Salahkah Cinta

Salahkah Cinta
Bab 4 (Erlan Dan Seorang Wanita)


__ADS_3

Kembali Ke masa Sekarang


Adrian Sella masih berbicara di tempat yang sama dan saat mengingat perjuangan cinta mereka tiba tiba Adrian menyeringai "Sayang, apa kau ingat saat mama Miranda mengkhawatirkan adikku Erlan, kau tidak curiga sesuatu kah?"


Sellandra mengerinyit "Maksud abang, Erlan menyembunyikan sesuatu?"


Adrian terdiam, namun matanya mengisyaratkan pertanyaan sebaiknya


"Entahlah sayang, tapi saat setelah selesai pernikahan kita, sikap Erlan seperti nya sangat dingin bahkan aku seakan tidak mengenalinya"


Flashback


Usai pernikahan Erlan terus saja memikirkan apa yang harus dilakukan terhadap wanita itu


"Aku, harus tahu dulu bagaimana seluk beluk wanita itu Selviana Gantari, dia adalah sekretaris papa, hm menarik"


Sedangkan saat itu, Farhat rupanya ada di kantor, dia memilih bekerja di banding kan menghadiri pernikahan sang putra, dan itu memancing amarah Akira dan juga Affandi Kamamura


"Di mana putra mu Akira?"


"Itu lah, dia beralasan tidak akan merestui cucu kita menikah dengan gadis biasa'


Mendengar itu membuat Affandi mencengkeram tangan nya kuat " Dasar lelaki bodoh! Apa yang dia pikirkan? Apa dengan harga diri yang tinggi dan jabatan bisa membeli segala nya?"


Akira merasa tidak enak dengan sikap putra nya yang arogan, jau tahu putra mu itu sudah membuat putri ku menangis"


Iya iya aku tahu, tapi bagaimana lagi, aku bingung untuk memberi pelajaran padanya dengan cara apa"


Saat itu Erlan mendengar pembicaraan kedua kakek nya, ia tidak mungkin menambah masalah pada kedua orang tua itu


"Kakek Akira, kakek Affandi, aku pergi dulu"


Mendengar itu Akira pun mengerinyit pasalnya Erlan baru saja sampai setelah membuat khawatir sang ibu, dia berencana hendak pergi lagi


"Tunggu Erlan, apa kau sudah izin dengan ibu mu?"


"Sudah kek"


Setelah mengatakan itu Erlan pun pergi


"Sebenarnya mau kemana lagi anak itu"


Entah lah ma, tapi tadi dia bilang ada urusan"


Mendengar itu Miranda terdiam namun, ia khawatir jika sebenarnya ada sesuatu yang dia tidak tahu.


Flashback off

__ADS_1


Dan kini Adrian menatap sang istri "Kau tahu istri ku, kenapa Er selalu menolak gadis yang di jodohkan papa dengan nya?"


Sella pun juga penasaran kenapa pria itu menolak Sarina "Iya bang, aku penasaran, kenapa si Er selalu menolak Sarina, dan aku lihat dia juga membenci gadis itu" sambil menatap Adrian


"Karena Erlan memiliki pujaan nya sendiri sayang, apa kau ingat saat kakek meminta untuk mencari jodoh?"


Sellandra mengangguk. "Dia bilang akan menunggu gadis itu, tapi apa, sampai sekarang gadis khayalan nya itu tidak ada kabar kan?"


Sella terdiam, namun ia mencurigai sesuatu,


"Apa jangan jangan gadis yang di maksud adalah Tiara?"


Adrian pun mengerinyit "Apa kau mengatakan sesuatu Sel?"


"Ah, tidak bang"


...☘️☘️☘️☘️...


Saat ini Erlan ada di sebuah taman yang begitu indah. Perasaan nya masih kesal dengan perbuatan sang papa yang seenaknya main jodoh jodohkan, apa lagi gadis yang di jodohkan nya itu adalah gadis ular berkepala dua.


