Salahkah Cinta

Salahkah Cinta
Restu Dari Kakek Akira Sudah Cukup


__ADS_3

Saat ini Adrian kembali naik angkot, entah dia harus kemana, namun tidak lama handphone nya berbunyi


๐Ÿ“žHm


๐Ÿ“žKak kau ada di mana?


๐Ÿ“ž Entah lah Er, aku tidak tahu. Yang terpenting aku harus jauh dari papa


Saat itu Erlan ada di rumah seseorang dan ada seorang pria tua dengan ekspresi gemas langsung merebut telepon genggam nya


๐Ÿ“žDri, kamu ada di mana?"


Mendengar suara itu Adrian terkejut


Loh kok ada kakek, apa Erlan ke rumah kakek?


๐Ÿ“žHei, Dri kau itu ada di mana?


Degh


Adrian terkejut itu benar suara kakek nya


๐Ÿ“žA aku di jalan kek, ada apa?


๐Ÿ“žKakek tunggu di rumah sekarang, di rumah kakek


dan kamu tidak perlu berbohong!"


Degh


Apa, jangan berbohong? Apa kakek tahu aku pergi dari rumah


Saat itu terdengar sebuah suara di balik telepon


๐Ÿ“žKak cepat ke rumah kakek sekarang, jangan


malah nambah masalah


Setelah mengatakan itu sambungan telepon pun terputus dan daripada masalah semakin rumit. Mau tidak mau Adrian pun ke rumah sang kakek.


Sedangkan di rumah kakek nya Adrian ternyata Erlan sudah ada di sana



"Jadi si Farhat itu malah memilih kehilangan anaknya daripada nama baik?" tidak habis pikir dengan sang putra .


"Iya kakek, dan dia membayar seseorang untuk menghancurkan hubungan suci kak Adrian dan kak Sella"


Sambil menatap pria tua itu Erlan pun melanjutkan ucapannya "Kakek tahu siapa yang di ajak kerja sama oleh putra mu itu?"


"Siapa?" tanya sang kakek penasaran

__ADS_1


"Yuniar Manaf putri dari Gerald Manaf"


Mendengar itu sang kakek tiba tiba menyeringai


"Apa ayahmu yang bodoh itu tahu kalau yang di ajak kerja sama adalah anak dari musuhnya?"


Erlan nampak berpikir "Seperti nya tidak kek, karena saat aku memata matai pertemuan papa dan gadis itu, papa tidak mengetahui apapun"


"Bagus, biarkan saja!"


Erlan mengerinyit "Maksud kakek?"


"Dia merasa seperti di atas angin bukan, dan aku dengar kamu mau di jodohkan dengan si Sarina itu, bagaimana? Apakah kau mau?"


Erlan memutar bola matanya malas


"Kakek, apa kau mendukung mereka?"


Akira Dwipangga adalah orang tua Farhat Matsumoto Dwipangga, beliau adalah blasteran Jepang Indonesia, karena ibunya adalah orang Jepang asli dan suami nya yang orang Indonesia Wardiman Dwipangga


Jadi nama Dwipangga berasal dari sang buyut dan nama Matsumoto berasal dari sang ibu dari Akira.


Itulah asal muasal keluarga Dwipangga dan nama tengah yang di sematkan pada Farhat.


oke kembali ke cerita yaa


"Aku mendukung?" dan di angguki oleh Erlan


Saat itu seorang perempuan paruh baya "Cucu ku, di mana kakak mu, katanya mau datang?"


Erlan pun merangkul sang nenek "Tenang saja nek sebentar lagi kak Adrian datang"


Tidak lama Adrian pun muncul " Asalamualaikum Tadaima!"


Mendengar itu sang nenek langsung menghampiri


"Okeiri waalaikumsalam sayang"


Adrian mencium tangan sang nenek dan juga kakek Akira


"Loh kakek kira kamu dengan calon istri mu" ucapnya sambil menengok kanan dan kiri


"Kakek, memangnya kau merestuiku dengan Sellandra?"



Sambil di duduk bersama di ruang keluarga Akira pun berkata "Tentu saja cucuku"


Adrian menatap "Beneran kek, kau tahu dia itu gadis tomboy, dari keluarga sederhana pula. Ayahnya adalah seorang tukang becak, apa kakek tidak malu?"


Mendengar pertanyaan dari cucu nya Akira menggeleng pelan

__ADS_1


"Untuk apa harus malu, cucuk, asal kamu tahu kakek juga pernah hidup susah, tanya pada nenek mu, dulu kami hidup di jepang nenek mu dan saat itu nenek nenek mu Matsumi dia hanya seorang penjual susu dan kakek juga di sana hanyalah seorang penjual kay. Tapi kami bertekad dan penuh semangat untuk merubah hidup kami. Jadi bukan masalah dari harus keluarga mana namun baik buruk nya kita dalam menjalani hubungan"


Adrian menyimak penjelasan sang kakek dengan baik "Aku akan merestui hubungan mu dengan Sellandra, selama dia dan kamu itu saling mencintai dan mau memahami dan mau menutupi kekurangan pasangan nya" jelas Akira


Mendengar itu membuat Adrian sangat bahagia


Kek, kau tahu restu mu saja sudah lebih cukup, aku tidak perlu restu papa"


Akira tersenyum menggeleng pelan


"Apakah ibu mu sudah tahu hubungan kau dengan gadis itu?"


Sudah kek, kau tahu mama bilang agar aku tetap mempertahankan orang yang benar benar mencintai ku. Dan aku sangat yakin Sella adalah gadis yang dikirimkan Tuhan untuk ku"


Sambil mengeluarkan selembar foto


"Kalian ingin melihat Sellandra seperti apa kan. Ini aku punya fotonya



Sang nenek yang melihat gambar itu tersenyum


"Lihat lah Akira kun, dia begitu cantik. Pantas saja cucu mu begitu tergila gila pada nya"


Sambil melirik pemuda tampan yang kini tertunduk malu


Sedangkan Erlan memutar bola matanya melihat sikap malu malu dugong yang di tunjukkan sang kakak nya


Adrian melirik ke arah sang adik "Kamu kenapa Er?"


Sambil menggeleng "Nggak"


"Jangan bilang kau gr ya, secara kamu kan belum ada calon ya" ucap sang kakak dengan nada menebalkan


"Oh ada! Sarina anak nya si Farley itu"


*Kakak! Sampai kapanpun aku tidak akan menerima perjodohan itu!" ucapnya tajam


"Hahaha iya iya aku tahu, tapi Er kau bukankah sedang mengawasi perempuan itu kan?"


Erlan mengangguk "Benar, aku sudah menyuruh seseorang mengawasi nya. Dan setelah dia melahirkan maka anak dari perempuan itu akan menjadi milikku"


Akira yang mendengar itu pun menatap sang cucu


"Apakah, kau sudah yakin jika anak yang dikandung wanita itu perempuan cucuku?"


"Sudah kek, wanita itu bilang kalau anak yang dikandung berjenis kelamin perempuan dan dia juga bilang kalau anak ini adalah anugerah yang di kasih Tuhan"


"Tapi Er kamu harus berhati hati, jangan sampai musuh kita tahu tentang mereka berdua, setidaknya sebelum kekasih mu lahir ke dunia"


Erlan terdiam dan menatap ke arah lain

__ADS_1


__ADS_2