Salahkah Cinta

Salahkah Cinta
Suami ku Yang egois


__ADS_3

Saat ini Adrian pun ingin menuju kamar nya namun sebelum itu "Tunggu lah aku di sini sebentar, aku mau mengambil baju ku"


Sellandra hanya diam dan mengangguk, saat itu Miranda menggenggam tangan Sellandra


"Nak, kau adalah gadis yang baik, mama mohon jaga putra mana"


Mendengar itu Sella terkejut "A apa yang kau katakan, mama? A apakah aku boleh memanggil anda mama?" tanya gadis itu tidak percaya.


Miranda mengangguk "Iya nak, kau adalah calon istri putra ku, panggil aku mama nak Sella"l


Sella terkejut wanita itu meminta nya memanggil mama "T tapi bukankah..." sambil melirik kearah pria yang masih membuang muka terhadap nya


Farhat menatap tajam dan berkata "Sampai kapanpun wanita seperti mu tidak akan bisa menikah dengan putra ku!"


"Tapi aku sudah merestui mereka Farhat" sela Miranda


Pria itu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh sang istri


"Kau! Berani sekali merestui mereka Miranda, apakah kau tidak berpikir?" Sambil menatap kearah gadis yang kini tertunduk


"Dia, tidak selevel dengan kita"


"Dan kau, kau pasti meracuni pikiran putra ku kan?" sambil menunjuk kearah gadis itu.


Sellandra menggeleng "Tidak ada niat saya meracuni pikiran Adrian om, saya tulus mencintai nya"


Dengan tatapan sinis Farhat pun tersenyum remeh


"Tulus, kau bilang tulus, heh, wanita kampung seperti mu. Aku tahu kau menginginkan harta kekayaan Adrian"


Saat itu Adrian yang melihat kekasih nya di hina sang ayah "Hentikan, penghinaan mu ini tuan Farhat!!"


Semua yang ada di sana terkejut dengan apa yang dikatakan Adrian


"ADRIAN!! Apa yang baru saja kau katakan?"


Adrian pun langsung menarik tangan Sellandra agar berada di samping nya


"Sel ayo kita pergi!" Saat itu Erlan pun mencoba mencegah


"Kak, aku mohon jangan pergi" mohon sang adik


"Erlan, kau tahu aku tidak mungkin harus berada dalam tekanan papa yang arogan" ucapnya sambil memandang sang ayah


"Oh kau mau bilang aku arogan, kita lihat siapa yang arogan" tantang Farhat


"Apakah kau tidak sadar pa, kau rela kehilangan kak Adrian hanya demi mempertahankan ego mu itu? heh! jangan salahkan jika kau akan kehilangan nya"

__ADS_1


Dan saat ini Adrian membawa satu koper kecil dan pergi dari rumah bersama dengan Sellandra


Miranda yang melihat itu pun mencoba menghentikan "Nak jangan pergi, mama mohon hiks ~"


Sedangkan Adrian hanya tersenyum dan langsung keluar tanpa membawa apa apa hanya satu koper kecil yang dibawa nya


Erlan yang menatap dari kejauhan pun mengepalkan tangan nya "Lihat saja apa yang akan ku lakukan papa, kau akan menyesal karena telah mengusir kak Adrian"


Sedangkan Miranda ia terdiam di depan pintu memandang kosong Farhat menghampiri wanita itu


"Sudah, jangan kau tangisi anak tidak tahu diri itu!"


Miranda yang mendengar itu pun langsung menatap tajam "Apa kau bilang, kau bilang anak tidak tahu diri? Kau KAU LAH YANG EGOIS!"


Setelah mengatakan itu Miranda pun pergi sedangkan Farhat terdiam


"Aku, egois?" sambil menatap kepergian istri nya


Farhat pun mengejar wanita itu sambil berkata


"Aku melakukan ini demi kebaikan putra kita! Aku tidak mau dia memiliki seorang istri yang tidak ada gunanya! Sella itu hanya gadis miskin yang memiliki niat ingin memanfaatkan putra ku saja"


"Apa kau bilang, memang nya pilihan mu itu dia, tidak ada maksud lain, begitu?"


"Mas, aku tahu kau itu membayar seseorang untuk merusak hubungan Adrian dan Sella kan?"


Farhat terkejut mendengar penuturan sang istri


"Kenapa diam, benar kan?"


"D dari mana kau tahu soal itu? Itu tidak benar!" sanggahnya


"Heh, apa aku di sana adalah batu, aku mendengar nya sendiri saat Adrian mengatakan, kalau kau membayar seorang wanita!'"


"Itu aku lakukan, karena aku tidak ingin Adrian dengan gadis itu! Dengar ini. Aku tidak akan pernah merestui nya"


Sedangkan Erlan dia mengingat apa yang kakak nya katakan sebelum pergi


Flashback


"Kak, jangan pergi, kau harus memperjuangkan hak mu juga di sini"


Adrian menggeleng "Tidak adik, aku harus membuktikan kalau aku bisa berdiri tanpa bantuan papa. Dan aku ingin memberi tahu soal gadis yang dibayar papa"


Dengan tatapan heran Erlan pun "Aku tidak tahu sebenarnya jika papa membayar seorang wanita, apa itu benar?"


Erlan menyeringai "Hn, aku sudah menangkap wanita itu"

__ADS_1


Prok! Prok!


"Wah wah hebat adikku ini, Eh kalau boleh tahu siapa?"


"Yuniar Gerald, anak dari Manaf Gerard"


Adrian yang mendengar itu mengerinyit heran


"Haah, bukankah Manaf adalah musuh papa kenapa papa mau membayar dia?"


"Heh, siapa di dunia ini yang tidak akan tergiur dengan uang, tapi kak seperti nya papa tidak tahu kalau gadis itu anak dari musuhnya"


"Apa kau diam diam memata matai ku ya?"


"Hn" datar


Dengan tatapan santai Adrian pun berkata


"Wah terima kasih adik ku sayang, kau tahu untung saja gadis itu tidak menggangu ku, kalau dia sampai mengganggu ku bisa bisa dunia ini hancur karena kemarahan nya"


Mendengar itu Erlan memutar bola matanya malas


"Jadi kau akan pergi kemana?"


"Aku akan ke apartemen ku dahulu, setelah itu aku akan mendatangi kediaman orang tua Sellandra"


Erlan pun menatap sang kakak "Apa kau benar benar mencintai nya?"


"Iya, aku sangat mencintai nya, maka aku akan mempertahankan gadis itu, walaupun aku harus kehilangan segalanya"


Dan kini Adrian menatap sang adik


"Erlan, sekarang ini adalah tugas mu, kakak mohon jaga mama, dia kini sedang sedih karena untuk sementara aku tidak ada di sisi nya"


"Kau tahu aku harus membuktikan pada papa kita yang keras kepala itu"


Flashback end


Erlan pun dengan tekad akan membawa pulang sang kakak dan juga istri pilihan sang kakak kembali ke rumah ini.


Farhat yang melihat keterdiaman putra bungsu nya itu pun menghampiri "Erlan, karena kakak mu lebih memilih wanita miskin itu"


"Pa cukup! Apakah hidup kita berdasarkan harta dan jabatan, tidak kan?"


"Tidak ada orang langsung kaya pa, pasti memulai dari nol, dan aku sarankan turunkan ego papa sebelum papa menyesal"


Farhat menatap tidak mengerti

__ADS_1


"Erlan kau ingin menyumpahi papa mu ini?"


__ADS_2