
Saat ini Sella sedang bersama dengan sang suami Adrian mereka juga mendengar bahwa Erlan akan di jodohkan. dengan teman sang ayah
"Aku tidak menyangka papa akan mengorbankan adikku demi ambisi nya"
Sella yang mendengar itu tersenyum getir baginya menjadi orang yang memiliki segala nya itu ternyata sangat mengerikan.
"Bang, kau tahu dulu ku kira memiliki segalanya bisa membuat kita bahagia, tapi saat aku melihat apa yang terjadi pada Erlan ternyata dia..." Sella tidak bisa melanjutkan ucapannya
"Itu lah sayang, aku memilih mu ketimbang menuruti keinginan papa, aku tidak sekuat Erlan"
Sella menatap penuh tanya "Apa maksudmu bang, memang nya ada apa dengan abang jika ini terjadi pada abang?"
Adrian menggenggam tangan wanita itu "Apa kau lupa bagaimana papa menentang hubungan kita, hanya karena kau putri dari ayah Gurpa yang hanya tukang becak"
Mendengar apa yang dikatakan suami nya Sella mengingat bagaimana dia di caci maki oleh Farhat
🌺 Flashback 🌺
Seorang pemuda tampan sedang bersiap siap menuju ke sebuah kampus, namun saat ini dia masih saja di dalam kamar nya
Sedangkan dibawah tepatnya diruang makan seorang wanita cantik sedang menyiapkan makanan
"Adrian! Cepat turun sayang! Makanan sudah siap!" teriak sang ibu
Tidak lama pemuda itu turun dari lantai atas dengan pemakaian sederhana Adrian pun menuju ruang makan. Saat itu sang ayah melihat penampilan sang anak
"Kau mau kemana dengan pakaian itu Rian?"
Melihat sang ayah menatap nya dengan tatapan aneh membuat Adrian menatap kearah diri nya sendiri
"Apakah ada yang aneh dengan penampilan ku pa?"
Dengan tatapan mencemooh Farhat pun berkata
"Kau itu seperti pria kampungan, kau tahu kan kita iru keluarga terpandang, dan kau sebentar lagi akan lulus kuliah, tapi kenapa kau tidak pernah berubah Rian!"
Mendengar omelan sang ayah Adrian tersenyum
"Apa yang salah dengan penampilan ku hm, papa toh aku tidak mencoreng nama keluarga dan lagi pula aku ke kampus hanya ingin absen saja"
Sekaligus bertemu dengan dia
Tidak lama kemudian turun sang bungsu "Nak kau juga sudah siap?"
"Hn" itu lah jawaban yang di berikan sang bungsu Erlan. Dan kini mereka duduk dan memulai makan pagi bersama
__ADS_1
Ditengah acara makan pagi mereka Farhat membuka suara nya "Adrian maafkan papa yang bersikap tegas padamu, papa hanya tidak ingin kau dipandang rendah oleh orang lain"
Adrian yang mendengar itu tersenyum "Aku mengerti pa, namun aku hanya ingin apa adanya saja"
Miranda yang sejak tadi mendengar percakapan mereka akhirnya membuka suara nya
"Mama rasa apa yang dikatakan Adrian ada benar nya, lagi pula apa salahnya dengan pakaian sederhana?"
Farhat terdiam ya memang benar apa yang dikatakan oleh sang istri "Baik lah papa mengerti. Tapi Rian karena kau sebentar lagi di wisuda jadi kau pasti mampu menangani perusahaan papa kan?"
Mendengar itu Adrian terdiam ini lah yang dia tidak inginkan, kenapa harus dia yang menjalankan perusahaan itu.