Jadi tanpa sadar Erlan melajukan mobilnya kearah sebuah taman "Astaga kenapa aku bisa ada di sini" ia pun keluar dari mobil dan kebetulan di sana ada sebuah bangku panjang , dia pun memutuskan untuk istirahat sebentar di sana


Namun tidak lama ia mendengar sebua suara yang begitu lirih


Seorang wanita cantik, dengan perut membuncit sedang berdiri sambil berkata


Degh!


Erlan yang mendengar itu terkejut dan sambil menatap wanita yang tidak terlalu jauh dari nya


"Apa maksud dari perkataan nya, siapa yang menjaga, memangnya dia mau kemana?" tanyanya pelan


Wanita itu kembali berkata "Nak jika kau nanti lahir dengan selamat, siapa pun yang mengurus mu, jangan lah menyusahkan orang itu ya" ucapnya lagi


Dan Erlan yang mendengar itu semakin penasaran dia pun berinisiatif untuk menghampiri wanita cantik itu


"Nona"


Wanita itu menoleh dan terkejut saat seorang pemuda menghampiri nya


"S siapa kau?"


Pemuda itu menatap wanita itu dengan pandangan sulit di artikan namun tetap sopan


"Maafkan aku telah mengagetkan anda, tapi boleh kah aku bertanya?"


Wanita itu meskipun bingung, ia tetap mengangguk

__ADS_1


"Mengapa anda berkata seperti itu, mengapa anda tidak bisa menjaga bayi yang anda di kandungan anda?" tanyanya beruntun..


Degh!.


"Kau, kau mendengar apa yang aku katakan?" tanya wanita itu memastikan


pemuda yang tidak lain adalah Erlan mengangguk


"Maaf, aku tidak bermaksud menguping nona, tapi jujur aku sangat penasaran mengapa anda berkata demikian?"


Wanita itu menatap kearah hamparan rumput taman


"Tuan, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan itu pada anakku, hiks~ tapi mau bagaimana lagi"


Kini wanita itu menatap kearah Erlan


"Kalau umur ku tidak lama lagi, tidak lama lagi aku akan. meninggalkan nya" sambil mengelus perut buncit nya


Degh


Mendengar apa yang dikatakan wanita itu Erlan terkejut, jadi itu alasan nya dia mengatakan itu


"Memang nya kalau boleh tahu sakit apa?"


"Tuan, sebenarnya aku sudah lama mengidap penyakit kanker darah jadi kemungkinan kecil untuk bisa aku bertahan"


Mendengar apa yang dikatakan wanita itu Erlan terdiam "Kau mungkin bertanya kemana ayah anak ini?"


Erlan mengangguk


"Ayah anak ini sudah pergi terlebih dahulu, dia kecelakaan saat hendak pergi bekerja"


Mendengar itu Erlan terdiam, wanita itu pun melanjutkan ucapannya


"Maka dari itu aku khawatir, siapa yang akan menjaganya"


Erlan kembali berkata "Mengapa anda berpikir jika anda akan pergi dengan cepat, sedangkan kita tidak tahu umur kapan nyawa seseorang akan di ambil"


Wanita itu tersenyum "Kau benar tuan muda, tapi orang penyakitan seperti saya, dokter mengatakan hidup saya tidak lama lagi"


"Apa kah kau sudah berusaha untuk menyembuhkan nya nona dengan obat obatan dokter atau herbal?"


Wanita itu mengangguk "Saya sudah mencoba nya bahkan almarhum suami saya banting tulang untuk membiayai pengobatan saya, namun dokter bilang jika kanker saya sudah menyebar"


Erlan terus mendengarkan apa yang wanita itu katakan


Sebenarnya ada cara untuk menyembuhkan nya" ucap wanita itu tiba tiba

__ADS_1


"Apa itu?"


__ADS_2