sekarang, kapan kita mulai latihannya? mau latihan di cafe mana? beli cemilan dulu kali yak?" tanyanya bertubi tubi makin membuat Moses kesal.
"Nanti saya akan buatkan kalimatnya kamu tinggal menghapal aja ya.. " jawab Moses lalu pergi tapi Ipeh masih menahannya
"Apa apaan sih ses, kita kan patner masa begitu? lagipula emang lo tau apa impian gw?" kilah Ipeh sewot
"Tenang aja, saya pastiin nilai kamu sempurna.." ujarnya lagi dan pergi begitu saja
"Ih anak itu, makasih ses.. " teriak Ipeh
****
Dirumah
#Nadia#
Aku tampak gusar, percakapan apa yang bisa ia buat dengan Arya. di lihatnya profile Arya berkali kali lalu ia mencoba mengetik sesuatu,
'Arya coba kamu menulis beberapa kata dalam bahasa inggris'
__ADS_1
Aku memulainya dan harap harap cemas menunggu balasan darinya.
'kenapa?'
"Hah? apaan sih nih anak ko malah balik tanya kenapa?" aku mengernyitkan dahiku
'Untuk referensi saja seberapa bisa kamu berbahasa inggris'
Balasku. dan chatku tak dibalas lagi sampai malam?!!!
****
Sementara di minimarket Arya kebingungan menjawab chat dari Nadia, sungguh ia sangat tak pandai berbahasa inggris.. fikiran ia tentang pertanyaan Nadia menyelimuti isi otaknya.
"Arya balik dulu ya.." seru Kak Jovita
"Kak."
"Apa?"
"Apa kakak bisa berbahasa inggris??"
"Kalo gitu Kakak bisa bantu aku menulis kalimat ke dalam bahasa inggris dong?" tanya Arya sumringah, Kak Jovita terperanjat ia pura pura menelepon Ayahnya dan berlalu pergi. Arya menghela nafasnya.
****
Kemudian ia mencari kalimat dari ponselnya di Google sejurus kemudian di minimarket ada yang datang ternyata Moses.
Arya memperhatikan dengan wajah tak suka
"Kerja di sini lo rupanya?"
"Mau apa?" tanya Arya lalu mengabaikannya
"Aku cuma penasaran, sejauh mana kau bisa berbahasa inggris?"
"Cih, apa pedulimu?"
"Hanya tak ingin jika nilai Nadia nanti terpengaruh karena dipasangkan denganmu, aku akan membantumu, tentu bukan untukmu.. Tapi untuk Nadia, aku tak ingin dia mendapat nilai yang jelek. Biar gimanapun Nadia kan pacarku.." seru Moses, Arya tercekat mendengar ucapan Moses.
__ADS_1
****
Malam harinya di tempat tidur Nadia makin gelisah karena Arya sejak siang sama sekali tak membalas pesannya.
"Arya dodol, dia ngapain sih? gw kaya orang bodoh nunggu jawaban dia.. uhhhhh" umpatku kesal, lalu coba kuketik lagi
'Hei, ada apa denganmu? apa itu terlalu membingungkan kah? begini saja, coba kamu tulis kalimat apa impianmu kedalam bahasa indonesia, nanti biar aku yang terjemahkan dan kamu bisa menghapalnya..'
Selesai mengetik itu aku masi menunggunya hingga ketiduran, ponselku bergetar dari Arya
'Impianku? tidur dengan lampu padam'
Aku melotot, impian macam itu? apa maksudnya dia ingin mempermainkanku? benar benar kekanak kanakan dia. Aku banting ponselku dikasur.
****
Keesokan harinya Arya melihatku jalan bersama dengan Moses wajahnya tampak kesal, ia melewatiku begitu saja.
"Arya.." panggilku ia menoleh, Moses pergi meninggalkan kami dengan wajah sinisnya.
"Kamu chat apaan sih? apa maksudnya impianku tidur dengan lampu padam?" tanyaku
"Silahkan ganti patnermu dengan yang lain" serunya apatis, aku terkejut
"Apa maksudmu?"
"Aku ini bodoh, sama sekali tak pandai berbahasa inggris.. Itu hanya akan membuat nilaimu jelek, silahkan ganti pasanganmu"
"Kamu itu gak tau malu ya, jelas jelas aku memilihmu karna kamu yang meminta bantuan kan?"
"Untuk apa kau membantuku? karena kasihan dengan anak sepertiku?"
"Lalu untuk apa kau membuat kode kacang polong? itu gambar yang sama dengan tugas referensimu, bukankah kau ingin aku memilihmu kan, supaya aku yang mengambil kertas itu??"
"Jangan salah faham, itu hanya kebiasaanku saja membuat kacang polong setiap habis menulis sesuatu.." tukasnya lagi
"Dasar nyebelin, sepertinya aku emang harus ganti patner yang lain.." gerutu kesal pergi meninggalkannya.
Arya menghela nafasnya dengan kasar.
__ADS_1