
Aku terenyuh dengan kata kata Nadia tadi di taman.
Apa kamu tidak masalah menjadi bukan siapa siapa? tidakkah kamu marah mereka melakukan ini padamu??
Aku terdiam dan melangkah gontai menuju ruang guru, aku hendak menemui Pak Rian memberikan selembar kertas permintaan maaf.
Namun belum sempat ku buka pintu kudengar suara Moses berbicara dengan Pak Guru,
"Sungguh? itukah yang terjadi?"
Aku terhenyak dibalik pintu
"Iya pak"
"Apakah kamu benar benar yakin kalo Arya memang melakukannya?" tanya Pak Guru sekali lagi
"Saya sendiri tadinya juga tak yakin, tapi Bayu dari kelas sebelah, yang ikut kursus di sana melihat Arya mencuri jam tangan Pak Haykal" jawab Moses
Aku tercekat, nyaris tak percaya apa yang di katakan Moses
Mengapa ia melakukan ini padaku??
****
Di Lapangan dekat gerbang
Moses berjalan agak cepat sesekali melihat jam tangannya
"Arya? kamu mau pulang?" tanyanya
Aku masih terdiam menghampirinya
"Ada yang ingin kau bicarakan padaku?" tanyanya lagi
Aku masi diam saja, tapi terus mengikutinya
"Ada apa? Aku hampir terlambat ke tempat kursus nih? besok aja aku buru buru" ujarnya tersenyum dan melanjutkan perjalanannya aku tak bergeming, tetap mengikutinya
__ADS_1
"Moses.."
Aku memanggilnya ia menoleh
"Kau kan orangnya!" tuduhku Moses menyerngitkan dahinya
"Apa maksudmu?"
"Kau yang mencurinya!!"
"Mencuri apa? Hah? maksudmu jam tangan milik Pak Haykal??"
Aku masih diam saja
"Tenanglah Arya, aku sudah bilang akan membantumu kaan. Sudah ya aku pergi dulu" berbalik dan hendak pergi
"Mengapa kau akan melakukan itu? pasti ada alasannya kau melakukannya kepadaku" seruku lagi
Moses tertawa tak senang
"Kau jangan coba coba menuduhku yang tidak tidak ya!"
"Lalu apa maumu hah?!"
"Bicaralah kebenarannya, jujurlah pada Kepala sekolah dan semua orang disini!!"
"Heh kau fikir kau siapa menyuruhku hah? dasar sampah!!!" umpat Moses aku seperti melihat wajah aslinya
"Kau mengataiku sampah? bukankah yang sampah itu dirimu sendiri? apa kesalahanku hingga kau tumpahkan semua itu kepadaku?" jawabku keras
Moses tampak panik tapi sejurus kemudian tak kuduga dia menepuk bahuku.
"Maaf Arya kata kataku kasar tadi, sudahlah aku juga yakin kau sedang panik dan bingung. Aku pasti akan membantumu lepas dari masalah ini, aku pergi dulu ya"
Aku menggelengkan kepala tak menyangka dengan sikap Moses yang masih bertingkah baik baik saja.
****
__ADS_1
Di cafe
#Nadia#
Aku merogoh ponselku yang sedari tadi terus bergetar hari ini aku membolos pelajaran tambahan di sekolah dengan nongkrong di cafe bersama teman temanku.
Aku menepuk jidatku kebingungan. Sederet chat dan panggilan masuk memenuhi layar ponselku, mama menyuruhku untuk menemui guru privat yang lokasinya tak jauh dari sekolah.
Setelah ijin dengan teman teman aku berlari mengejar waktu yang hampir saja terlambat, aku harus segera sampai kalo tidak, mungkin mama akan memasukkanku les bersama Moses, aku lebih tak ingin lagi
"Kapan mama gak selalu mikirin karierku.." gerutuku dalam hati dan terus berlari
Tanpa sengaja aku bertemu Arya dari berlawanan arah.
"Kau lagi?"
"Ya, aku lagi.." jawabnya
"Mau kemana?"
"Kerja.. " jawabnya singkat
"Dimana tempat kerjamu?" aku terus bertanya
Ia menunjukkan lokasi SEVEL di sebrang sekolah, syukurlah sudah dekat rupanya.
"Bagus, balikkan sepedamu ayo.." aku membalikkan sepeda Arya ke arah tempat kursus, Arya kebingungan tapi membantuku
Ku tarik sepedanya lalu aku menaikinya
"Arya aku pinjam dulu ya, aku udah telat banget nih" seruku sudah di jok sepeda
"Jangaaan, rumahku jauh sekali dari sini." ia menahannya
"Pasti akan aku kembalikan ke tempat kerjamu kalo sudah selesai, maaf ya Arya tolong bantu aku sekali ini aja.. " tanpa fikir lagi kukayuh sepeda itu meninggalkan Arya
"Nadiaaa," panggilnya tak kuhiraukan
__ADS_1
"Ya ampun rumahku beneran jauh dari sini nad," Arya memegang keningnya