Salahkah Cinta

Salahkah Cinta
Aku Tahu, Kau Bermain Api


__ADS_3

Miranda pun menangis, mamang sebelum ia datang kemari terjadi pertengkaran antara dirinya dengan sang suami Farhat


Flashback


Saat itu pagi pagi sekali Miranda sudah siap dengan pakaian yang sangat rapi saat itu Farhat yang melihat itu mengerinyit heran


"Tumben kamu rapi sekali, mau kemana menggunakan gaun seperti itu?"


Sambil merapikan tampilan nya Miranda pun berkata "Apakah kau peduli aku mau kemana?"



...Pakaian Miranda...


Mendengar itu Farhat menatap tajam Miranda


"Apa yang kau katakan Miranda, kapan aku pernah bersikap demikian?"


Dengan tatapan remeh Miranda pun berkata


"Adakah seorang ayah yang malah memilih egonya ketimbang kebahagiaan sang anak"


Dengan tatapan tajam Farhat pun berkata


"Jadi kau berniat untuk menghadiri pernikahan Adrian dengan gadis miskin itu?"


Dengan tatapan menantang "Iya aku akan menghadiri pernikahan putra ku"


"Kenapa, apa kau ingin menghalangi ku?"


Degh


Mendengar ucapannya membuat seorang Farhat pun terkejut baru kali istri nya melawan dirinya, biasanya wanita itu sangat takut, bahkan dia tidak berani menatap mata sang suami


"Kau, berani padaku Miranda, kau akan melawan ku?"


Dengan santai wanita itu menjawab "Kenapa tidak Farhat, jangan kau kira aku akan bersikap lemah seperti waktu itu"


Farhat tidak menyangka biasanya Miranda yang dulu sangat patuh kepadanya kini membangkang


Miranda pun melanjutkan ucapannya "Dengar mas, kau pasti bertanya tanya kenapa aku bisa berubah kan?"


Farhat terdiam, dan menunggu ucapan sang istri selanjutnya "Karena kau juga berubah!"


"Kau tahu, mas tidak pernah berpikir apakah mas tahu apakah yang putra ku ingin kan?"


Farhat terdiam dan tidak bisa berkata apapun


"Tidak tahu kan, kau hanya menilai dari penampilan, jabatan bahkan dia dari keluarga mana"

__ADS_1


Miranda pun bwrsedekap dada, sekarang aku tanya, bagaimana jika waktu itu ayah ku juga berprinsip seperti itu, mungkin kita tidak bisa seperti sekarang"


Setelah mengatakan itu Miranda pun pergi dan di bawah Erlan sudah menunggu sang ibu


"Lama sekali mama dandannya"


Saat itu Reo yang juga ada di sana menggeleng pelan "Nama nya juga perempuan"


Saat itu Miranda sudah ada dihadapan mereka berdua "Kalian berdua, apa yang kalian bicarakan?"


Kedua nya hanya menggeleng pelan


"Tidak ada kok mam"


Farhat pun muncul dengan tatapan marah


"Rio! Kau juga!"


Rio pun mengangguk pelan, Farhat apa kau lupa aku adalah adik dari Miranda, aku memanggil mu tuan hanya di perusahaan, jadi anda jangan melebihi batas mu!"


"k kau, kau juga berani!" tidak percaya


"Dengar, aku sebagai paman Adrian, akan mendukung apa pun yang terbaik untuk keponakan ku"


Sambil mendekat kearah pria arogan itu


"Atau kau ingin aku kasih tahu, kalau kau diam diam menyukai wanita lain selain kakak ku?" bisik nya


Degh


Seperti nya paman mengetahui sesuatu, tentang papa


Saat itu telepon Erlan berdering


πŸ“žHalo


πŸ“žKau ada di mana?


πŸ“ž....


πŸ“ž Jadi wanita itu melancarkan aksinya


πŸ“ž Benar tuan


πŸ“ž.....


πŸ“žOk aku akan ke sana


Setelah itu sambungan pun terputus

__ADS_1


"Pa, biarkan mama menghadiri pernikahan kakak"


Dengan tatapan tidak percaya Farhat pun berkata


"Kau membiarkan mama mu?!"


"Kenapa tidak pa? Kau boleh tidak menyetujui pernikahan ini, tapi jangan menghalangi apa pun yang mama ingin lakukan!"


Kini Erlan menatap sang paman "Paman, pergilah bersama mama"


"Lalu bagaimana dengan mu tuan Erlan"


"Paman tenang saja, aku akan menyusul nanti"


Saat itu Miranda yang melihat anaknya hendak pergi pun langsung menghampiri


"Sayang, kamu mau kemana?"


"Ma, mama berangka dengan paman Rio ya, kita ketemu di tempat resepsi"


"Tapi nak, kamu nggak akan kemana mana kan?" tanya Miranda khawatir


Erlan tersenyum "Mama tenang saja, aku nggak akan kemana-mana kok"


"Tapi tadi mama denger kamu di telpon seseorang, siapa itu?"


Degh


Erlan terdiam, ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada sang mama kalau sebenarnya ada sesuatu antara sang ayah dengan orang itu


"Mama ini. Itu tadi soal pekerjaan, nah asisten aku minta tanda tangan aku"


Miranda mengangguk dan kemudian dia pergi menaiki mobil bersama Rio


"Ayo kak"


Mereka berdua pun melaju kan mobil nya menuju tempat acara sedangkan Erlan kini menatap sang ayah


"Pa, aku curiga kalau kau sebenarnya bermain api dengan perempuan itu"


Farhat mengerinyit heran dengan apa yang dikatakan oleh sang bungsu


"Apa yang kau katakan Erlan, papa nggak ngerti" ucapnya bingung


"Sudah lah pa, kau tidak perlu berpura-pura bodoh" sambil mendekat kearah telinga sang ayah


"Paman Rio tahu sesuatu, dan tadi dia mengatakan sesuatu. Apakah itu ancaman jika papa memang berhubungan dengan dia, wanita itu"


Degh

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Erlan pun pergi


__ADS_2