
Sella pun pergi ke kampus dengan naik angkutan umum, menuju kampus elit itu
"Haah~ untung saja cuma absen doang" ucapnya dan ia kini duduk bersebelahan dengan penumpang lain, Sella memang sudah terbiasa duduk bahkan berdesakan didalam mobil angkutan umum demi bisa pergi ke kampus.
Tidak lama Sella sampai di depan gerbang kampus dan benar saja ada seseorang yang sudah menunggu nya
"Wah tumben lo nggak telat hari ini Sel?"
Mendengar nada heran dari sang kawan Sella cengengesan "Hehehe sesekali lah, kan kita cuma bentar doang kan"sambil menatap sekitar
Tidak lama datang lah sebuah mobil mewah di depan mereka dan tidak lama keluar lah seorang pemuda tampan. Pemuda itu ialah Adrian yang kini menatap sekilas Sellandra.
Sedangkan yang di tatap malah terkesan cuek berbanding terbalik dengan sahabat nya yang dari tadi selalu menyenggol bahunya
"sssstt sssstt, bukankah itu Adrian Dwipangga, siswa terpintar dan terpopuler di kampus ini kan?"
"Terus kenapa?" tanya gadis itu tidak peduli
"Dia terus menatap mu loh Sel" ucap sang sahabat dengan nada jahil
Sellandra yang di goda seperti itu oleh sahabat nya menatap dengan galak
"Heh, aku mah bodo amat, mau dia menatap ku sampai bola mata mau keluar. Aku tidak peduli. Yang terpenting jangan menganggu ku Ibrahim"
Sedangkan sang sahabat yang dipanggil Ibrahim menatap dengan pandangan menyelidik
"Yakin lo, nggak ada rasa sama dia Sell?"
"Kenapa sih, parah lo Ib?"(panggilan untuk Ibrahim)
__ADS_1
Dengan tersenyum miring Ibrahim pun berkata
"Gue kasih tahu ya, di mulut lo bilang ngga punya rasa tapi kan nggak tahu hati lo sel, bisa saja kan ada rasa deg deg ser gitu"
Sellandra pun menatap tajam dan mendorong kepala sahabatnya itu "Sotoy lo"
Namun kini pandangan mereka bertemu dan tiba tiba
deg deg deg
Apa apaan ini, kenapa saat pandangan kami bertemu, jantung ku berdegup kencang seperti habis lari maraton
Dan saat ia sedang berperang hati tidak sadar jika pria itu malah mendatangi nya
Astaga naga kenapa dia malah datang ke sini sih
Pada saat sudah berada dihadapan Sellandra "Sedang apa kalian berdua?" tanyanya basa-basi, namun tatapan Adrian tidak pernah lepas dari Sella dan membuat gadis itu salah tingkah
"Aku menunggu dia datang. Karena dia sudah datang" sambil memegang pundak gadis itu
"Ayo kita masuk sebentar lagi dosen katanya mau memulai ceramah nya" ajak Ibrahim
Karena memang tujuan Sella ingin kabur dia pun mengiyakan "Ayo ayo.." Akan tetapi
"Tunggu!" langkah mereka berdua terhenti
"Kamu Sella kan?"
Dengan kikuk gadis itu menjawab "I iya memang kenapa?"
__ADS_1
Adrian pun menatap datar kearah Ibrahim
"Lebih baik kamu duluan, biar dia sama aku" ucapnya to the point
"Ok kalau gitu, gua duluan dulu ya Sella, selamat bersenang-senang" sambil menatap kearah Adrian
Mendengar itu membuat geram Sella "Wah temen nggak ada akhlak"
Pada saat itu Sella menatap tajam kearah Adrian
"Kenapa sih, kakak selalu saja membuat ku tidak bisa masuk dengan aman sekali saja" ucap gadis itu kesal
"Loh apa salahnya coba aku kan ingin menyapa mu saja loh"
"Tapi seluruh anak kampus tidak ada yang tahu hubungan kita, aku nggak mau kakak sampai dipermalukan karena kau punya hubungan dengan ku"
Adrian menatap "Dengar apapun itu akan kita hadapi meskipun orang tua ku tidak merestui hubungan kita"
Mendengar itu tanpa sadar Sella meneteskan air mata "Jadi kau berpakaian seperti ini demi membuktikan kalau kau mau hidup susah bersama ku kak?"
Adrian mengangguk "Aku mau, bersama mu walaupun hidup susah tapi aku bisa merasakan bahagia"
Mendengar itu membuat Sella menunduk "Tapi kak, mana ada orang mau hidup susah, pasti mereka ingin hidup berkecukupan hidup mewah"
"Tapi Sel untuk apa hidup mewah namun dia tidak bahagia, tidak bisa bersama orang yang di cinta, semua harta tidak ada guna"
"Sel, tidak lama lagi aku akan menikahi mu"
Degh
__ADS_1
Mendengar ucapan itu membuat Sellandra terkejut
"A apa"