
Wanita itu menatap hamparan rumput dengan tatapan menerawang Apakah tidak ada cara untuk mempertahankan kehidupan anda nona?"
"Ada" ucapnya pelan
Dengan tatapan penasaran Erlan kembali bertanya
"Apa itu?"
"Dengan cara mengangkat rahim ku ini tapi" sambil menatap perut buncit "Tapi aku tidak akan pernah melakukan nya. Kau tahu tuan orang seperti ku seharusnya tidak bisa hamil lagi, tapi entah karena Tuhan masih percaya kepadaku maka Dia menitipkannya pada ku"
Wanita itu tersenyum begitu cantik dan Erlan pun sempat terpesona akan kecantikan wanita itu.
"Dokter mengatakan agar aku merelakan dia, tapi aku tidak mau, aku akan mempertahankan apa yang suami ku berikan, dia adalah harta ku yang paling berharga, aku sudah hiks~ kehilangan suami ku, aku tidak ingin kehilangan anak ini juga, setidaknya aku memiliki sebuah harapan"
Maksud anda?" Erlan tidak mengerti dengan apa yang wanita itu katakan, wanita itu kembali berkata
"Walaupun hidup ku ini singkat, setidaknya aku merasa kan rasanya melahirkan dan menjadi seorang ibu"
Mendengar apa yang dikatakan wanita itu Erlan terdiam, namun tidak lama
"Nona, boleh kah aku bertanya lagi?"
Wanita itu mengangguk pelan
Sebelum itu Erlan menarik nafas dengan perlahan
"Jika anda berkenan, boleh kah saya merawat bayi itu nanti?"
Degh
Mendengar pertanyaan dari Erlan, wanita cantik itu terkejut, ia tidak salah dengar kan? Apa yang pemuda ini katakan, dia ingin merawat bayi nya?
"Tuan, tuan ingin merawat bayi saya?" tanyanya memastikan dengan apa yang di dengar nya
Pemuda itu mengangguk
"Tapi" jeda nya sambil menatap laki lak itu dari ujung kepala sampai ujung kaki
"Anda masih muda, dan pasti memiliki masa depan yang cerah, bagaimana bisa anda anda mengurus seorang bayi. Dan saya yakin anda belum pernah menikah kan?"
__ADS_1
Erlan tersenyum lembut "Anda benar nona, saya memang belum menikah"
"Lalu kenapa anda ingin mengurus bayi ku? Bagaimana dengan orang tua mu, bagaimana jika mereka mempertanyakan tentang status bayi ini dan anda, tuan saya sangat berterima kasih anda mau mengurus bayi saya, tapi aku tidak mau merusak nama baik anda" ucapnya takut
"Anda tenang saja, aku tidak memperdulikan akan hal itu. Yang jelas saya ingin merawat bayi anda dengan tulus itu saja niat saya"
Tiba tiba Erlan mengulurkan tangan nya
"Erlan" sedangkan wanita itu terdiam sejenak namun tidak lama kemudian menyambut uluran tangan pemuda itu
"Viola Anastasia" ucap wanita itu sambil tersenyum
"Semoga kita bertemu lagi tuan Dan seandainya kita tida bertemu mungkin saya sudah tiada, karena bayi ini mungkin sudah lahir"
Mendengar ucapan Viola, Erlan terdiam entah apa yang saat ini dipikirkan nya
"Semoga kita bertemu lagi nona, dan saya yakin jika anda masih hidup"
Wanita itu tersenyum "Semoga saja tuan"
Setelah mengatakan itu Erlan pun pergi menunju mobil nya
Aku berdoa pada Tuhan, saat kita bertemu kau masih hidup dan menyerahkan bayi itu pada ku
"Nak, kau tahu bunda tidak mengenal pemuda itu. Tapi kenapa dia sangat menginginkan mu?" tanyanya pada sang anak di dalam perut
"Bunda yakin, dia bisa mengurus mu dengan baik" Setelah mengatakan itu dengan susah payah Viola berjalan.
Sedangkan saat ini, Erlan sedang dalam perjalanan menuju apartemen sang kakak namun saat itu ia teringat akan pertemuan dengan wanita itu
Flashback
Saat itu Erlan membantu wanita itu untuk duduk
"Terima kasih tuan"
"Hn sama sama nona, Apakah anda setiap hari berjalan jalan ke taman ini?"
"Tidak juga tuan, saya hanya berjalan jalan jika saya merasa bosan"
Tiba tiba entah kenapa Erlan ingin menyentuh perut wanita itu, namun sebelum itu
__ADS_1
"Nona, boleh kah saya memegang perut anda"
Mendengar permintaan dari pria asing itu sebenarnya ada rass tidak nyaman namun saat melihat ada rasa ketulusan di mata pemuda itu
Viola pun mengangguk dan saat itu Erlan pun mengusap perut wanita itu dengan perlahan
Dan tanpa sadar menerbitkan senyum di wajah pemuda tampan itu
""Lihat tuan, dia bergerak" ucap Viola sambil tersenyum senang
"Anda benar nona, saya pun merasakannya"
*Aku tidak menyangka bayi ini menyukai mu, dia menyukai saat kau menyentuhnya"
Erlan pun terus mengisap nya dengan lembut
"Tuan" panggil wanita itu tiba tiba
Pemuda itu menatap dan menunggu apa yang hendak di katakan wanita itu
"Apakah anda benar ingin mengurus bayi ini, apakah anda tidak takut pendapat orang lain?"
Mendengar itu Erlan tersenyum lalu menggeleng
"Nona, ini hidupku untuk apa aku harus takut pendapat orang lain? Kau tahu aku memang menginginkan bayi mu, namun bukan berarti aku akan memisahkan nya dengan sang ibu"
Mendengar itu Viola terkejut "Tadi anda bilang menginginkan bayi ku, tapi..."
"Ya itu benar, tapi aku tidak akan menganggap anak mu adalah putri ku" jedanya
Viola mengerinyit "Jika anda tidak mengakui anak ku sebagai anak mu lalu?"
Dengan tatapan tegas Erlan pun berkata
"Dia adalah orang yang sudah aku tunggu"
Degh
"A apa yang anda katakan, orang yang kau tunggu, memangnya siapa dia?" Viola semakin di buat bingung dengan perkataan
"Mungkin kau tidak mengerti apa yang ku katakan, yang jelas bayi yang ada di dalam kandungan mu itu nona, dia akan menjadi milikku"
__ADS_1
Mendengar itu Viola pun tersenyum setidaknya jika ia pergi, akan ada mengurus anaknya
"Tapi tuan, apakah kau yakn anakku akan berjenis kelamin perempuan?"