
Erlan sangat yakin bahwa kekasih akan segera lahir, pemuda tetap tidak ingin membuka hatinya
Sedangkan saat ini Sellandra sedang termenung seorang diri di dalam kamar sambil tersenyum senyum
πΊ Flashback πΊ
Saat ini Sellandra sedang berbicara dengan sang ayah
"Jadi kau benar mencintai pemuda kaya itu Sel?"
Gadis itu mengangguk pelan, sedangkan Gufta menghela nafas
"Kamu tahu, dia adalah orang kaya, sedangkan kita, kita ini apa nak, di mata mereka hanya lah orang miskin. Seharusnya kau sadar kita tidak dapat setara dengan mereka" jelas nya
Gufta menghampiri sang anak "Nak, ayah bukannya tidak setuju, tapi tuan Farhat pasti tidak akan menyetujui putra nya berhubungan dengan kita, karena ayah tahu sifat seorang Dwipangga Farhat bagaimana" sambil menatap kearah lain
"Dia pria yang sangat arogan dan sombong bahkan ia lah yang membuat tuan Gerald Manaf lumpuh sampai saat ini"
Degh
Sellandra terkejut mendengar apa yang ayah nya katakan
"Apa yang ayah katakan, tuan Manaf lumpuh?" tanyanya memastikan
"Iya Nak"
"Tapi anda tahu dari mana?"
"Kau pasti mengenal tuan Erlan kan?"
Sella mengangguk "Dia adik Adrian, tapi ayah kenapa kau bisa kenal dengan Erlan?"
Sambil tersenyum Gufta menjawab "Ayah sekarang bekerja sebagai bawahan tuan Erlan"
Betapa terkejut nya gadis itu sang ayah bekerja di bawah naungan calon adik ipar
"Kok bisa ayah, lalu bagaimana dengan becak ayah?" Bingung karena sambil menatap luar becak nya tidak ada
"Nak, Allah maha adil, kamu tahu sayang mulai besok ayah tidak akan narik lagi"
Sella menunggu ucapan selanjutnya sang ayah
"Mulai besok, ayah hanya mengawasi mereka yang menarik becak ayah. Dan kau tahu tuan Erlan bilang, kalau dia memberikan 50 transportasi becak pada ayah untuk di kelola dan hasilnya sangat besar"
Mendengar itu Sella tidak bisa berkata kata
"Artinya ayah sekarang menjadi juragan beca?"
Gufta mengangguk "Iya nak, semua ini karena tuan Erlan ingin kau tidak di hina oleh ayahnya, dia bilang kau lah yang bisa memahami kakak nya"
Sellandra mengerutkan kening nya
"Dia bilang begitu, seorang Erlan mengatakan seperti itu seperti bukan dia saja" gumam nya pelan
Gufta yang mendengar itu mengerinyit
"Apa yang kau katakan nak?"
"Ah tidak ayah, yang terpenting ayah sudah merestui hubungan kami, tapi untuk tuan Farhat"
Sedangkan di kediaman kakek Akira saat Adrian sedang duduk bersama dengan kakeknya
"Aku tidak perlu restu papa, karena aku yakin sebelum aku meminta restu aku paling sudah di usir"
Mendengar itu sang nenek menggeleng
"Dri kamu jangan begitu, restu adalah yang paling utama sayang"
__ADS_1
Pemuda itu menatap sang nenek "Nek, kau benar restu itu adalah yang utama, tapi jika seseorang melihat dari kekayaan atau harus punya jabatan apakah itu di sebut restu yang ada papa selalu memandang status seseorang"
Erlan yang mendengar itu pun menghampiri sang kakak "Kak, kau tenang saja besok kau dan aku akan datang ke rumah kak Sella aku dan paman Anwar akan mendampingi mu untuk melamar kak Sella"
Adrian yang mendengar itu terkejut
"Apa, Er. Apa yang kau katakan? Aku akan melamar Sella besok?" memastikan apa yang dia dengar
"Hn" mengangguk
"Kau benar benar akan melakukan nya Er kau" entah apa yang saat ini yang dirasakan seorang Adrian
Ia tidak menyangka akan menikahi gadis yang sudah beberapa tahun ia sukai dan sekarang ia akan menikah dengan nya
"Apa yang ku dengar ini benar? Er kau tidak sedang bercanda kan?" tanya pria itu penuh selidik
Dengan tatapan datar Erlan pun berkata
"Memangnya tampang ku ini seperti Irwan yang suka bercanda?"
"Hehehe, nggak sih" ucapnya sambil menggaruk belakang kepalanya
Dan saat ini Adrian pun menelpon Sellandra
Tut
πHalo asalamualaikum Sel
π Waalaikumsalam bang, ada apa malam malam
abang nelpon?
π Emang nggak boleh, kalau abang nelpon kamu?
π Bukan begitu bang, oh iya abang sekarang ada di
π Abang ada di rumah sayang, memang di mana
du mana lagi?
πAbang sudah kembali ke rumah, apa abang sudah baikan dengan bapaknya abang?
Terkejut, gadis itu berharap jika kekasihnya itu berbaikan dengan sang ayah
πKau berharap aku berbaikan dengan papa?
πIya bang, siapa sih yang mau bertengkar terus
dengan kedua orang tua
πSel abang ingin seperti itu, tapi kau tahu, ayah
abang itu egois nya selangit
π Jadi untuk berbaikan itu itu mustahil sayang
kecuali
Adrian menjeda ucapannya
π Kecuali apa bang?
π Kecuali aku menuruti apa yang dia inginkan
Mendengar itu Sella terdiam
πHalo sayang, Sel
__ADS_1
πYa bang?
πAda satu hal yang ingin abang sampai kan
padamu
πApa itu bang?
Pembicaraan itu masih pembicaraan lewat telepon dan sang ibu tersenyum
"Kau sangat mencintai nya nak"
π Sebentar lagi, mungkin besok aku akan datang
ke rumah mu. Jadi tunggu lah kedatangan ku ya
Sellandra mengangguk
πYaa bang
π Asalamualaikum
π Waalaikumsalam bang
Setelah mengatakan itu panggilan pun di akhiri
πΊ Flashback off πΊ
"Aku tidak sabar menunggu kedatangan abang"
Dan di tempat Adrian atau sang kakek kini pria tua itu sedang menghubungi seseorang
Tut
πHalo, asalamualaikum
πW waalaikumsalam, tu tuan Akira
πTuan Gufta, bagaimana apakah kau menyukai
pekerjaan baru mu?
πT tuan, a apakah ini tidak berlebihan? Saya
hanya memberikan informasi yang saya ketahui
saja
π Tidak tuan Gufta, kau adalah calon besan ku kau
harus menerima nya. Untuk Farhat kau tidak
perlu khawatir dia biar aku yang urus
πA apa yang anda katakan tuan, kau kau ingin
datang
πYa aku akan datang, kau tahu Adrian begitu
mencintai putri mu, jadi aku berniat ingin
menikahkan cucuku dengan putri mu
Degh
Apa yang akan terjadi selanjutnya??
__ADS_1