Saat Masih 17 Tahun

Saat Masih 17 Tahun
Pukulan untuk Moses


__ADS_3

Keesokan harinya


#Arya#


Aku berangkat ke sekolah pagi ini karena ku fikir dirumah sajapun aku tetap merasa sedih. Mungkin dengan bersekolah, dan sibuk bekerja kesedihanku sedikit berkurang.


Langkah gontaiku menuju kelas terhenti setelah Tono mengirimku sebuah pesan.


'Arya, maafkan kami semua yang sudah membully dan menyakiti kamu dan Dika. Aku sungguh tak tau kalo Dika pergi secepat itu, kami juga menyesal tak seharusnya kami mengikuti permintaan si Nino sialan itu teman sekolahmu. Semoga maneh dan Dika mengampuni kami..'


Aku terperanjat, nyaris tak percaya apakah yang dia maksud kejadian tempo hari distasiun?


Nino mengapa Nino melakukan itu?


Ku telaah lagi kejadian ini, tidak pasti bukan keinginan Nino ada masalah apa dia padaku??


"Karena sampah sepertimu hanya menganggu saja.."


Aku serasa mengulang lagi perkataan Moses saat aku hendak dikeluarkan dari sekolah.


Kukepalkan tanganku, berjalan menuju kelas menemui Moses dan ku tinju wajahnya berkali kali hingga ia tersungkur ke lantai.


Seketika suasana kelas menjadi ribut, namun aku masih membabi buta memukuli Moses walaupun Gilang dan teman teman lainnya melerai.


Lalu berakhirlah kami di ruang guru.


****


Di ruang guru


Seperti biasa Pak Kepsek memarahiku, mengatakan sejak kepindahanku aku selalu membuat masalah, ku tatap wajah Moses di seberangku masih dengan amarah yang menggebu, sesekali matanya melihatku. Aku sangat membencinya.

__ADS_1


Pak Rian mengajakku berkomunikasi di ruang BK.


"Ada apa? mengapa kamu memukuli Moses seperti itu?" tanyanya lembut


Aku tak menjawab, ku berikan ponselku untuk dilihat Pak Rian. Pak Rian menyerngitkan dahinya membaca pesan dari Tono.


"Yang melakukan Nino, mengapa kau malah memukul Moses?"


"Karena mengendalikan Nino adalah Moses, yang menyuruh Nino itu Moses.." ujarku datar


Pak Rian menghela Nafasnya.


"Tapi untuk apa Moses melakukan itu padamu?" kali ini aku hanya diam.


****


Bel Istirahat.


Nino mengikuti langkah Moses tanpa menyadari Alma turut mengikuti juga.


'Brak'


Tubuh Nino di dorong Moses ke tembok.


"Apa yang kamu lakukan pada cecunguk cecunguk itu? kenapa Arya marah dan memukulku seperti itu tadi?" tanya Moses geram.


"Aku membayar mereka untuk melakukan apa yang kita suruh." jawab Nino cemas


"Kau gila apa? kenapa kau lakukan itu?" wajah Moses berubah pias


"Karena tadinya mereka tak mau melakukan apa yang kupinta, jadi kuberikan saja uang supaya mereka mau memukuli Arya dan temannya sesuai rencana kita, tapi aku juga bingung kenapa berakhir begini jadinya. Teman Arya meninggal dunia tiba tiba begini.."

__ADS_1


Moses gusar ia nampak bolak balik memegang dagunya, Nino pun tak kalah pucat.


"Bagaimana ini ses, apa yang harus kita lakukan?" tanya Nino menyentuh lengan Moses.


Moses menepisnya dengan kasar.


"Kita katamu? kau yang melakukannya kenapa bawa bawa aku hah?" teriaknya marah


"Ta, tapi kau bilang kalau ada apa apa kau akan mengurusnya?"


"Tapi aku tak menyuruhmu membayar mereka. Pikirkan saja sendiri!!" jawabnya berlalu pergi


Namun alangkah terkejutnya ia melihat Alma ada di samping tembok tempat mereka berbicara, Alma melihat Moses dengan wajah benci.


"A.. a.. alma?" seru Moses terbata, Nino kaget mendengar nama Alma langsung menghampiri mereka.


"Urus pacarmu.. " tukasnya menepuk pundak Nino dan berlalu pergi.


Alma menangis melihat Nino iapun juga pergi namun ditahan Nino.


"Ma, sayang aku bisa jelasin!!" ucapnya ketakutan seraya memegang tangan Alma, tentu di tepis Alma seketika.


"Lepasin, ya ampun Nino aku gak nyangka kamu begitu.." Tangis Alma mulai pecah


"Sayang bukan begitu, aku cuma.."


"Cuma apa? jadi benar ya rumor yang selama ini Nino cuma kaki tangan Moses, anak buahnya Moses. Aku gak nyangka kamu bisa sekriminal ini.."


"Ma aku ngelakuin ini ada alasannya. Kamu tau kan aku ini bukan orang kaya, tapi aku harus masuk Universitas Negeri supaya biayanya gak terlalu besar. Aku begini, supaya aku bisa temenan terus sama Moses supaya aku bisa les ditempatnya secara gratis. Ma,aku mohon kamu jangan marah sama aku ma, aku gak tahan kalo kamu giniin aku.." bujuk Nino masih terus berusaha menyentuh tangan Alma.


"Aku jijik ngeliat kamu kaya gini..!" serunya lalu pergi meninggalkan Nino, Nino nampak menangis frustasi.

__ADS_1


__ADS_2