
Orang yang dipanggil tuan Manaf itu pun menatap dengan nanar kearah Erlan, dan pemuda itu pun nampak menggenggam tangan pria itu
...Erlan Dwipangga...
"Tuan Erlan kau harus berhati-hati" ucapnya terbata bata mendengar itu, Erlan pun bingung, dia harus berhati-hati dengan siapa?"
Tiba tiba pria bernama Manaf itu pun menatap gadis yang di temui Erlan
"Nak, kau begitu cantik dan baik, aku yakin kau mampu menolong tuan Erlan"
Gadis itu pun bingung, ia pun berinisiatif bertanya
"Apa maksud anda, aku?" menunjuk diri nya sendiri
"Aku bisa menolong tuan ini?" menunjuk pada Erlan
Manaf mengangguk perlahan, gadis itu menatap bingung "Apa yang harus ku lakukan"
Saat itu lelaki itu berteriak kesakitan, dan itu membuat kedua nya terkejut
"Tuan, ada apa dengan mu" ucap gadis itu khawatir
Erlan pun bingung dengan apa yang Manaf katakan, namun saat melihat kondisi pria itu yang sangat memprihatinkan pun membuat hatinya bertanya tanya.
"Tuan kenapa anda bisa terluka separah ini, siapa yang telah melukai anda?"
Gadis cantik itu juga penasaran ada apa dengan pria ini sebenarnya
Dengan terbata bata pria itu pun mengatakan
"Tuan percaya kah anda, jika apa yang saya derita ini adalah kiriman?"
Mendengar itu Erlan terkejut "Ki kiriman, dari siapa tuan?" gadis itu sangat penasaran
Sebelum menjawab Manaf pun menatap kearah Erlan "Penyakit ku ini adalah sebuah kiriman dan orang yang mengirim nya berharap aku mati"
Degh
__ADS_1
Sambil menatap Erlan dan kemudian tersenyum hambar "Apakah yang mengirim penyakit ini adalah musuh anda tuan?" tanya gadis itu lagi
Manaf pun kembali menatap gadis itu
"Kau benar nona, dia adalah musuh ku, mereka berdua adalah penguasa dalam bidang bisnis, namun sayang mereka berhati dengki"
Erlan yang dari tadi diam pun akhirnya bersuara
"Apakah kau pernah bersi tegang dengan orang ini?"
Manaf mengangguk pelan. Saat itu ia teringat akan ucapan dari Yuniar yang mengatakan bahwa sang ayah sakit keras.
Flashback
Saat itu Erlan sedang berada di sebuah tempat yang tidak terlalu sunyi dan di sana tidak lama terlihat seorang gadis cantik sedang berjalan menghampiri pria yang tidak lain adalah Erlan
"Tuan, Erlan ada apa anda ingin menemui saya?"
Erlan pun langsung mengatakan apa alasannya menemui gadis itu
"Aku langsung saja bertanya ke intinya"
"Sejak kapan ayah mu sakit keras?"
Yuniar pun terdiam sambil menunduk
"Nona, kenapa kau diam saja, katakan yang sebenarnya"
Cukup lama terdiam Yuniar pun akhirnya
"Anda pasti tidak mempercayai apa yang sku katakan"
Mendengar itu Erlan semakin penasaran siapa pelaku nya "Katakan lah nona" pinta pemuda itu
"Tuan, anda ingat saat tuan Farhat kalah tender?"
Erlan mengangguk "Ya aku ingat kenapa?"
Tender itu milik perusahaan asing, saat itu tuan Mitsuki menyerahkan tender pada papa ku karena yang aku tahu penjelasan dan juga cara kerja tim papa ku sangat menarik untuk di kulik sedangkan penjelasan em... maaf ayah anda kurang di pahami" jeda gadis itu
__ADS_1
Erlan masih menunggu apa yang akan dikatakan gadis itu kepadanya
"Saat pertemuan itu berakhir, kakak saya bilang jika ayah anda tidak menerima hasil itu dan..." ucapan Yuniar terhenti karena langsung di sela oleh Erlan
"Dan Farhat menuntut balas dendam pada papa mu kan?" Yuniar mengangguk perlahan
Erlan pun menghela nafas "Aku tidak heran, ia akan melakukan itu"
Yuniar pun melanjutkan ucapannya "Tapi tuan, apakah anda tidak merasa ada yang aneh?'
"Aneh, maksud mu?" tidak mengerti akan pertanyaan Yuniar
Sambil menatap kearah lain gadis itu seperti ketekunan akan mengutarakan maksud nya
"Nona, apakah anda tahu sesuatu?" Erlan menatap penuh selidik
Degh
Dengan tatapan terkejut gadis itu langsung menggeleng cepat "Tidak ada"
Namun pria itu dapat menyimpulkan ada yang di sembunyikan oleh gadis ini.
Flashback End
Erlan mengingat percakapan nya anak dari pria ini
"Apa Farhat juga terlibat dalam hal ini?" sambil menatap kearah laki laki itu
"Sekarang tubuh asli mu ada di mana?"
Gadis cantik itu terkejut dan langsung menatap Erlan "Tuan, apa maksud m?"
"Ini bukan dunia nyata, kamu" menatap gadis itu
"Siapa nama mu nona?"
Gadis itu tersenyum lalu menjawab "Anda akan tahu nama tuan, kau lah yang akan memberikan nya"
Tidak lama kemudian Erlan yang tertidur di dalam mobil pun membuka matanya
__ADS_1
"A apa yang terjadi?"