
Tidak lama Erlan pun membuka mata dan menatap sekitar diri nya masih di dalam sebuah mobil dan itu sang supir yamg melihat pun bernafas lega
"Akhirnya anda bangun juga tuan muda"
Mendengar itu Erlan pun sedikit beranjak namun entah kenapa kepalanya terasa berat
"Apa yang telah terjadi?" tanya Erlan di sela sela rasa sakit di kepala nya
Sang supir pun bingung harus menjawab, karena pada saat itu ia hanya sibuk menyetir dan di belakang Efendy dan Akira sibuk dengan pembicaraan tentang bisnis dan tidak lama mereka meributkan cucu kesayangan mereka.
Flashback
"Oh iya Akira setelah ini.kita akan langsung pulang atau..." ucapannya terputus saat melihat sang cucu tertidur
"Erlan, kenapa dia malah tertidur di sini?" tanya Efendy.
Akira yang melihat itu pun terkejut dan mencoba membangunkan sang cucu
"Er, Er, cucu ku kita sudah sampai" ucapnya
Namun tidak ada pergerakan dan itu membuat kedua orang tua saling pandang
"Fen, apa yang terjadi dengan cucu kita?"
Saat itu Efendy pun mencek suhu tubuh sang cucu
"Tubuh nya baik baik saja"
Akira pun mengerinyit "Tapi kenapa dia tidak bisa dibangun kan, apakah ada yang sudah terjadi?"
Efendy pun menggeleng tidak tahu "Aku saja tidak tahu karena Erlan ada di belakang kan duduknya"
"Lalu kita harus bagaimana? Apakah kita panggil dokter?"
Efendy pun mengangguk dan segera menelpon salah satu dokter kenalannya
📞 "Halo dok bisa anda datang di jalan S no 33?
📞 "Halo bisa tuan, tapi dengan tuan siapa ini?"
📞 "Efendy"
Mendengar nama itu resepsionis yang menerima telepon pun terkejut bukan main dan dengan cepat
📞 "Baik tuan Effendy"
Setelah percakapan itu Efendy dan Akira siap untuk menggotong Erlan namun belum hal itu dilakukan ternyata ada pergerakan dari pemuda itu.
"Tunggu dulu tuan!"
Akira pun terhenti ia pun langsung masuk ke dalam entah apa yang dilakukan
Flashback end
__ADS_1
Mendengar cerita dari sang supir pun Erlan berusaha untuk bangkit dan dengan bantuan sang supir keluar dari mobil
Saat itu Akira pun langsung dengan cekatan membantu cucunya "Astaga cucu ku, sebenarnya ada apa dengan mu?"
Saat ini Erlan sudah sampai di rumah sang kakek
"Wan, beritahu Farhat kalau putra nya ada di tempat ku"
Orang yang dipanggil Wan itu mengangguk dan langsung mengeluarkan ponselnya
Sedangkan di tempat lain seorang pria dengan raut wajah cemas "Di mana anak itu, kenapa handphone nya tidak bisa di hubungi"
Sambil sesekali menatap handphone nya namun tidak juga ada kabar, namun tidak lama terdengar sebuah telepon
Da Farhat pun langsung mengangkat telepon
📞 "Halo, siapa ini?!
Sedangkan orang yang menelpon pun mengerinyit
"Ada apa dengan pria ini, aku kan ingin memberitahu keadaan putra nya, kenapa dia marah marah?" tanyanya pelan
Akira yamg melihat adiknya menatap telepon nya
"Heeh, Wan ada apa?"
Wan pun menatap sang kakak dan memberikan ponsel nya pada Akira
"Kakak tahu putra mu yang aneh itu, dia malah marah marah"
📞 Halo! Siapa ini?!
📞 Ini aku ayahmu!
Degh
Mendengar suara itu Farhat pun terkejut dan langsung menyentuh wajahnya ia merasa sangat bersalah karena sudah membentak sang ayah
📞Maaf kan aku ayah, a aku tidak tahu kalau yang menelpon adalah anda
📞 Makanya di dengar kan dulu, jangan asal marah
📞 Iya iya maafkan aku, kau tahu aku sekarang
sedang pusing putra ku Erlan belum juga
kembali
📞 Kau tidak perlu khawatir,
📞 Apa maksud ayah, kenapa aku tidak boleh
khawatir?
__ADS_1
Farhat merasa jika sang ayah ini terlalu santai menyikapi hilang sang putra
📞 Ayah aku ini sangat khawatir, kenapa kau
begitu santainya saat mendengar cucu kesayangan mu menghilang
Miranda yang mendengar jika Erlan menghilang pun terkejut bukan main
"Suami ku, apa yang kau katakan, apa benar jika Erlan menghilang?"
Farhat pun langsung menurunkan ponselnya.
Kenapa Miranda ada di sini, haduh
Sambil memegang kepalanya yang mulai berdenyut sakit, dia saja belum tahu kabar nya Erlan ada di mana dan sekarang ditambah Miranda yang panik karena tahu putra nya tidak kunjung pulang.
"Kenapa kau diam haah! Apa benar Erlan belum pulang?"
Farhat bingung harus menjawab apa, namun samar samar Miranda mendengar sebuah suara dan ia melihat sebuah telpon genggam yang masih menyala
Dan dengan gesit wanita itu langsung merampas handphone itu
📞 Halo ayah, hiks~ a apa kau tahu Erlan belum pulang sampai saat ini
📞 Nak, kau jangan khawatir, sebenarnya putra mu dalam keadaan baik dan aku sebaliknya ingin mengatakan pada suami mu itu tapi ya dia membentak ku. Jadi aku tidak jadi memberitahu kan nya
Mendengar sang putra dalam keadaan baik Miranda akhirnya bernafas lega
📞 Syukur lah ayah, tapi kalau boleh tahu ada di mana sekarang Erlan dan boleh kah aku berbicara dengan nya?
Saat itu Farhat yang penasaran pun mendekati sang istri dan Miranda menyadari itu pun. langsung melirik tajam
"Kenapa kau mendekati ku haah?!"
Mendengar itu Farhat terkejut dia tidak menyangka jika sang istri masih marah
"Kau masih saja tidak ingin memaafkan aku Mir?"
Sang istri pun menatap tajam lelaki itu dan berkata
"Kau ingin aku memaafkan mu?"
Farhat mengangguk dan Miranda melanjutkan ucapannya "Baiklah, aku akan memaafkan mu"
Mendengar itu Farhat pun menatap sang istri dengan senyum terbaik nya
"Dengan satu syarat"
Degh
"Syarat, syarat apa?" tanya nya was was
Dengan santainya Miranda pun berkata
__ADS_1
"Akuilah kalau Sella adalah menantu utama kita dan bawa mereka ke rumah ini"
DUAARRR