Salahkah Cinta

Salahkah Cinta
Perjalanan Cinta Adrian dan Sellandra 2 (Flashback awal pertemuan kedua nya)


__ADS_3

Seorang pria tampan kini sedang bersiap menuju kampung dengan pakaian yang tidak terlalu rapi dan berjalan dengan penuh semangat dan itu terlihat oleh seorang wanita cantik


"Wah wah putra ku yang satu ini mau pergi kemana?"


"Ya ke kampus lah mah memang nya kemana lagi" ucap nya sambil duduk di bangku meja makan


Di rumah besar nan mewah ini dihuni oleh empat orang anggota inti dan 10 pelayan (wah rumahnya kaya apa🤭🤭)



Tidak lama sang bungsu Erlan pun turut hadir dengan pakaian SMA nya


"Pagi sayang"


"Hn, pagi" dan langsung menduduk kan diri nya di kursi meja makan


Kebetulan sang kepala keluarga Farhat juga sudah ada di sana


"Adrian, bagaimana kuliah mu?"


Sambil memakan makanan nya Adrian menjawab


"Biasa saja pa, tidak ada yang menarik"


Kini mata pria itu beralih ke arah sang bungsu "Er bagaimana sekolah mu ku dengar kau selalu menjadi siswa terpintar kan? Papa bangga pada mu nak"


Sedangkan Erlan yang dipuji hanya diam, bahkan bagi nya pujian itu adalah sebagai cambuk karena ia yakin sang ayah akan menuntut lebih dan lebih


"Adrian sebentar lagi kau akan menyelesaikan kuliah mu kan, sudah saat nya kau lah yang harus meneruskan perusahaan papa. Perusahaan kita bercabang di mana. mana papa rasanya tidak sanggup menangani nya seorang diri"


"Dan papa dengar dari Rio perusahaan yang di luar negeri juga butuh bantuan mu jadi kalian berdua papa mohon bisa membantu"


Adrian yang mendengar itu menatap sang ayah "Aku mau mau saja pa tapi jika aku harus menangani perusahaan itu sendirian, memang nya aku ini robot, lagi pula aku memiliki tujuan sendiri"

__ADS_1


"Nak, memangnya dengan membuka usaha, apakah kau bisa menjamin kehidupan, ingat perusahaan kita adalah perusahaan terbesar apa lagi dalam bidang mutiara, kau seharusnya menggeluti itu bukannya malah mencari yang lain yang belum tentu menjanjikan" ucap sang papa mencemooh


Saat itu Erlan yang sejak tadi diam akhirnya bersuara "Pa bisakah sedikit saja kau mendengar kan apa yang kami inginkan, kenapa kau begitu egois!"


Setelah mengatakan itu Erlan pun menatap sang ibu


"Ma aku pergi"


Setelah pergi nya Erlan, Adrian menatap sang ayah "Pa sebenarnya tanpa kau meminta kami akan membantu mu dalam menjalankan perusahaan, tapi setidaknya berikan kami kelonggaran"


Setelah mengatakan itu Adrian pun pergi. dsn tinggal lah sepasang suami istri


"Mas, aku tahu kau ingin yang terbaik untuk kedua putra kita, tapi setiap orang pasti memiliki keinginan jangan lah kau terlalu mengekang mereka"


Farhat pun menatap tajam Miranda "Apa kau mau mendukung apa kemauan mereka, Miranda, seharusnya kau mendukung ku untuk menjadi kan mereka pemimpin besar


Sedangkan di luar Adrian bersiap bersama dengan Erlan "Ayo kita berangkat"


Dan setelah itu ia melajukan mobilnya


"Sella, nak ayo cepat turun, nanti kamu terlambat


"Iya iya bu, sebentar lagi" sambil membawa tas nya ia pun bergegas menuju meja makan


"Loh di mana ayah?' sambil mencari seseorang clingukan


"Ayah mu sudah pergi tadi, pagi pagi sekali nak"


"Oh iya bu, boleh tidak kalau aku kan kuliah tapi sambil bekerja?" tanya Sella meminta izin


Kebetulan sang ibu baru saja mendudukkan diri nya di kursi meja makan


"Memangnya kamu mau kerja apa nak?"

__ADS_1


Sella terdiam sejenak "Sebagai seorang pelayan mungkin di toko bu yang penting aku bis membantu ayah dalam mencari uang"


Sambil menatap sang ibu "Boleh ya, boleh ya bu" mohon nya


Mirna menatap miris sang anak demi melanjutkan kuliahnya anak nya ini rela melakukan apa saja untuk meraih cita citanya


Bahkan dia rela tidak jajan demi mengumpulkan uang untuk membeli buku untuk menunjang belajar nya


"Nak ibu sebenarnya mengizinkan mu, tapi setidaknya kau harus meminta izin pada ayah terlebih dahulu"


Mendengar itu Sella pun senang, setidaknya ia mendapatkan izin dari sang ibu tinggal izin dari sang ayah.


Sellandra saat ini menuju kampus dengan menaiki sebuah angkot sekitar 15 menit


Tidak lama ia pun turun dari angkot dan di sana ada seseorang yang sudah menunggu nya


"Wah wah Sel akhirnya kau datang juga"


Sedangkan gadis itu mengerinyit heran "Memangnya ada apa?"


"Kau tahu pemuda itu, pemuda yang katanya ..." sebelum orang itu melanjutkan ucapannya ternyata orang yang di bicarakan pun muncul


Seorang pemuda tampan keluar dari sebuah mobil mewah dan semua orang menatap penuh kekaguman


...



...


"wah tampan sekali" pekik para mahasiswa sedangkan Sella dan sang sahabat juga ikut menatap


"Baru saja orang nya di omongin eh muncul dia"

__ADS_1


"Husstt" sambil menyenggol lengan


Ya lelaki itu adalah Adrian Dwipangga yang kini menatap seorang gadis yang tidak lain adalah Sellandra


__ADS_2