
Yuniar kini sudah sampai di kampus di mana Adrian berada "Ini adalah kampus nya"
Harus kah aku melakukan ini, aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini tapi...
Hatinya sangat bergejolak saat memikirkan apakah dia akan melakukan ini
Saat itu Yuniar melihat Adrian dan Sellandra sedang kejar kejaran "Apa yang mereka lakukan, seperti anak kecil saja"
Saat gadis itu hendak melakukan aksinya seorang pria yang ternyata adalah Adrian
Sreetttt!!
Bruukk!!
Pada saat itu Yuniar sangat terkejut saat melihat rupanya ada yang berani memata matai nya
"Lepas! Lepaskan aku" ucap nya sambil berusaha untuk melepaskan diri dari laki laki itu
"Lo nggak bisa lepas dari gue, sebelum Lo hentikan niat buruk lo"
Degh
Mendengar ucapan pria itu Yuniar sangat terkejut, ia tidak menyangka kalau pria ini tahu niat nya
"Si siapa kau sebenarnya?" tanyanya takut
Sedangkan pemuda itu bukannya menjawab, malah dia mengatakan
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku yang terpenting, kamu jangan pernah ganggu Adrian dan Sella lagi!"
Dengan tatapan heran dan juga takut Yuniar kembali berkata "Ada hubungan apa kau dengan mereka berdua, kau bukan siapa siapa mereka"
Tiba tiba pemuda itu mencengkeram leher gadis itu
"Benarkah?"
"Aakkkhhh, l le paskan a aku" ucapnya kesusahan
Greepp
"Aakkkhhh!!"
"Aku akan melepaskan ini, tapi dengan satu syarat"
"A apa yang kau inginkan?"
Sambil menyeringai pria itu berkata "Apa yang ku inginkan, bukankah tadi sudah kukatakan dengan jelas, apa yang ku inginkan, atau" jedanya
"Kau akan tahu akibatnya"
"Apa yang akan kau lakukan?" tantangnya
__ADS_1
"Kau menantang ku nona Yuniar Gerald?"
Degh!
Wanita itu sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan pria itu
"K kau, kau tahu siapa aku?"
"Menurut mu?"
Mendengar itu Yuniar terdiam "Dengar ya nona Yuniar Gerald, aku tahu siapa kau, bahkan aku juga tahu keadaan ayahmu yang sedang sakit"
Yuniar menatap pria itu dengan tatapan tidak percaya
"Atau jika kau masih ingin mencoba malakukan nya, akan ku lakukan sesuatu pada ayah mu, akan aku buat dia mati sekarang juga" bisik nya
Yuniar menggeleng cepat "D dari mana k kau tahu jika ayahku sedang sakit?"
"Kau tidak perlu tahu, aku tahu dari mana. Yang terpenting" jedanya
"Aku akan membuat ayahmu yang sekarat menuju liang lahat sekarang juga"
"Tidak, tidak! aku mohon jangan lakukan itu tuan" ucap nya sambil memohon
Mendengar itu pria itu pun membungkuk kan sedikit tubuh nya "Baiklah aku tidak akan menyakiti ayah mu, tapi kau pasti tahu kan apa yang ku minta dari mu?"
"I iya a aku tahu tapi" jedanya "Aku mohon jangan sakiti ayah ku" mohon gadis itu
"Apapun itu akan aku lakukan, aku akan membantumu"
Pria itu mengangguk
"Ta tapi tuan aku sudah menerima uang dari tuan Farhat"
"Berapa kau mendapatkan uang itu?"
"15 juta tuan" ucapnya jujur
"T tapi tenang nanti a akan saya kembali seluruh uangnya "
"Tidak perlu" sela Erlan cepat
Yuniar tercengang dengan apa yang dikatakan oleh pria itu
"Tuan, bagaimana bisa, aku sudah di bayar oleh pria itu dan jika aku tidak melakukan apa yang di minta...."
"Dia meminta uang ganti rugi 2 kali lipat dan dia juga akan menghukum mu, benar kan?"
Gadis itu mengangguk kaku "I iya"
"Kau tidak perlu takut, anggap saja tugas mu kali ini berhasil"
__ADS_1
Yuniar kembali terkejut "B benarkah tuan, a apakah tidak akan terjadi masalah?"
Saat itu tidak jauh dari tempat Erlan dan Yuniar berada ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan mereka
"Siapa laki laki itu, apa gadis itu sudah malakukan tugas nya?"
Pria itu seperti nya tidak tahu kalau Yuniar tidak melakukan tugas yang di minta oleh tuan nya
Saat itu Erlan menyadari jika ada mata mata lain yang mengawasi nya
"Diam!"
Degh
"A, apa yang kau katakan?" tidak mengerti
"Kau lihat di balik tembok di belakang ku"
Gadis itu pun menatap dan kemudian mengangguk
"Seperti nya Farhat menurunkan mata mata untuk mengawasi mu"
"Bagaimana ini tuan, bagaimana jika dia melaporkan apa yang terjadi saat ini" ucapnya takut
Sedangkan di lain tempat Farhat sendiri teringat akan ucapan Yuniar
"Kau yakin tuan tidak tergoda akan diriku?"
Farhat diam diam tersenyum "Cantik juga gadis itu" puji nya tanpa sadar
Namun tidak lama ia sadar jika ia memiliki istri yang sedang menunggu nya
"Astaga, apa yang ku pikirkan" Sambil menggeleng cepat
Tidak lama seorang sekretaris memberikan sebuah berkas
"Pak, ini ada berkas yang harus anda tanda tangani"
Farhat pun mengeluarkan bolpoin nya dan menanda tangani berkas itu
"Oh iya tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda"
"Siapa?"
Tidak lama seorang pria datang menghampiri
"Wah wah teman ku tuan Farhat Dwipangga"
Farhat yang mendengar itu pun terkejut dan langsung berdiri menghampiri sahabat nya yang tidak lain adalah Farley
"Kau!"
__ADS_1