Salahkah Cinta

Salahkah Cinta
Jangan coba-coba bodohi seorang Adrian


__ADS_3

Setelah merasa tugas nya selesai orang tersebut pun pergi dari sana dengan hati senang. Sedangkan Sarina tersenyum ia merasa sudah mengelabui Melinda


"Aku sudah mendapatkan kepercayaan tante Melinda, tinggal om Farhat


Ditempat lain tepatnya didalam mobil Erlan yang pada dasarnya pendiam pun tidak terpengaruh dengan tatapan miris sang mama.


"Erlan sayang, boleh kah mama bertanya?"


"Hn" itulah sahutan oleh nya


"Haah~Apa yang kau tidak sukai dari gadis itu sayang, kau apa tidak lihat sikapnya begitu sopan, tutur katanya lembut sangat pantas menjadi pendamping mu sayang" Melinda begitu memuji sikap dan sifat Sarina


Erlan yang mendengar itu memutar bola matanya malas "Bukankah aku sudah mengatakan nya pada mu ma, kalau gadis itu punya niat dan maksud tertentu. Kau sudah tertipu dengan muka sok manis nya itu"


Melinda mengerinyit "Apa maksudmu nak, maksud lain bagaimana? Mama tidak mengerti"


"Nama mama Sarina yang kau banggakan itu, dia hanya ingin harta keluarga Dwipangga, dan ingat ini ma, sampai kapan pun Erlan tidak akan pernah menerima ini!"


Dan tidak lama mobil itu sampai di depan gerbang mansion Dwipangga.


...



...



Seorang penjaga rumah itu membuka gerbang dan tidak lama Erlan pun keluar dari mobil dan


BRAAKK


Membuat Miranda terkejut bukan main


"Astaga anak itu, sampai kapan seperti ini" gumam sang ibu

__ADS_1


Sedangkan di dalam rupanya Adrian sudah pulang dan ia sedang bermain dengan ponselnya


"Wah wah adik ku sudah pulang, bagaimana dengan hari kelulusan mu hm?"


"Biasa saja kak" ucapnya datar sambil menatap sang kakak yang bertanya sambil terus saja tersenyum dengan benda persegi itu


Tidak lama Miranda pun datang dan menatap sang putra sulung yang terus memperhatikan handphone nya itu


"Adrian, ada apa dengan mu, dari tadi mama perhatikan terus saja menatap handphone terus, sambil tersenyum pula"


"Eh ibunda, kapan pulang kok anakmu ini tidak tahu"


Mendengar itu Melinda hanya menggeleng sambil berkata "Makanya, jangan menatap handphone terus, bisa bisa maling masuk kau juga tidak akan menyadari nya"


Adrian hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Hehehe maaf mah"


"Ya sudah mama mau ke kamar dulu" setelah itu Melinda pun pergi dan tinggal mereka berdua


"Kak dari tadi aku perhatikan kau selalu melihat ponsel saja apakah kau sedang berchat ria dengan seseorang?"


Erlan tentu sangat penasaran siapakah orang yang membuat sang kakak terus tersenyum


"Jangan bilang kalau kau berkirim pesan dengan seorang gadis?"


"Memang seorang gadis , kau kira siapa, cowok iya kali terong lawan terong" ucap sang kakak kesal


"Nggak usah nyolot napa?"


"Habis nya pertanyaan mu itu bikin kesal Er"


"Oh iya kak, apa gadis itu yang waktu itu ya, siapa namanya Sellandra benarkan?"


Adrian mengangguk "Iya, kau tahu Er dia itu bukan hanya cantik dia itu tidak mudah di tindas"


"Apakah hubungan kalian akan berjalan dengan mulus, kak kau pasti tahu kan kriteria papa"

__ADS_1


Adrian mengangguk "Hm, aku tahu, tapi aku akan berjuang untuk mendapatkan restu"


"Oh iya Erlan, kau pasti bertemu dengan Sarina ya?"


Mendengar itu Erlan mendengus "Jangan sebut wanita sialan itu, kau tahu, mama selalu saja memuji muji dia"


Mendengar itu Adrian menggeleng "Kau tahu mama sudah terkecoh dengan sifat gadis itu, aku sih sudah menduganya"


"Tapi kau tenang adikku aku akan membantu mu untuk mencari cara agar mama tahu sifat asli Sarina itu"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Keesokan paginya Adrian berangkat ke kampus pagi pagi sekali dan itu membuat Melinda mengerinyit. "Nak, kenapa kau berangkat sepagi ini?"


"Maaf ma Adrian ada tugas yang belum di dikerjakan dan teman sekelompok rian sudah ada di kampus menunggu" itu lah alasan Adrian


Padahal Adrian sudah memiliki janji dengan seseorang "Mah Adrian berangkat ya" setelah mengatakan itu Adrian melajukan mobilnya


Tidak lama pemuda itu sampai di kampus dan di samping mading ada seorang gadis sedang berdiri menunggu nya.


Adrian pun menghampiri gadis itu "Bagaimana, apa kau mendapatkan informasi yang ku inginkan?"


Gadis itu mengangguk "Iya dong kak, Alisha gitu loh" sambil menyerahkan sebuah handphone dan di sana menampilkan sebuah vidio terlihat seorang gadis yang mengusap air matanya lalu menyeringai sambil berkata apa tujuan nya yang sebenarnya.


Setelah melihat isi Vidio itu Adrian pun mengirimkan nya ke ponsel nya "Heh, sudah aku duga ini lah niat asli gadis itu, hanya harta" sambil mendecih


"Ok terima kasih ya Alisha" gadis itu mengangguk


Saat itu seorang gadis cantik menatap datar kearah Adrian "Dasar tukang tebar pesona! Apa dia bilang sayang, tapi lihat dia malah dengan cewek lain" ucapnya kesal


Dan itu Adrian melirik kearah gadis itu sambil tersenyum namun malah sang gadis itu malah melengos dan pergi begitu saja.


Astaga Sella marah, dia pasti salah paham dah


Sambil menepuk jidatnya pusing

__ADS_1


__ADS_2