Salahkah Cinta

Salahkah Cinta
Ada Kah Pingit Satu Hari?


__ADS_3

Pria itu langsung masuk kedalam dan saat itu Farhat terkejut melihat sahabat dekatnya lah yang datang


"Wah Farley, kau akhirnya datang, oh iya selamat ya atas keberhasilan putra mu Erlan"


Farhat mengangguk "Sama sama"


Farley melihat ruangan yang ditempati sahabat nya


"Eh, bukankah ku dengar kau tidak merestui Adrian dengan anak tukang becak itu?"


"Hn, jangan sebut dia lagi!"


Mendengar itu Farley mengerinyit "Kenapa, lagi pula dia belum jadi istri dari putra mu kan, kau masih punya kesempatan untuk memisahkan mereka"


"Hn, kau benar, kau tahu aku menyewa seorang wanita cantik untuk menggoda Adrian"


Dan dengan percaya diri pria itu berkata


"Aku yakin sebentar lagi akan terdengar kabar jika Adrian memutuskan hubungan nya dengan perempuan miskin itu"


Sambil menatap Farley "Tidak lama lagi kita akan menjadi besan karena sebentar lagi putri mu akan menjadi menantu ku"


Farley tersenyum "Kawan, aku merasa baru saja membesar kan Sarina, tapi lihat sebentar lagi dia akan pergi dari ku"


Farhat menepuk pundak sang sahabat


"Hei kawan, aku tidak akan mengambil putri mu"


Pria itu melihat sang sahabat begitu sedih


"Aku tahu kawan"


Namun dalam hatinya kini menyeringai


Kau kira aku sedih Farhat, tidak. Ini lah yang ku inginkan memasukkan Sarina kedalam rumah mu, dengan begitu perlahan tapi pasti, aku akan mendapatkan apa yang selama ini aku idam idam kan. tentunya melalui putra mu Erlan


"Baiklah, tapi aku ingin lihat bagaimana respon putra mu Erlan, apa kau lupa dia sudah membuat ku malu dan membuat putri ku sakit hati"


"Kalau itu aku minta maaf, mungkin dia terkejut Farley, kau tahu kan bagaimana putra kedua ku"

__ADS_1


"Ya aku paham, tapi tidak seharusnya dia menghina putri ku"


Farhat mengangguk "Aku mengerti, aku mewakili putra ku Erlan meminta maaf atas penghinaan yang di ucapkan pada putri mu"


Sedangkan saat ini Yuniar dalam perjalanan pulang dan di belakang Erlan mengikuti nya


"Untung aku belum melakukan misi ku, bisa bisa papa dalam bahaya" gumamnya


"Ya mungkin target ku bukan Adrian, tapi" sambil melirik ke arah belakang tepat di mobil Erlan


Sedangkan Erlan sendiri hanya fokus menyetir


Aku tidak tahu, apa yang akan kau rencanakan Yuniar, tapi yang jelas jangan pernah ganggu kakak ku dan kakak ipar


Kembali saat ini Farhat masih menggenggam ponsel nya "Apa benar gadis cantik itu putri Manaf"


Padahal telepon masih tersambung


๐Ÿ“žHalo tuan, tuan apakah anda masih di sana?


Degh


๐Ÿ“žI iya, aku mendengar mu. Heeh kamu aku minta


๐Ÿ“ž Ta tapi tuan, bukankah saya sudah mengatakan


kalau dia adalah putri dari tuan Manaf


๐Ÿ“žAku hanya ingin memastikan saja.


Sedangkan di seberang orang itu mengerinyit heran


"Apa yang sebenarnya tuan Farhat pikirkan"


Sedangkan saat Farhat masih penasaran dengan gadis cantik itu. Dia lupa akan tujuan nya untuk memisahkan Adrian dan Sellandra


Sedangkan di saat ini Sella dan Adrian kini di dalam.satu mobil dengan kakek Akira


"Besok adalah pernikahan kalian, aku ingin"

__ADS_1


Sambil menatap Sella "Nak Sella, kau ikut dengan ku pulang ke rumah"


Adrian yang mendengar itu terkejut apa lagi dirinya


"Apaa!!" ucap keduanya serempak


Mendengar itu membuat nenek Lintang dan kakek Akira saling pandang


"Loh kenapa, bukankah sebelum menikah pengantin wanita seharusnya di pingit dahulu"


Sedangkan giliran Akira menatap Adrian


"Kau ikut aku ke apartemen, sekalian aku minta Erlan untuk mengawasi gerak gerik ayahmu yang bodoh itu" ucapnya sedikit kesal


Mendengar itu Adrian mengerinyit


"Kek, kenapa kau begitu kesal pada papa, kan aku yang di usir dari rumah"


Mendengar itu Akira menggeleng pelan


"Cucu ku, kau adalah kesayangan ku, kau adalah ahli waris keluarga Dwipangga. Memang masih ada Erlan, tapi kau tahu kan bagaimana keras nya Erlan"


Saat ini mobil yang disupiri olehnya sudah sampai di gerbang rumah sang kakek


Tidak lama seseorang membuka kan pintu gerbang


Mereka pun keluar dari mobil "Ayo masuk dulu nyonya Marwina dan tuan tuan Gufta"


"Tuan Akira, jangan panggil saya tuan, andalah yang pantas di panggil tuan"


"Hahaha, kau ini, baik lah aku akan memanggil mu Gufta saja" pada akhirnya


"Oh iya bagaimana kalau para laki laki berada di luar maksud nya karena sebelum. menikah harus di pinyit dahulu"


"Bukankah menikah nya besok lalu untuk apa pingit memingit ini?"


Sambil menatap Adrian Lintang pun berkata


"Iya benar pernikahan kalian besok, tapi seharusnya kan mempelai nya harus datang dari luar kan?"

__ADS_1


Sella yang mendengar itu tersenyum dan menggeleng pelan


"Memang harus begitu ya?" Dengan tatapan menyelidik "Apa ini akal akalan nenek saja?'


__ADS_2