Salahkah Cinta

Salahkah Cinta
Salahkah Cinta (ini bukan cinta!)


__ADS_3

"Kau bilang, perjodohan ini menguntungkan aku, kak kau tahu aku benar benar mencintai mu kak dan aku tidak pernah berharap mendapatkan keuntungan apapun" ucap gadis itu sambil menangis


"Tapi aku tidak mencintaimu Sarina!! Meskipun kau memohon sekali pun. Aku tidak akan menerima perjodohan ini! tolak Erlan tegas


Farley yang merasa di tolak itu pun berdiri "Erlan, apa yang kurang dari putri ku? Apakah kau sudah memiliki calon sehingga kau menolak putri kami?"


Dengan tatapan remeh Erlan mengatakan "Memiliki atau tidak, apakah itu urusan anda, tidak kan?"


Setelah mengatakan itu Erlan pun pergi


Sedangkan Farhat sangat malu, ia mengira pertemuan nya dengan sahabat bisa merekatkan hubungan mereka kini hancur seketika karena penolakan sang anak


Farley kini hendak beranjak pergi, tetapi sebelum itu


"Aku tidak menyangka putra mu akan memperlakukan putri ku seperti ini Farhat"


"Dengar Farley, aku tahu putra ku sangat keterlaluan, tapi bisa kah kau dengar ksn dulu penjelasan nya?" pinta sang sahabat


"Penjelasan, penjelasan apa lagi Farhat? Kau tahu putri ku tidak sekali pun memiliki sikap seperti itu! Dia di didik dengan baik. Tapi apa, putra mu Erlan memperlakukan nya seperti ini!" ucapnya tidak terima


Sambil menatap sang anak Farley berkata "Nak lebih baik kita pergi dari sini, kau tahu kau sudah di injak injak oleh Erlan. Lebih baik kita batal...." ucapan nya terputus saat


"Tunggu pa!" Sarina langsung menyela dan membuat orang yang berada di sana terkejut


"Ada apa putri ku?"


Dengan tatapan yakin Sarina berkata "Pa aku ingin perjodohan ini tetap berlanjut"


Sang ibu Siska terkejut dengan apa yang dikatakan sang anak "Kenapa nak, kau tahu Erlan sudah sangat menyakiti mu dengan menghina mu seperti itu, kau masih ingin melanjutkan perjodohan ini?"


Dengan tatapan lembut Sarina mencoba memberikan pengertian pada sang ibu

__ADS_1


"Ma aku tahu kau pasti sangat terluka, tapi. Aku ingin buktikan jika pemikiran Erlan terhadap ku selama ini salah"


Kini menatap Miranda "Aku akan buktikan jika aku benar benar mencintai kak Erlan melebihi apapun"


Sarina menghampiri Miranda "Aku mohon pada tante dan juga om bantu aku untuk meluluhkan hati kak Erlan, aku yakin dengan bantuan kalian bisa mendapatkan hati putra mu"


Mendengar betapa gigihnya Sarina mempertahankan perjodohan ini membuat Miranda dan Farhat bernafas lega.


"Terima kasih nak, kau mau memperjuangkan putra tante" sambil membelai rambut panjang gadis itu


"Tante mohon kau harus bersabar menghadapi sikap dingin nya, tante yakin hanya kau yang mampu meluluhkan sikap dingin Erlan"


Sarina mengangguk sambil tersenyum, namun dibalik senyuman itu tersimpan niat, bahkan rencana namun entah apa yang di rencanakan gadis itu


Kak Erlan, jangan kau kira aku akan menyerah, dengan hinaan mu itu, kau tidak tahu jika aku bisa membuat mu bertekuk lutut dalam. pesona ku. Lihat saja nanti


Diam diam Sarina menyeringai seakan ia sudah mendapatkan sebuah ide.


Pria tampan itu menatap menerawang "Sella, aku merindukan adikku"


Mendengar apa yang di ucapkan pria itu wanita bernama Sella mengerinyit "Adik, adik yang mana bang?" ia bingung sebenarnya suaminya ini membicarakan siapa.


"Memang aku punya adik berapa sayang, ya si Erlan lah siapa lagi?" ia gemas sekali dengan sang istri


Ya Pria tampan itu adalah Adrian suami Sellandra wanita yang sampai saat ini tidak di terima oleh Farhat ayah dari sang suami. Mereka sudah menikah kurang lebih selama 3 tahun dan sampai saat ini belum di karuniai seorang anak. Namun mereka bahagia dengan keadaan mereka sekarang.


Farhat dengan tega mencoret nama sang putra hanya karena tidak setuju dengan Adrian memilih wanita itu menjadi pendamping nya.


Karena gadis yang dipilih Adrian adalah seorang gadis sederhana, seorang gadis dari kalangan rendah, putri seorang tukang becak. Namun jangan salah Sellandra adalah seorang gadis lulusan dari negeri sakura Jepang.


Karena kesederhanaannya lah membuat seorang Adrian jatuh cinta kepada nya

__ADS_1


...



...


...Adrian Dwipangga...


Mendengar nama Erlan Sellandra pun akhirnya paham namun tanggapan nya seakan cuek


"Oh si kulkas itu, ku kira siapa"


Adrian menatap penuh selidik ke arah wanita itu "Apa kau masih gencatan senjata dengan Erlan, sayang?" Adrian tidak habis pikir kenapa Sellandra selalu saja cari masalah dengan adiknya yang kaku itu.


"Aku bukannya membenci adikmu itu bang, aku hanya kesal saja, dia itu sangat sangat menyebalkan!" sambil memanyunkan bibirnya


Mendengar itu membuat Adrian tersenyum "Tapi sayang, kau masih ingat kan, berkat dia kita bisa mendapatkan restu dari kakek dan nenek"


"Iya bang, aku ingat dia lah yang membuat kita bisa menikah, tapi" jedanya sejenak sambil menunduk


"Tapi kita belum mendapatkan restu dari papa Farhat kan bang?"


Mendengar itu Adrian memeluk Sellandra "Yang sabar ya sayang, aku yakin suatu saat hati papa akan luluh dan membuat mu di terima oleh nya"



...Sellandra Adilara ...


Sellandra mengangguk dan kini mereka saling berpelukkan "Tapi bang kau pasti ingat kan awal pertemuan kita, bagaimana dulu kau itu selalu mengejar ku"


Adrian menatap bingung "Maksud mu apa Sella, aku mengejar mu, bukankah kamu yang selalu diam diam yang memperhatikan ku" ucapnya santai dan percaya diri

__ADS_1


__ADS_2