Salahkah Cinta

Salahkah Cinta
Erlan Tidak Hilang


__ADS_3

Mendengar itu Farhat terdiam, dia tidak tahu jika diam diam Rio adik iparnya itu mengawasi nya


Awas kamu Rio!


Sedangkan saat ini Erlan sedang mengendarai mobil menuju tempat orang yang mana menelpon nya tadi


"Jika benar wanita itu berani mendekati papa, akan ku buat wanita itu menderita!"


Sedangkan seorang wanita cantik kini sedang berdandan dengan begitu mencolok rambut yang di gerai dan pakaian yang begitu seksi


Sambil menatap pantulan wajahnya di cermin wanita itu pun berkata


"Miranda Miranda, kau tahu suami mu malah tergoda akan penampilan ku, ketimbang penampilan mu yang tua heh. Lihat lah aku, aku sangat menggoda bahkan suami mu itu" ucapnya sambil memuji penampilan nya


Tidak lama kemudian Erlan pun sampai di tempat orang itu dan ada beberapa orang menyambut nya


"Di mana dia?"


Orang itu menunduk hormat sambil berkata


"Dia ada di dalam tuan muda"


Erlan pun berjalan dengan penuh wibawa dan di sana seorang pria sedang berdiri lalu membungkuk


"Selamat datang tuan muda Erlan"


Erlan mengangguk "Kita langsung saja"


Orang itu mengangguk "Tuan, wanita itu seperti nya menantang anda, dia bilang kalau tidak takut pada anda, dia juga yakin kalau penampilan dia membuat tuan Farhat lebih memilih nya ketimbang nyonya Miranda"


Orang itu menyodorkan selembar foto dan di berikan pada Erlan, sebuah foto yang menampakkan seorang wanita yang begitu cantik yang kini meresahkan nya, wanita itu berniat untuk menghancurkan rumah tangga sang mama.


Saat Erlan menatap wajah wanita di foto itu tidak lama ia menyeringai


"Kau sangat mengandalkan kecantikan mu bukan, kita lihat apakah kau masih akan mengandalkan kecantikan mu itu Selviana Gantari"


Sambil menatap foto itu Erlan menyeringai


Entah apa yang pria tampan itu rencana terhadap wanita yang hampir merusak rumah tangga orang tuanya

__ADS_1


"Dan sekarang wanita itu ada di mana?'


Laki laki itu pun menjawab "Saya dengar dia bekerja sebagai sekretaris ayah anda tuan"


"Pantas saja, dia begitu leluasa menggoda papa"


Flashback end


"Jadi Erlan di telepon seseorang, apakah paman tahu siapa yang menelepon adikku?" tanya Adrian


"Aku tidak tahu Dri, yang jelas seperti nya dia sangat serius saat menerima telepon itu"


Aku yakin Erlan, sudah bergerak cepat untuk menyelidiki wanita waktu itu


Adrian yang melihat keterdiaman sang paman menatap curiga


Sedangkan saat ini Sellandra sedang menenangkan sang ibu mertua yang sedang menangis


"Hiks~ lalu di mana Erlan nak, dia padahal sudah berjanji pada mama kalau kita akan hiks ~ bertemu di tempat ini hiks~" sambil menatap sekitar mungkin saja ia melihat anaknya namun tidak terlihat batang hidungnya


"Mama, bersabar lah mungkin saja, Erlan sedang ada urusan" ucap gadis itu


Sedangkan Erlan sendiri kini setelah dari tempat orang itu ia pun bergegas menuju tempat pernikahan


"Pasti aku terlambat atau lebih tepatnya ijab kabul sudah dilakukan"


Saat ini dia sedang menuju ketempat pernikahan namun di otak sudah tersusun ribuan rencana untuk menghancurkan wanita itu.


Tidak lama ia sampai di tempat resepsi dan ia bergegas menghampiri sang ibu


"Loh ada apa ini?"


Mendengar itu Miranda langsung bangun dan melihat jika sang putra kesayangannya ada di hadapannya.


"Erlan!" Sambil memeluk pria itu sedang Erlan sendiri pun bingung dengan sikap sang mama


"Ada apa ini, kenapa mama menangis?" tanya nya bingung


Sedangkan sang kakak Adrian berkata"Syukur lah kau tidak apa apa Er, kau tahu kami di sini khawatir"

__ADS_1


Mendengar hal itu Erlan semakin bingung, apakah tadi dia izin, atau tidak ya,


"Ma, bukankah kau sudah tahu aku akan pergi kemana, lalu kenapa kau jadi khawatir?"


"Mana ada, kamu tadi bilang ada urusan sebentar, nanti kita ketemu di resepsi nya Adrian, tapi mana, mama cari kamu nggak ada"


Mendengar omelan itu Erlan menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu ia berlutut di kaki sang mama


"Ma, maafin Er ya, Er janji nggak akan buat mama khawatir lagi"


Mendengar itu Akira pun langsung menghampiri sang cucu "Erlan kau itu habis dari mana sih, kau tahu kita semua khawatir kalau terjadi sesuatu"


Erlan pun berdiri dan menatap sang kakek


"Kek, aku tadi ada urusan, mama juga tahu, tapi aku janji nya sebentar, jadi ya aku membuat mama khawatir"


Namun sepertinya dia tidak akan mengatakan yang sebenarnya, lagi pula hari ini adalah hari bahagia sang kakak, dia tidak akan merusak masalah yang dibuat oleh sang papa


"Erlan, sebenarnya ada apa, dari tadi kakek perhatikan kau seperti terlihat khawatir, ada apa cucu ku?"


Erlan menggeleng "Tidak ada kek ini cuma soal pekerjaan saja kok"


Tapi sepertinya Akira tidak mempercayai perkataan cucu nya ini. Dia harus cari tahu sendiri apa yang terjadi sebenarnya.


"Wah selamat ya, maaf aku terlambat menyaksikan ijab kabul kakak dan kak Sella, soalnya ini tadi mendadak"


"Nggak papa Er, yang terpenting kamu datang saja aku sudah senang, tapi kau sudah membuat mama Miranda khawatir"


"Hn aku tahu itu, makanya aku menyesal" ucapnya sambil menunduk


Miranda pun langsung menghampiri mereka


"Sudah sudah ayo makan, pasti kalian lapar kan?"


"Tentu lah kak, kita datang ke mari kan bukan hanya menghadiri acara saja tapi makanan juga" ucap Rio


"Kau itu, makanan saja yang dipikirkan" ucap Miranda


"Eh, bukankah jika perut kenyang, maka semua urusan akan lancar?" sambil menatap Erlan

__ADS_1


Dan mereka yang ada di sana mengangguk akan ucapan Rio


__ADS_2