Saat Masih 17 Tahun

Saat Masih 17 Tahun
Sesuatu yang tak terduga


__ADS_3

Di kelas


#Arya#


Aku masuk ke dalam kelas, kulihat wajah Nadia cemberut saja mungkin kata kataku tadi terlalu kasar. mengapa aku jadi merasa bersalah begini??


Kutulis secarik kertas apa saja impianku, mungkin dengan cara begitu Nadia bisa memaafkan aku.


Kuhampiri mejanya, Nadia menoleh


"Ini, kutulis impianku disini.. Jika kau menerjemahkan ke dalam bahasa inggris aku akan menghapalkan nya.." Ujar ku, ku tarus kertas itu dimeja lalu kembali ke tempat dudukku, Nadia tersenyum tipis.


Moses melirik kami berdua.


Ina buru buru ingin membuka kertas dariku namun di pegang erat erat Nadia.


"Gak boleh, ini rahasia ehehehe.." sahutnya Ina nyengir saja.


****


#Nadia#


Bel berbunyi istirahat, aku buru buru ingin membaca kertas yang ditulis Arya.


'Impianku adalah tidur diruangan gelap dengan lampu padam, sejak kecil aku selalu tidur sendirian. Karena itu aku selalu tidur dengan lampu menyala seolah olah, hantu, zombie,dan monster akan menyerangku jika aku memadamkan lampuku. Namun, sampai kini aku masih tidur dalam lampu menyala, bukan karena takut hantu........'


Aku membolak balikkan kertas yang tidak ada lanjutannya


Jam pelajaran akan segera berakhir, aku mencoba mengetik pesan untuknya.


'Kau mau mengerjakan tugas ini di kantin?'

__ADS_1


Arya membuka pesanku, aku melihatnya tertawa kecil.


'Jangan di sekolah, di taman aja yang tak jauh dari sekolah'


jawab pesannya, aku membelakkan mata.


"Baiklah, Arya dodol." gumamku dalam hati


'Owkay👌'


Aku menengok ke arah Arya, wajahnya memerah dan memalingkan ke pintu kelas, aku mesem mesem sendiri.


Moses nampak memperhatikan kami, wajahnya tak senang namun juga gelisah.


Dekat gerbang sekolah Moses menelepon seseorang.


"Halo Pak Haykal, hasil test matematika Nadia sudah keluarkah?" tanyanya


****


#Nadia#


Aku mati matian meminta ijin teman temanku dengan alasan aku akan ketempat kursus, syukurlah mereka mengerti.


"Ada apa denganku sih, mengapa wajahku terasa panas begini" Gumamku menepuk nepuk pipiku


Kulihat Arya sudah ada di parkiran bersama sepedanya ia sedang menungguku rupanya, aku tersipu malu menghampirinya.


"Hai.." sapaku ia hanya tersenyum


Arya membuka pesan dari whatsappnya, lalu ia mengabaikannya, kami hendak melangkah namun langkah Arya terhenti wajahnya sangat serius, aku kebingungan.

__ADS_1


"Ada apa?" tanyaku


"Nad, aku sepertinya tak bisa ke taman bersamamu. Aku ada urusan mendadak, maafkan aku.." serunya meninggalkan aku dan sepedanya begitu saja.


Aku melongo tak tau harus berkata apa.


Arya berlari dari parkiran lalu mencari taksi, Ia menuju ke sebuah tempat dengan cemas.


****


Sementara hari sebelumnya Nino memberikan sejumlah uang untuk 3 anak brandalan di stasiun gambir,


Arya sampai di gedung tua dekat stasiun di antara truk truk bekas ternyata ada 3 anak brandalan di sekolahnya yang lama dan juga sahabat karibnya. Dika!


"Wah Arya, datang juga maneh.. Di chat kita mah gak dilayani, sobat kentalnya yang ngubungin langsung datang hahahaa... " seru Tono


"Dika, kamu ngapain ada disini?" tanya Arya cemas Dika tertunduk diam.


"Maneh udah di dieui hayu atuh kita olahraga heula.." ajak Ricky


Arya tak ingin melayani, iapun hendak pergi namun ternyata Dika sahabatnya malah dipukuli mereka, Arya terperanjat.


Ingin melawan tapi ingat janjinya pada Ibunya, tak akan terlibat apapun lagi dari sekolah lamanya.


"Hei Arya, kamu gak mau bantu si Dika hemm? mentang mentang udah jadi anak kota, udah gak butuh si Dika lagi dia rupanya, maneh biarin dia mati disini?" tanya Tono di sela sela mereka memukuli Dika dengan membabi buta.


Arya tak tahan lagi, ia tak bisa membiarkan sahabatnya dipukuli begini. Arya hendak melawan tapi kalah, mereka berdua dipukuli berulang kali, beruntung suara sirine polisi berbunyi mereka kalang kabut dan segera berhamburan.


****


Arya dan Dika berlari sekuat tenaga melarikan diri dari sana, seolah teringat masa kecil mereka yang sering berlari bersama seperti ini jika Ibu Arya pergi ke bekasi,

__ADS_1


Arya selalu mengajak Dika kerumah bersama, saat hujan turun, disaat Arya kecil ketakutan harus tidur sendirian dengan suara petir yang mrnggelegar, tiba tiba Dika datang kerumahnya untuk menginap.


Arya sangat bahagia ketika Dika datang, ia bisa tidur dengan lampu yang padam Karena Dika menemaninya.


__ADS_2