"Kau tahu sebentar lagi adikmu akan kuliah di universitas yang sama dengan mu, papa tidak mungkin menghendle perusahaan segitu banyak nya" lanjut nya
"Papa, bisakah kau bertanya sekali saja pada putra mu ini, apa yang dia inginkan? Kenapa kau begitu egois. Lagi pula aku memiliki usaha sendiri. Jadi aku mohon dukungan mu pa" pinta Adrian
Mendengar itu Farhat menatap tajam saat itu sang bungsu hampir selesai memakan makanan nya
"Bisa kah kalian tidak ribut!" Mendengar ucapan itu membuat keduanya terdiam
"Papa bisakah kau tidak mengekang kami, lagi pula seharusnya kau bangga memiliki anak yang mandiri"
Adrian tersenyum ia sangat bersyukur memiliki adik seperti Erlan, walaupun dia memiliki sikap yang dingin namun ia memahami sang kakak
"Terima kasih ya Erlan, kau sudah membela ku"
"Bisakah kau menjawab ku dengan bahasa manusia, kenapa kau harus bergumam seperti itu"
Tidak lama mereka telah menyelesaikan makan nya
"Aku sudah selesai. Terima kasih makanan nya" ucap Erlan sambil beranjak dan tidak lama di susul oleh Adrian "Aku juga sudah selesai, mah pah Rian pergi dulu" pamit nya
Dan di angguki oleh Miranda sedangkan Farhat menatap kepergian kedua putra nya
"Lihat kedua putra kita itu kenapa dia tidak mau mengerti juga, aku melakukan ini demi kelangsungan hidup mereka. Aku membangun perusahaan itu juga demi mereka. Tapi kenapa Rian tidak mau melanjutkan apa yang sudah sku bangun"
"Mas aku paham maksud mu itu baik, tapi apa salahnya jika kita memberikan kesempatan untuk Adrian dan juga Erlan untuk membuktikan diri nya pada kita"
"Kamu itu selalu saja mendukung apa yang mereka mau"
"Tentu saja aku adalah ibu mereka, aku akan mendukung apa yang mereka inginkan selagi itu baik" setelah mengatakan itu Miranda pun pergi
Sedangkan di luar seorang pria sedang membersihkan salah satu mobil milik keluarga Dwipangga
"Paman, apakah mobil sudah siap?"
__ADS_1
"Sudah den, apa mau dipakai sekarang?" tanya pria itu
"Iya paman" saat itu Erlan juga hendak pergi ke sekolah karena sebentar lagi hari kelulusan
"Ini kunci nya den" pria itu memberikan kunci mobil pada Adrian
"Erlan, kita berangkat bersama saja, nanti kau yang bawa mobil ini"
Mendengar itu Erlan mengerinyit "Lalu kau sendiri?"
."Ah aku sih gampang" sang kakak dengan entengnya mengatakan itu
"Ok, paman kalau gitu kita pergi dulu" pamit sang sulung
"Iya den hati hati"
Adrian dan juga Erlan meninggalkan rumah dan melajukan mobil nya
Tidak lama Farhat muncul dengan seorang pria muda seumur dengan Adrian
"Roy kita harus ke kantor sekarang!" perintah nya
"Baik tuan Farhat" dan mereka berdua pun dengan cepat meluncur ke kantor karena banyak klien yang menunggu
Du tempat lain tepat nya di sebuah rumah sederhana terdapat seorang perempuan paruh baya dan juga seorang pria yang kini sudah siap untuk mencari nafkah untuk keluarga kecilnya
"Loh bu, mana Sella, bukankah hari ini dia masuk kampus, tapi kenapa sejak tadi kok nggak keluar kamar"
Perempuan tua itu tersenyum "Bapak kayak nggak tahu aja dia itu kan sekarang sudah menjadi gadis pasti dia dandan dulu mungkin"
Mendengar ucapan si ibu membuat bapak dari Sella menggeleng
"Sellandra, nak ayo cepat sarapan, nanti kamu terlambat"
Tidak lama gadis itu pun muncul dengan pakaian yaah tomboi nya tapi terlihat sangat menggemaskan
(Aku ganti yaa peran untuk istri nya Adrian)
"Nak bukankah kau sebentar lagi mau di wisuda, setelah ini kau mau melanjutkan kemana?" tanya sang ayah
Sellandra pun memulai menyantap makanan yang sudah di sediakan oleh sang ibu
"Entahlah yah, aku mungkin akan bekerja terlebih dahulu sambil mengumpulkan uang. Nanti kalau uang sudah terkumpul dan aku bisa membuat ayah sama ibu tidak panas panasan lagi"
__ADS_1
Mendengar itu sang ayah menggenggam tangan sang anak "Nak kau itu sudah membahagiakan kami, dengan kamu sekolah yang tinggi dan kamu bisa meraih cita cita mu itu saja membuat ibu dan ayah sangat bangga"
Sellandra dengan kehidupan apa adanya dan Adrian dengan kehidupan mewahnya dari sinilah kisah cinta mereka akan di mulai