
Di tempat les private
"Moses.." panggil Nino Moses menoleh
"Semua sudah beres ses." seru Nino sumringah
"Apanya yang beres?" tanya Moses bingung
"Eng, anu anak anak dari sekolah lamanya Arya kemarin sudah kutemui mereka stasiun,"
"Kau tak melakukan apa apakan?" tanya Moses curiga melihat gelagat Nino
"Ah, tentu tidak ses. Mari masuk.." Nino mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Moses ke kelas.
****
#Arya#
Aku dan Dika duduk dijembatan kami sudah jauh dari lokasi tadi. Kami lama saling terdiam, Dika nampak tertunduk lesu.
"Mengapa kamu bisa sampai di sini? kamu gak sekolah?" tanyaku
"Entahlah, aku sepertinya sudah lelah bersekolah.." jawabnya nanar
"Kamu itu ngomong apa sih? kenapa kamu masih aja berhubungan dengan mereka?" tanyaku kesal
"Aku merasa bersalah denganmu, kau pergi begitu saja. Tak seharusnya kamu yang mengakui perbuatanku, harusnya akulah yang dikeluarkan dari sekolah." rutuk Dika
"Sudahlah dik, aku sudah tidak apa apa.Aku baik baik saja disini.." bantahku
"Mengapa kamu masih hidup seperti ini? bukankah aku menyuruhmu pindah sekolah kesini dan kita mulai hidup yang baru sama..." tambahku lagi
"Apanya yang memulai? pecundang seperti kita dimanapun berada akan selalu seperti ini, dimanapun kita takkan dianggap siapapun.. sekalipun seragam kita baru..hidup kita sudah hancur semenjak kita dilahirkan ya,," potongnya lirih sambil melirik seragamku, aku terdiam.
__ADS_1
Dika berdiri "Pulanglah, aku juga akan pulang dengan naik bus saja.."
Dikapun berlalu begitu saja, hatiku sakit mendengar ucapan Dika. Kami nyaris selalu jadi bulan bulanan di sekolah semenjak SD,
Kami tumbuh bersama dengan kisah yang hampir mirip, sama sama kesepian, sama sama seperti tak diinginkan keberadaannya. Namun, apakah benar hidup kami sudah hancur semenjak dilahirkan???
'Tak bisakah kali ini aku bisa bersekolah dengan baik?' tanyaku dalam hati gontai menaiki bis menuju sekolah.
****
Di rumah Nadia
#Nadia#
Aku memanyunkan bibirku sepanjang jalan kompleks rumah, karena kesal dengan sikap Arya yang pergi begitu saja tadi.
"Begitulah Arya, dasar berandalan gak punya perasaan," gerutuku
'ceklek'
"Nadia sayang, baru pulang yaa?" seru Mama mencium puncak kepalaku aku kebingungan
"Ada apa mah, ko tumben?" tanyaku bingung
"Kamu lulus test matematika di private nya Pak haykal, besok udah bisa mengikuti kelasnya.." jawab Mama berapi api aku mengernyitkan dahiku
"Aku lulus?" tanyaku tak percaya Mama mengangguk senang
"Ada Maminya Moses dan ibu ibu yang lain mereka ingin memberimu selamat, ayo kita kemeja makan.."
Dituntunnya aku ke meja makan. Kulihat Mami nya Moses dan 3 ibu yang lain ada disana.
"Eh,,Nadia, aduh makin cantik aja deh.." sapa Mami Moses, aku tersenyum kaku.
__ADS_1
"Selamat ya, kamu masuk ke tim matematika Pak Haykal.." serunya lagi.
"Ini semua kan berkat Jeng Lio, Nadia gak mungkin bisa diterima gitu aja kalo bukan persetujuan Jeng Liona. Saya sangat berterimakasih."
"Ah, Jeng Rita bisa aja. Itu karena Nadia juga mengerjakan test itu dengan baik.."
'Arrghht' gumamku dalam hati, rasanya aku sangat muak berada ditengah tengah mereka.
Tak sengaja, Mami Moses menyenggol teh yang ada dimeja membuat lantai dan kakinya basah, Mama dengan sigap masuk ke kolong untuk membersihkannya.
Mataku terbelalak, nyaris tak percaya yang dilakukan Mama. Aku kesal aku pergi begitu saja, Mama ingin menyusul tapi malah kejedot Meja.
****
'Braaak'
Kututup pintu kamar dengan kasar menangisi kejadian tadi. Tak pernah habis fikir Mama bisa menjilat Mami Moses sampai seperti ini
Mama datang ke kamarku,
"Hei, kenapa kamu pergi? " tanyanya memegangi puncak kepalanya yang sakit
"Mama kenapa ngelakuin ini? Mama keterlaluan, ini sangat memalukan. Kenapa Mama bersihin Air yang tumpah dikaki Tante Lio?" tanyaku terisak isak
"Sttt, diam kamu ya.. Kamu fikir Mama mau saja melakukan itu hah? semua ini buat kamu tau, Mama bisa melakukan hal lebih gila lagi kalo menyangkut masa depanmu.."
"Mah, aku kan dah bilang aku sanggup mengurusnya sendiri, aku gak butuh les les segala!" aku masih terisak isak
"Mana bisa Mama biarin kamu belajar sendiri, mana bisa kamu masuk UI kalo bukan caranya begini. Ayo cepat keluar lagi, minta maaf dengan mereka.." Mama menarik tanganku
"Aku gak mau!!" jawabku
Mama melototiku, dan menarik kasar lenganku aku kembali menangis terisak isak keluar kamar.
__ADS_1