Saat Masih 17 Tahun

Saat Masih 17 Tahun
Pengunduran diri Pak Rian


__ADS_3

Hari itu


#Nadia#


Pihak sekolah memanggil Psikolog untuk menangani Arya. Mereka merasa Arya membutuhkan seorang psikiater untuk menenangkan emosinya.


Arya semakin merasa kesakitan dengan perlakuan sekolah.


Ipeh yang mendengarkan dari ruang Bk menceritakan ke teman temannya.


"Apa apaan itu? sebagai sarana pertahanan diri. Katanya Arya melakukan itu sebagai bentuk meluapkan kemarahannya. Sepertinya para guru cuma menebak nebak aja."


Aku mendengarkannya dengan hati sedih.


"Dia terlihat hampa, seolah olah tidak perduli lagi.."kata Ipeh lagi


"Kurasa ia kali ini akan menyerah, tapi Gilang bilang Arya anak yang baik.." ujar Ina.


"Dia pasti benar benar udah dibenci oleh para guru.." gumam Karina.


Rasanya aku tak ingin membuang waktu lagi, ingin segera menemui Arya. Tak peduli dengan teman teman yang kebingungan dengan sikapku.


****


Di tempat pembuangan sampah.


Benar saja, Arya nampak kesal menginjak injakkan sampah minuman kaleng dengan wajah menderita.


Aku perlahan menghampirinya, ia melihatku


"Jangan bertanya apakah aku baik baik saja, karena jawabannya tidak!" serunya sebelum aku bicara apapun padanya


"Aku kemari bukan ingin menanyakan itu.."


Kami lama tertunduk.


"Ada masalah apa kamu dengan Moses? apa yang menyebabkanmu memukul Moses dikelas?" tanyaku


"Kamu kesal karena aku memukul Moses? karena dia pacarmu? pasti begitu!" jawabnya ketus sekali Arya menatapku.

__ADS_1


"Kenapa kamu mengatakan itu? tentu saja saja walau aku tak banyak membantu, aku ingin membantumu jika kau diperlakukan tidak adil..... " belum sempat kuteruskan kata kataku Arya langsung memotongnya.


"Untuk apa kau membantuku?" bentak Arya Aku sangat terkejut


"Karena kasihan? karena aku murid yang dipindah paksa dan terus membuat masalah, karena aku baru kehilangan sahabatku satu satunya, itu sebabnya kamu kasihan?" tanyanya marah


"Bu, bukan karena kasihan..."


"Sudahlah, bahkan tanpa belas kasihan oleh kamupun aku baik baik saja.!"potongnya lagi


"Sejujurnya, aku hanya ingin melihat keadaanmu. Entah mengapa aku hanya ingin bertemu denganmu, Jika itu membuatmu semakin marah, aku minta maaf. Aku akan pergi.." sahutku menahan tangisku karena di bentak Arya dan berlalu pergi


"Aku sudah menahan emosiku selama ini, mengapa aku melampiaskannya padanya.." bathinnya menyesal.


****


Di kelas


Arya nampak memperhatikanku sesekali, karena aku cukup kesal dengannya aku mencoba untuk mengabaikannya.


"Oh my good, aku punya kabar mengejutkan.." seru Kelvin tiba tiba .


"Pak Rian mengundurkan diri!" serunya lagi


"Kenapa? benarkah itu?" tanya Ipeh


"Hooh, ia mengundurkan diri.."


"Kenapa begitu tiba tiba?" seru mereka kaget


Moses datang dan berdiri didepan podium kelas.


"Kelvin duduklah." ujarnya


"Moses benarkah Pak Rian mengundurkan diri?" tanya Ina


Moses mengangguk "Ya, aku tidak tahu apa yang terjadi, pasti ada masalah"


Arya terperangah

__ADS_1


"Wali kelas kita sakit lagi dan kembali masuk kerumah sakit, akan butuh waktu lama sampai kita mendapatkan wali kelas. Uas sudah minggu depan.."


Suasana semakin gaduh mereka bertanya tanya kenapa Pak Rian mengundurkan diri.


"Aku akan mengunggah Bab mana saja yang akan di uji lewat grup daring kita, serta ringkasan tiap mata pelajaran agar kalian bisa menggunakannya.." ujarnya lagi


"Uhh, bagus sekali. Moses yang terbaik!!"


"Kamu luar biasa, I lope you pull.. "


"Moses keren deh!!"


Pekik anak anak memuja muji Moses, moses tersenyum jumawa.


"Semoga nilai semester kita kali ini bagus ya, ringkasan ini hanya untuk kelas kita aja. Jangan sampai bocor pada kelas lain ya.." katanya lagi..


"Wah itu pak Rian datang?" teriak Dito, Moses menoleh


Pak Rian masuk ke kelas dengan tersenyum


"Pak, kenapa pak? kenapa Bapak mengundurkan diri??"


"Iya pak ada apa??"


Anak anak ribut bertanya tanya


"Silahkan lanjutkan Moses.."


"Saya sudah selesai pak, Bapak bisa berpamitan sama kami sekarang.." balas Moses kemudian kembali ke kursinya.


"Pak apa apaan sih? kenapa Bapak mengundurkan diri? itu tidak adil!"tanya Ipeh


"Pak tak bisakah Bapak disini sampai Wali kelas kita kembali?" tambah Nadia


"Benar pak jangan pergi dulu.. " timpal Ina


Pak Rian terperangah dan kebingungan dengan pertanyaan anak anak bertubi tubi.


"Teman teman kalian hanya akan membuat Pak Rian merasa bersalah. Kita berikan saja perpisahan yang terbaik untuk Pak Rian!! Terimakasih untuk semuanya pak, tolong berikan kami nasihat perpisahan yang terbaik.. " tukas Moses

__ADS_1


Riuh ributpun seketika berhenti.


"Eng, tentu.. baiklaah... "


__ADS_2