Saat Masih 17 Tahun

Saat Masih 17 Tahun
Tidak jadi kabur


__ADS_3

Keesokan harinya


Pak Rian datang membawa hasil try out semester pertama, ada gambaran kesedihan karena Arya sudah tak lagi ada di kelasnya.


"Baiklah anak anak, Bapak akan berikan hasil try out semester ini. Peringkat 1 diperoleh oleh ketua kelas kita Moses." seru Pak Rian para murid bertepuk tangan Moses tersenyum senang,


"Silahkan ke depan Moses," panggil Pak Rian, Moses dengan lantang maju ke depan kelas


"Terimakasih pak," ujarnya saat menerima lembaran kertas, namun tanpa diduga pintu kelas terbuka.


****


Arya hadir kembali di depan bibir pintu kelas, mereka semua terkejut tak terkecuali Moses, Pak Rian dan Nadia.


"Ya ampun, bocah bandel bapak kira Kepsek!!" omel Pak Rian yang tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.


"Maaf pak," jawab Arya,


Pak Rian menghampiri Arya dan langsung memeluknya,


"Dasar brandal, kamu coba coba bohongin Bapak ya, katanya kamu gak akan kembali.. ya ampun Bapak gembira sekali ayo masuk Arya," Pekik Pak Rian menarik Arya ke dalam,


Nadia tersenyum senang.


"Anak anak si brandal telah kembali berikan tepuk tangan untuk Arya.." seru Pak Rian, sebagian anak bertepuk tangan


Arya berdiri di samping Moses "Kau bilang kau akan kabur? mengapa kau kembali hah?"


bisiknya sinis.


"Kufikir kabur itu tidak keren," jawab Arya pelan.


Air muka Moses berubah.


"Baiklah kalian duduk di kursi masing masing,"

__ADS_1


Moses dan Aryapun duduk


Nadia beberapa kali menengok sambil tersenyum melihat wajah Arya, Arya sesekali membalasnya dengan malu malu.


****


#Nadia#


Aku keluar dari gerbang sekolah ternyata mama sudah menyambutku seraya melambaikan tangan.


"Nadiaaa,"


"Mama ngapain ko jemput aku?"


"Mama ingin mengajakmu ke suatu tempat ayo cepat naik,"


"Ya ampun, Mama udah dapat Guru Private lagi" gerutuku


Kamipun tiba dirumah Moses, aku menghela kesal. Mama memintaku untuk mengambil buket bunga dari dalam bagasi.


"Udah deh kamu diam aja, Mama mau minta Maminya Moses untuk ijinin kamu test matematika di tempat kursusnya.." papar sang Mama


"Ya ampun mah berapa kali aku bilang, aku gak mau ikut ikut kursus!!" kilahku


"Udah jangan banyak omong kamu, ini semua gara gara kamu nolak les private yang Mama masukin kemarin, jadinya Mama harus repot begini."


Akupun menekuk wajahku dan masuk ke dalam rumah Moses.


****


Di SEVEL


#Arya#


'ctek'

__ADS_1


Aku membuka pintu minimarket tak ku sangka ada Ibuku yang sudah berdiri disana bersama kak Jovita.


"Loh Ibu ko ada disini?" tanyaku


"Ibu tadi ada perlu kesini, jadi Ibu memutuskan mampir melihatmu,"


"Ibu harusnya nunggu di kontrakan aja jangan kesini,"


"Buat apa Ibu nunggu dikontrakan sementara anak Ibunya gak ada, Arya ayo kita makan siang," ajak Ibuku


"Gak bisa bu, aku lagi kerja.." tolakku


"Gak papa Arya, Ibumu sudah minta ijin sama si Bos pergilah sebentar.." sela Kak Jovita.


****


Kami duduk di kursi Mcd seraya menyantap burger di depan mata kami.


"Nak, kamu baik baik saja di sekolah?" tanya Ibu, aku mengangguk masih ku santap cheese burger ditangan,


"Ibu kesini karena khawatir padaku kan? bukan karna ada urusan?" tanyaku, Ibu tersedak kuberikan minuman soda untuk Ibu minum, Ibu tersenyum kecut


"Ya Ibu sangat mengkhawatirkanmu nak, Ibu sampai tak enak tidur, tiba tiba kamu bilang tak jadi pindah!"


"Maaf Ibu sudah membuatmu khawatir,"


"Nak, kamu sudah tidak berhubungan lagi sama Dika?" tanya Ibu aku terdiam lalu menggeleng,


"Syukurlah, kamu fokus saja dengan sekolahmu. Jangan lagi berhubungan dengan dia ataupun teman teman di sekolah lamamu ya..!"


"Bu, Dika anak yang baik.." belaku


"Ibu tau, Dika anak yang baik, dia sahabatmu Ibu juga sangat menyukainya. Tapi setiap kali Ibu ingat dia hati Ibu sakit, mengingatkan kembali dengan kejadian disana, melihat anak Ibu diperlakukan tidak adil uhuhuhu hiks, hiks,hiks..."


Kuseka Airmata Ibu "Bu jangan menangis, "

__ADS_1


"Baiklah Ibu tidak akan menangis lagi, kita lupakan masalalu ini. Mari kita hidup dilembaran baru, kamu janji sama Ibu jangan berhubungan dengan mereka lagi mengerti? fokus saja pada sekolahmu kini? hmm?" sahut Ibu lirih aku mengangguk dan tersenyum tanda setuju.


__ADS_2