Salahkah Cinta

Salahkah Cinta
Salahkah Cinta 3 (Ungkapan hati Erlan)


__ADS_3

Saat Ini Erlan sudah sampai di sebuah gedung bertingkat dan seluruh staf karyawan membungkuk bahkan ada yang mengapa nya


"Selamat pagi pak" sapa satu persatu karyawan sedangkan yang di sapa hanya mengangguk tidak lama Erlan memasuki sebuah lif dan ia sampai ditempat ruangan nya berada.


Saat itu seorang pria menghampiri nya "Pak akhirnya anda sampai juga" Sambil berjalan Erlan menanyakan apa saja jadwal nya hari ini


"Kuriman, apa saja jadwal ku hari ini?"


"Baik, hari ini jadwal tidak terlalu padat pak, namun ada setumpuk berkas yang harus anda periksa, apa lagi kita juga bekerja sama dengan perusahaan batu bara yang ada di London pak"


Tidak lama Erlan sampai di ruangan nya,


"Berkas itu sudah ada di ruangan"


"Hn kalau begitu aku akan membawa berkas itu di rumah dan yang ini biar aku kerjakan di sini"


Kuriman mengangguk dan kemudian kembali keruangan nya


Erlan adalah seorang pimpinan di sebuah perusahaan yang sangat terkenal dan juga berpengaruh di wilayah ini


Maka dari itu Erlan selalu pulang malam dan untuk melepas rindu pada sang anak dia selalu melihat foto Tiara yang terpajang di meja kerjanya


Dan sebelum ia bekerja selalu menatap foto itu sebagai penyemangat


"Kau bertanya kenapa aku membenci ibu mu itu kan? Jika kau tahu yang sebenarnya mungkin kau juga akan membenci wanita itu"

__ADS_1


Erlan terus berbicara pada foto Tiara


"Tiara seandainya kau tahu apa hubungan mu dengan ku, apakah kau mau menerima nya sebagai ibu mu heh! Pasti tidak. Karena dia adalah orang yang ingin kau lenyap"


Pria itu ingat jika Sarina lah, yang ingin Tiara di lenyap kan. Sarina juga lah yang berambisi ingin memiliki Erlan seutuhnya maka dari Sarina melakukan seribu macam cara agar bisa menikah dengan pengusaha kaya raya Erlan Arya Dwipangga


...Awal Mula...


Seorang pria muda tampan kini sedang menatap tajam seorang pria paruh baya, pemuda itu begitu marah saat mendengar keputusan pris itu


"Apa yang kau katakan Pa, aku harus menikah dengan nya heh!" sambil mendengus jijik


"Asal papa tahu, gadis itu hanya ingin mengambil keuntungan dari keluarga kita pa, kau tidak mungkin tidak tahu Dwipangga memiliki segalanya kan?"


"Nak kau sudah berusaha 27 tahun, daripada kau melanjutkan cita cita mu yang tidak penting itu. Lebih baik kau meneruskan perusahaan papa dan menikah dengan gadis pilihan ku"


Saat itu seorang wanita cantik juga berusaha membujuk sang anak


"Sayang, kau tahu banyak teman teman mama yang anak mereka sudah berumah tangga dan sudah memiliki anak, sayang mama ingin juga menimang cucu" ucapnya sedih


Erlan yang mendengar ucapan sang ayah menatap tajam "Apa papa bilang tidak penting?" Dengan tatapan tidak percaya. "Heh, kalian berdua egois!" Erlan saat itu melangkah pergi namun suara sang ayah kembali terdengar


"Tunggu!" otomatis langkah pemuda itu terhenti


"Apa lagi?"

__ADS_1


"Kamu tetap harus menikah dengan dengan gadis itu Erlan! Titik! Tidak ada penolakan!"


Pria itu tetap bersikukuh menjodohkan sang anak dengan wanita pilihan nya


"Kau tahu, aku tidak ingin kau bernasib sama dengan kakak mu yang menikah dengan gadis pilihan nya yang ternyata anak seorang tukang becak. heh, mau di taruh di mana muka papa mu ini!"


"Dan kau langsung mencoretnya dari daftar ahli waris. Iya kan pa?" sela Erlan


Farhat yang mendengar ucapan sang anak pun tanpa gentar menjawab


"Ya! Aku mencoret nya dalam daftar ahli waris, itu aku lakukan karena aku tidak mau menanggung malu dengan dia yang menikahi wanita itu mau tidak mau aku harus menyematkan nama Dwipangga pada gadis miskin itu? Tidak sudi!"


Mendengar itu Erlan terdiam namun tersimpan amarah yang begitu besar


"Nak papa mohon hanya kau satu satunya yang ku punya. Nak dia adalah gadis yang baik, cantik dan juga dari keluarga terpandang. Jadi papa yakin dia adalah gadis yang cocok mu"


Sedangkan Erlan yang mendengar Farhat begitu memuji gadis itu memutar bola matanya malas karena melawan pun juga percuma lebih baik ikuti saja kemauan orang tua ini dan menyusun sebuah rencana


"Karena kau diam berarti setuju, dan malam ini keluarga mereka akan datang, jadi nanti bersiap siap lah menyambut mereka"


Sedangkan wanita itu yang ternyata ibu Erlan sangat senang "Sayang. nanti pulang nya jangan sampai sore ya kau harus memilih pakaian untuk acara makan malam"


"Hn terserah mama saja" ucapnya tidak peduli


Setelah mengatakan itu Erlan pun pergi

__ADS_1


__ADS_2