
Sellandra pun masih meminta untuk tidak duduk satu meja dengan Adrian dan saat ini dia masih memohon pada sang dosen.
"Pak, nggak usah duduk sama dia ya, bukankah tadi dia bilang kalau semua ini nggak ada hubungan sama aku"
Pak Karyo pun memutar bola matanya malas, ia tahu jika Sella ini pasti akan berkata sangat berlebihan.
"Dengar ya Sellandra, bapak tidak percaya kalau seorang Adrian membuat masalah kalau kau tidak memulai nya. Sekarang kamu pilih mau duduk dengan Adrian atau keluar dari pelajaran saya?!"
Mendengar pertanyaan itu Sella pun mau tidak mau duduk dengan pemuda itu
"Iya iya baik lah"
Adrian pun tersenyum kemenangan akhir nya gadis yang ia sukai mau duduk di sebelah nya
Sekarang Adrian dan Sellandra duduk berdampingan
"Dengan kesal Sella duduk "Abang puas?!
Dengan tatapan santai Adrian menjawab
"Sangat sayang" bisik nya
.Degh
Mendengar Adrian memanggil nya sayang pun membuat pipi gadis itu merona
Dan Adrian yang melihat gadis itu merona pun tersenyum
Sebenarnya Sella sangat mengagumi Adrian, namun sikap gadis itu yang sok jual mahal lah membuat seorang Sellandra tidak bisa mengungkapkan dengan benar
"Seperti nya pendekatan ku dengan mu Sella mulai terbuka lebar" gumamnya
Dan mereka pun memulai pelajaran dengan baik.
Dua jam pelajaran kampus sudah selesai dan seluruh siswa pun sudah pada meninggalkan kampus. Begitu juga Adrian saat ini menuju diparkiran bersama dengan Sellandra, sesampainya diparkiran mereka malah saling tatap tatapan.
Tidak lama Adrian mengalihkan pandangan nya
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"
Sedangkan Sellandra pun menunduk "Em i itu..."
sedangkan Adrian terus menatap dan melihat betapa menggemaskan "Kenapa abang bisa muncul di sana?"
__ADS_1
Dengan tatapan selidik "Apa kau mengikuti ku?"
Dengan tatapan datar Adrian menjawab
"Aku, mengikuti mu, percaya diri sekali."
Mendengar itu Sellandra menatap sambil mengerinyit "Eh, aku kan nanya kenapa abang respon gitu sih" ucapnya kesal
Mendengar Sella marah membuat Adrian garuk garuk kening
Astaga marah lagi dia, aku kan cuma bercanda tadi
"Sellandra, hei hei" panggil nya sambil menarik tangan gadis itu
"Lepasin bang!"
""Enggak, sebelum kamu berhenti marah kepadaku" ucap pria itu
"Iya iya aku nggak marah kok cuma kesal saja"
Mendengar itu Adrian tersenyum "Sudah sudah aku tahu kok kalau kamu itu terpesona akan ketampanan ku"
"Siapa juga yang terpesona?" namun saat mengatakan itu debaran jantung Sella lah yang membuktikan kalau ucapan nya tidak singkron
Bukk!!
Sellandra pun memukul bahu Adrian "Apaan sih bang!" Setelah mengatakan itu Sellandra pun menghadang sebuah angkot dan saat itu Adrian menatap kepergian gadis itu.
Didalam angkot Sella pun mulai memegang dadanya "Apa yang dikatakan bang Adrian benar, aku memang menyukai nya tapi..." Ia menggeleng cepat
"Sella apa yang kau pikirkan, seharusnya kau sadar kau itu siapa Adrian itu siapa"
Sedangkan Adrian kini sudah berada di dalam mobil pun tersenyum, ia tidak sabar akan bercerita dengan sang adik
Sedangkan saat ini adalah acara kelulusan Erlan dan pemuda itu menjadi yang terbaik di sekolah nya dan membuat guru guru bangga akan pencapaian Dwipangga muda itu. Apa lagi para gadis sangat memuja Erlan.
Selamat ya Erlan, kau menjadi siswa terbaik lagi tahun ini" ucap salah satu guru
Erlan hanya mengangguk dan menerima salaman dari guru itu. Tidak selang beberapa lama muncul seorang gadis cantik dan menghampiri Erlan
" Kak Erlan" panggil nya
Mendengar panggilan itu Erlan menatap datar gadis yang tidak lain bernama Sarina
__ADS_1
"Selamat atas keberhasilan mu ya kak" sambil menyerahkan sebuket bunga yang sangat indah.
Namun bukannya menerima bunga itu Erlan, malah pergi begitu saja. Dan itu membuat Sarina terdiam sambil menatap bunga yang ia sodorkan pada pria itu.
Miranda yang melihat sikap dingin dan tidak peduli yang ditunjukan Erlan pun menghampiri gadis yang malang itu dan mengambil bunga itu
"Sarina, maafkan putra tante ya, dia memang begitu. Tapi sebenarnya dia orang yang perhatian. Hanya saja mungkin memang sampai saat ini belum ada satu gadis pun yang bisa mencair kan hatinya"
Sarina tertunduk sedih hatinya seperti tersayat melihat begitu tidak suka nya Erlan kepada diri nya
...Sanaka Rinda Sarina...
"Nak tante mohon bersabar lah, tante yakin jika kau tulus mencintai putra ku, suatu saat nanti pasti Erlan akan menerima mu dengan sendirinya"
"Semoga saja tante" ucap gadis itu pelan
Melinda pun membelai gadis itu "Ya sudah kalau gitu tante pulang dulu ya Sarina"
"Iya Tan hati hati" ucapnya lembut
Sepeninggal Miranda tiba tiba Sarina menghapus air matanya sambil berkata
"Tante tante, semula aku begitu mencintai putra mu kak Erlan. Tapi saat putra mu menolak ku, menghina ku. Tante tahu, aku tidak akan menerima Erlan menghinaku! Aku tidak akan menerima ini!"
Sambil menatap sebuah foto yaitu foto Erlan
"Kak Erlan, kau begitu tampan, tapi sayang mulut mu begitu tajam! Dan karena kau. Semula aku memang tulus mencintai mu. Tapi saat tahu kalau kau berasal dari keluarga yang sangat kaya raya, dan aku yakin harta itu tidak akan habis seumur hidup. Saat mengetahui itu. Niat ku berubah menjadi menjadi ingin menguasai semua nya bukan hanya Erlan saja, dengan aku menikah dengan mu sudah pasti seluruh harta itu akan menjadi milikku juga"
Sambil menyeringai Sarina pun kembali berkata
"Kau kira aku benar benar tulus mencintai nya tante, tidak. aku ingin mendapatkan segalanya melewati putra mu itu"
Pada saat ia berkata seperti itu, tanpa gadis itu sadari seseorang mendengar apa yang dia ucapkan dan orang itu merekam apa yang dikatakan oleh Sarina.
"Aku tidak menyangka ternyata kau memiliki niat seperti itu Sarina"
Tidak lama orang itu menyeringai
"Bagaimana kalau rekaman ini sampai ke tangan tante Melinda ya? hahaha pasti seru" ucapnya
Setelah berkata seperti itu orang tersebut pergi dengan riang gembira
__ADS_1