Salahkah Cinta

Salahkah Cinta
Akhirnya Sah Adrian Dan Sellandra


__ADS_3

Mendengar itu Lintang pun bingung, gimana caranya agar ketiga pria ini mau keluar atau setidaknya tidak menemui Sella malam ini sampai besok


"Adrian, kau itu kenapa tidak mengerti juga sih, kalau kamu mau langgeng ya seharusnya lakukan seperti ini dan melakukan pingit ini 3 bulan sebelum hari H, tapi apa"


Sambil menatap Sella yang kini menunduk karena malu atau tidak enak hati karena apa, karena Adrian cucu nya ini melamar nya dan juga ingin malakukan resepsi pernikahan besok.


Bagaimana ceritanya acara bisa rampung kalau di lakukan dadakan seperti pikir nya


"Kau baru bilang sekarang ingin menikah dengan gadis cantik ini, apa kamu tahu undangan belum dibuat, makanan belum dipesan"


Adrian hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar ceramah sang nenek


"Ya kan aku sama Sella, pingin yang sederhana saja"


"Benarkan, Sella sayang?"


Sella hanya menunduk, dan itu membuat Lintang memutar bola matanya malas


"Aku paham, kalian ini dadakan, tapi setidaknya untuk malam ini saja, kalian tidak boleh bertemu"


Tidak lama Lintang dan Marwina membawa Sella ke lantai 3 sedangkan Adrian Akira dan Gufta berada di lantai dua


"Handphone kalian berdua aku sita!"


Mendengar itu membuat Adrian terkejut bukan main


"Apaa!! Nek kau tega sekali malakukan ini kepadaku"


Sambil menatap Sella "Sayang, kenapa kau diam saja?"


Sella pun tidak bisa berbuat apa apa


"Bang, turuti saja apa kemauan nenek" Mendengar itu Adrian tidak percaya jika calon istri nya malah mendukung sang nenek


"Sel, kau, malah mendukung nenek daripada calon suami mu ini sih" ucapnya dengan jurus maut nya yaitu merajuk


Dengan tatapan remeh Lintang mengatakan


"Adrian, gadis cantik ini memang calon istri mu, tapi jika itu menyangkut aku tentu saja dia akan mendengarkan nenek mu ini"


Sella menghampiri pemuda itu "Jangan seperti anak kecil bang, kau itu konyol sekali"


Setelah itu ia pun dengan tidak peduli


"Ayo nek, bu. Kita ke atas" sambil melangkah pergi meninggalkan para lelaki ini"


"Ayo sayang" sedangkan Marwina hanya menggeleng melihat sikap sang anak yang seperti itu kemudian ia pun pergi mengikuti sang anak


Dengan tatapan meledek Akira berkata


"Ya ampun Adrian, kau itu baru di pisah semalam saja, sudah seperti itu"


Dengan tatapan miris dan juga sedih Adrian berkata


"Kek, kau tidak pernah merasakan seperti apa hidup ku, aku mungkin tidak pernah menunjukkan semua orang" sambil menatap menerawang


"Tapi aku selalu berkomunikasi dengan nya"


Mendengar itu Gufta menggeleng sedangkan Akira memutar bola matanya malas


Sedangkan di kamar atas ketiga wanita sedang asyik membicarakan acara untuk besok

__ADS_1


"Sella sayang, tidak apa ya, kalau tamu untuk besok sedikit"


Sella tersenyum lalu mengangguk "Tak apa nek, apa yang dikatakan Adrian itu benar, dia dan aku sepakat kalau pernikahan kami dilakukan sederhana"


Keesokan harinya pelaminan sederhana pun sudah siap dan itu membuat Sella sangat terkejut


"Nek indah sekali pelaminan nya"


Lintang tersenyum "Untuk pernikahan cucu ku aku ingin memberikan nya semenarik mungkin, ya walaupun sederhana tapi akan selalu berkesan"


Saat itu Sella pun menuju sebuah ruangan di mana sudah ada seorang yang siap mendandani nya


"Mari nona" ucap sang perias


Sellandra pun duduk dan siap untuk di rias sedangkan para orang tua juga di rias


Tidak lama Sellandra sudah selesai di rias


"wah nona sangat cantik" puji sang perias


Sellandra tersenyum malu "Mbak bisa sa


...



