
Percakapan di dalam telepon masih berlanjut
📞Tuan Akira , a apa aku tidak salah dengar kau
tahu kan jika tuan Farhat tidak menyetujui
hubungan ini
📞Ya anda benar, untuk soal itu, anda tenang saja
yang terpenting besok aku Adrian ada lagi
satu orang akan datang ke rumah mu.
Mendengar itu membuat Gufta tidak berbuat apa apa ia tidak tahu jika sang anak yang mendengar ini pasti akan sangat senang
📞Baik lah tuan, kami juga akan mempersiapkan
kedatangan anda
Sedangkan di dalam kamar Sella pun menyudahi acara bertelpon ria
"Aku tidak menyangka, bang Adrian akan meresmikan hubungan kita"
Tidak lama, Gufta memanggil sang istri
"Ibu! ibu, cepat kemari"
Marwina yang mendengar suami nya memanggil pun bergegas menghampiri nya
"Ada apa yah, kenapa ayah teriak, apakah ada sesuatu yang terjadi?"
Gufta menggeleng "Bukan bu, tapi..."
"Tapi apa sih yah, bicaranya jangan setengah setengah"
"Itu keluarga den Adrian besok hendak kemari"
"Benarkah Yah, tapi bukankah tuan Farhat menentang keras hubungan ini, lalu bagaimana bisa kalau den Adrian mau datang ke rumah kita?"
Marwina tidak percaya dengan apa yang suaminya katakan "Ini tadi tuan besar Akira yang menelpon kakek dari den Adrian, beliau bilang kalau besok mereka hendak ke rumah kita"
Mendengar itu Marwina sangat terkejut
"Benarkah, apakah Sella sudah mengetahui nya?"
Tidak lama gadis cantik itu muncul dan sang ibu langsung menghampiri
"Nak, apa kau tahu, tadi tuan besar Akira Dwipangga menelpon ayah mu, kalau.." ucapan Marwina terputus saat
"Iya bu bang Adrian mau melamar ku"
"Kau sudah tahu nak?"
Sella mengangguk "Iya bu"
Marwina dan Gufta menatap penuh tanya
"Bang Adrian, sudah mengatakan nya, kalau besok dia mau datang untuk melamar Sella"
__ADS_1
"Tapi nak, apa yang harus kita siapkan untuk menyambut mereka?" tanya sang ibu bingung
Sellandra tersenyum "Ibu, ayah kita dari keluarga sederhana maka kita akan menyambut nya dengan apa yang kita punya saja. Aku yakin itu lah yang kita mau"
Dan benar saja keesokan harinya kakek Akira dan istri nya pun bertandang ke rumah Sella
Sedangkan Sellandra sendiri dengan pakaian yang sopan masih di dalam kamar sedangkan kedua orang tuanya menyambut kedatangan mereka
"Asalamualaikum" ucap mereka dari kakek dan nenek Adrian
"Waalaikumsalam, mari silahkan masuk" ucap Gufta dan mempersilahkan masuk
"Maaf jika kedatangan kami ini kepagian ya, hahaha"
"Hahaha tidak tuan Akira, kami juga tahu pasti anda juga sangat sibuk, jadi saya sangat senang dengan dengan kedatangan tuan kesini"
Sambil tersenyum Akira pun mengatakan maksud kedatangan nya kemari
"Saya datang kemari bermaksud untuk membawa cucu kami malamar putri tuan Gufta, kalian pasti tahu bagaimana hubungan mereka bukan, penuh dengan halangan karena Farhat ayah dari Adrian yamg tidak merestui hubungan kedua nya"
Mendengar itu membuat Gufta dan Marwina saling pandang
"Tapi kalian berdua jangan khawatir, Miranda, ibu dari Adrian sudah menyetujui hubungan kedua nya dan"
Sambil menatap ke arah seorang pria yang berada di samping Adrian
"Ini adalah paman nya Adrian Rio Tew Dwipangga dia yang akan menjadi saksi kalian"
Saat itu Adrian mencari cari di mana Sella berada
Sella kok nggak muncul muncul sih
"Siapa yang kau cari kak?"
Mendengar itu Adrian melirik "Kau jangan menggoda ku Er, kau pasti tahu kalau aku mencari Sella"
Saat itu dari pihak kedua orang tua Sellandra yang mendengar tersenyum
"Jadi nak Adrian sudah tidak sabar ya?"
Mendengar itu Adrian tersenyum malu. dan tidak lama seorang gadis cantik keluar dari kamar dengan pakaian sederhana
"Itu Sella"
Saat itu Adrian menatap dengan pandangan takjub karena pakaian yang di kenakan sangat berbeda seperti biasanya
"Wah kak Sella begitu anggun ya" puji Erlan
Dan saat itu Adrian tidak mendengar kan apa yang dikatakan sang adik karena sibuk menatap gadis itu
"Astaga, kak hei" ucapnya sambil melambai kan tangan nya di depan wajah sang kakak
Dan Sella yang mendengar itu hanya menunduk sambil tersenyum
Sedangkan nenek Adrian hanya menggeleng pelan
"Seperti nya dia tidak sabar cucu ku"
Marwina pun. membawa Sella ke hadapan pemuda itu "Ayo ikut aku, kita akan foto prewedding" ucap sang nenek
__ADS_1
Mendengar itu keduanya terkejut
"Nek, harus kah begitu, bagaimana jika papa tahu dan berusaha untuk menghentikan nya"
"Kau, tenang saja kak"
Saat itu mereka pun menuju di sebuah butik dan di sana nenek nya Erlan langsung di sambut oleh salah satu karyawan butik
"Selamat datang di butik Asri Degan Nyonya Lintang"
Lintang adalah nama dari nenek Adrian
"Aku ingin mencari sebuah pakaian pengantin untuk cucu menantu ku"
saat itu manajer butik langsung menghampiri Lintang
"Nyonya Dwipangga, selamat datang di butik kami" sambut nya ramah
"Tolong siap gadis ini cari gaun prewedding yamg cocok dengan cucuku Adrian"
Saat itu sang manager pun menatap Sella
"Mari nona"
Sella menatap sang nenek dan kemudian ibu nya
"Masuk lah sayang" ucap sang ibu
Mau tidak mau Sella pun masuk kedalam, dia pun langsung memakai pakaian yang di pilih kan oleh
"Anda sangat cantik sekali nona" puji si perias
Mendengar itu Sella tersenyum lalu menunduk
"Apakah, tidak berlebihan"
Sambil menatap pakaian saat ini di kenakan oleh gadis itu
"Lihat ini sangat mahal" gumamnya pelan
Tidak lama dia pun keluar dari ruang ganti dan Adrian yang melihat itu pun terpesona
"Cantik sekali" puji Lintang, begitu juga Marwina
Mendengar itu Sella menunduk malu dan tidak lama kemudian "Ayo sekarang giliran mu Dri"
Adrien pun kini mengganti pakaian nya
...
...
Saat itu semua orang termasuk Sella sangat terkejut saat melihat penampilan Adrian
""Masyaallah, tampan nya" puji Lintang dan juga Marwina secara bersamaan
__ADS_1