Saat Masih 17 Tahun

Saat Masih 17 Tahun
Mohon ampun Arya!!


__ADS_3

Di jembatan


Arya dan Nino saling berhadapan, Arya menceritakan apa yang dikatakan Tono padanya.


"Bukan main, mereka mengatakan itu padamu? mereka mengatakan aku membayar mereka untuk memancing dan memukulimu agar kamu dikeluarkan?" tanya Nino berusaha terlihat santai.


"Aku tahu itu bukan keinginanmu, Moses yang menyuruhmu melakukan itu.Tapi anak anak itu tahunya kamu yang menyuruh mereka.."


Nino memegang wajahnya dengan sedikit kalut.


"Aku memang membayar mereka, sebenarnya adikku pembuat onar, lalu terlibat perkelahian dengan mereka. Maka dari itu aku bayar mereka supaya tidak mengganggu adikku lagi.." jawab Nino berbohong.


"Apa adikmu bersekolah di sukabumi?kau lupa mereka semua dari sukabumi..bukan anak anak dari jakarta?"bantah Arya, wajah Nino memucat.


"Ya tuhan, bagaimana ini?" bisiknya tercekat.


"Nino, kamu tau bukan? Moses akan lepas tangan dari masalah ini? pada akhirnya kamulah yang harus menanggung penuh kesalahan ini.Bersaksi saja besok,katakan yang sebenarnya, Moses lah yang menyuruhmu..."


"Moses tak ada hubungannya dengan ini..a.. aku hanyaaa.... "potong Nino berapi api namun tak sanggup berkata lagi


Arya menepuk bahu Nino dan menatap Nino dalam dalam.


"Temanku meninggal karena kalian! hanya karena kamu melindungi Moses, apakah Moses akan melindungimu? mengapa kamu begitu setia padanya? apa karena ia menjanjikanmu masuk ke Universitas Negeri?" Ujar Arya, Nino pucat pasi.


"Pilihlah pilihan bijakmu, jangan sampai kau menyesalinya kemudian.." seusai berbicara Arya balik badan dan pergi.

__ADS_1


"Arya.."panggil Nino Arya menoleh


"Maafkan aku, maafkan aku Arya..aku mohon maafkanlah kesalahanku kali ini saja, aku akan berlutut dan memohon padamu..!" serunya seraya menghampiri Arya dan berlutut tangisnya mulai pecah.


"Ninooo.."


"Ku mohon Arya, maafkanlah aku kali ini saja.Kumohon mengerti dan lupakanlah kesalahanku.. Mungkin hidupmu sudah hancur tapi hidupku belum, hidupku sampai kini masih baik baik saja.Aku sudah bekerja keras Arya hiks, Ayah dan Ibuku juga sudah bekerja keras. Aku satu satunya anak yang bisa masuk ke perguruan tinggi hiks hiks hiks.. kumohon, kumohon, kumohon Arya hiks hiks." Nino menangis terisak isak dikaki Arya.


Hati Arya bergetar melihat Nino memohon mohon padanya. perlahan Arya membangunkan badan Nino, Nino menangis keras sekali.


"Nino, tak ada hidup yang sudah hancur, kita ini masih 17tahun. Kamu dan aku serta.... Dika.. Aku percaya kamu masih punya hati nurani!" jawab Arya lirih sebelum pergi ia menepuk kembali bahu Nino.


Nino menangis sejadi jadinya malam itu.


****


Moses masuk kedalam rumahnya, sejujurnya ia juga tak kalah kalutnya dengan Nino karena masalah ini.


'Ceklek'


Pintu rumahnya terbuka


"Sayang kamu sudah pulang?"


Namun Maminya terkejut melihat Moses dengan wajah memar di pelipisnya.

__ADS_1


"Ya ampun muka kamu kenapa nak?" pekik sang Mami gelas ditangannya jatuh begitu saja. Moses hanya menunduk.


"Siapa yang melakukan ini padamu? kamu baik baik saja? ayo kita kerumah sakit.."


"Papi.."


"Apa Papi belum pulang?"


"Iya Papimu pulang malam.kamu beruntung ia pulang malam, apa apaan ini?? Ayo kita obati lukamu..kita kerumah sakit!"


"Mami.. tolong bantu aku,"


Setelah itu Mami Moses sudah rapih dengan setelannya dan bergegas keluar rumah.


Moses menatap Maminya pergi dari lantai 2, kemudian ia menelepon Nino.


Suara Mobil menderu dengan kecepatan kencang.


****


Sementara di kamar Nadia, Nadia baru saja pulang dari les. Ia duduk dikursi meja belajarnya.


Di rogohnya ponsel dan mengetik sesuatu untuk Arya.


"Arya, apakah kamu sudah pulang? kamu baik baik saja??"

__ADS_1


Nadia menghela nafasnya, melihat Arya menyerang Moses bertubi tubi dikelas dan wajah sedihnya.


"Mana mungkin ia baik baik saja" gumam Nadia.


__ADS_2