...


Anggap itu Sellandra yaa🤭


Sedangkan di depan Adrian juga sudah siap dengan pakaian pernikahan dan dia di dampingi oleh sang kakek namun raut wajah nya terlihat begitu sedih


Saat itu seorang pria datang dan menepuk pundak nya "Kau jangan khawatir"


Mendengar itu Adrian pun menoleh "Paman Rio, kapan paman datang?"


"Baru saja, tuan Akira memberi tahu ku kalau kau akan menikah"


Sambil menatap sang paman Adrian mengangguk


"Oh iya sebentar lagi nyonya Miranda akan datang"


Mendengar jika sang ibu akan datang Adrian terkejut dan kembali bertanya pada Rio


"Benarkah paman, benarkah kalau mama akan datang?"


Rio mengangguk "Iya tapi aku dengar sih tadi ada sedikit pertengkaran"


"Pasti laki laki itu tidak mengijinkan nya"


Rio mengangguk "Kau benar sekali"


Tidak lama sebuah suara terdengar


"Di mohon untuk pengantin pria mengambil tempat untuk ijab kabul"


Adrian pun duduk berhadapan dengan sang penghulu dan mereka mulai jabat tangan


"Bismillahirrahmanirrahim saya nikahkan engkau ananda Adrian Dwipangga dengan ananda Sellandra Adrilara binti Gufta dengan mas kawin dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"


Dan Adrian pun langsung mengikuti apa uang dikatakan sang penghulu

__ADS_1


"Saya terima nikahnya Sellandra Adrilara binti Gufta dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


Saat itu ayah dari Sellandra juga sudah ada sana dan menyaksikan Adrian melakukan ijab-kabul tanpa ada kesalahan sedikit pun terharu.


saat sang penghulu mengatakan sah


"Sah!!"


"Sah!!!"


Saat itu Miranda pun juga turut hadir dsn tanpa sadar menitikkan air matanya


"Akhirnya kau telah memiliki istri putra ku" ucap pelan


"Alhamdulillah"


Tidak lama mempelai wanita pun muncul bersama dengan Marwina dan juga Lintang dan Adrian pun menatap terpesona dan begitu juga Sella pun sangat terpesona akan ketampanan Adrian


"Ayo di cium tangan suami nya, sudah sah juga" ucap sang nenek


Dan itu membuat keduanya merona karena malu


"Hei, Dri cium dong kening istri mu"


Mereka malakukan nya dengan malu malu



Dan tidak lama mereka pun melihat Miranda dan langsung menghampiri nya, "Bang itu mama Miranda"


Melihat itu Adrian mengangguk "Ayo kita minta restu pada mama sayang"


Sellandra mengangguk, kedua nya menghampiri Miranda "Mama, akhirnya kau datang juga" sambil memeluk sang ibu dan Miranda pun membalas pelukkan sang putra begitu juga dengan Sella


"Selamat ya nak, semoga langgeng dan ingat, apapun rintangan yang akan kalian hadapi nanti"


Keduanya mengangguk "Oh iya ma, mana Erlan?"


"Loh bukannya dia duluan tadi, mama kira dia sudah sampai"


Mendengar itu Adrian dan Sellandra saling pandang


"Kami tidak tahu kalo Erlan sudah dari tadi kemari"


"Tapi bang aku tidak melihat nya kalau ada di sini" sambil menoleh kanan kiri


Dengan raut wajah panik Miranda pun berkata


"Lalu di mana adik mu Dri hiks~"


Saat itu Lintang pun menghampiri Miranda


"Anakku, ada apa? Kenapa kau menangis?"


"Ibu, Erlan hiks, apakah kau melihat nya?"


Lintang menggeleng "Tidak nak, aku kira dia akan datang bersama mu"


"Putra ku kemana hiks` kemana kamu nak"


Kemana kah Erlan??

__ADS_1


__ADS_2