Salahkah Cinta

Salahkah Cinta
Bab 6 Salah kah Cinta (Dia Yang Aku Tunggu)


__ADS_3

Lanjutan Flashback


Saat ini Viola dan Erlan masih di taman dan angin malam mulai meremang


Saat itu kebetulan sekali Erlan menggunakan jas, dia pun memberikan jas itu pada Viola


"Angin malam tidak baik untuk mu nona"


Viola pun tersenyum dan menerima perlakuan lembut pemuda itu "Terima kasih tuan"


"Hn, ini aku lakukan demi bayi itu nona" ucapnya datar


Melihat sikap dingin pemuda itu Viola tersenyum


"Tuan, apakah anda yakin bisa merawat bayi ku, jika anda bersikap seperti ini pada ku"


Mendengar itu Erlan menatap tajam "Nona, jangan kau kira aku memperlakukan mu dengan baik, kau seenaknya dengan ku, aku menginginkan bayi mu karena dia..." ucapan Erlan terhenti


Sedangkan wanita itu menunggu apa yang ingin dikatakan oleh pemuda itu


"Ada apa tuan, bukankah kau ingin mengatakan sesuatu?"


Sambil tersenyum Viola melanjutkan ucapannya


"Haah! Sudah lah! Yang terpenting kau jaga kandungan anda dengan baik a aku tidak ingin terjadi apa dengan mu maupun anak itu!"


Setelah mengatakan itu Erlan pun pergi menuju mobil nya namun ia tetap menatap wanita itu dengan sendu


"Semoga saat bayi itu lahir dan aku mengambil nya kau masih bisa bertahan, karena aku berharap jika bayi itu di asuh oleh ibu kandung nya, bukan orang lain"


Setelah mengatakan itu Erlan pun menjalankan mobil nya tanpa mengambil jas yang sudah ia berikan pada Viola.


Flashback off


Mengingat pertemuan singkat nya dengan wanita itu, tanpa sadar menerbitkan sebuah senyuman di bibir Erlan


"Setidaknya dengan ada nya dia ada harapan ku untuk menata kehidupan ku yang berantakan ini"


Itu lah yang dikatakannya di senyuman pemudanya itu. Tidak lama Erlan pun sampai di sebuah gedung bertingkat dan ia memarkirkan mobil nya di basmen


gedung itu dan dengan langkah yang santai dia menuju salah satu gedung di mana sang kakak tinggal


Net net bunyi bel mulai terdengar dan tidak lama seorang wanita cantik membuka pintu itu


"Wah kulkas, ternyata kau. ku kira tadi siapa gitu"


Mendengar panggilan seperti itu Erlan memutar bola matanya malas, tanpa di minta masuk, dia langsung masuk begitu saja dan iru membuat wanita itu menggeleng kepala.


"Dia ini, main seenaknya saja, kau itu ya tidak pernah berubah Er"


Sambil duduk di sofa, Erlan menatap sekitar


"Kak Sel, di mana suami mu? Kenapa aku tidak melihat batang hidungnya"


"Sebentar aku panggil kan" Sella pun menuju kamar nya dan di sana seorang laki laki tampan sedang mengecek sebuah laporan di ponsel nya


"Ternyata paman lebih cerdik dari yang ku bayangkan" saat melihat saham saham yang di serahkan oleh sang paman sangat meningkat pesat" sambil tersenyum


Tok tok

__ADS_1


Mendengar suara ketukan pintu Adrian pun menoleh


"Siapa?"


"Ini aku bang" ucap Sella dari luar pintu


Mendengar itu Adrian tersenyum dan membuka kan pintu untuk istri tercinta nya


ceklek!


"Sayang, tumben kau mengetuk pintu. Biasanya juga langsung masuk" saat itu Sella yang di perlakukan begitu lembut memutar bola matanya


"Bang, apaan sih, bukannya abang sendiri yang bilang kalau jam 8 malam abang sibuk, jadi Sella takut ngeganggu, ya Sella ketuk lah pintu nya"


Sella pun melanjutkan ucapannya "Bang ada tamu tuh, adik abang tercinta"


Mendengar itu Adrian langsung berdiri "Benarkah?"


"Iya, dan dia ada di ruang tamu tuh"


Tanpa babibu Adrian pun langsung keluar dari kamar


"Wah adikku tersayang, ada angin apa kau datang kemari?" Namun tatapan Adrian mengerinyit


"Ada apa dengan wajah mu itu" sambil mendekat


"Kau pucat sekali, sambil menepuk pundak sang adik


Sella yang melihat itu pun langsung memberikan segelas air putih


"Ini bang, suruh dia minum dulu"


"Er minum lah dulu"


Erlan yang kini bersandar di sofa dan memejamkan matanya pun membuka matanya dan menerima segelas air putih yang di berikan sang kakak


Dan ia pun meminum nya dengan perlahan bahkan sampai air di dalam gelas itu habis


"Er sebenarnya apa yang terjadi, apakah terjadi sesuatu padamu?" tanya sang kakak


Erlan pun menggeleng "Hn, tidak terjadi apa apa kak"


Mendengar itu Adrian bernafas lega


Namun Sellandra tidak percaya begitu saja


"Tapi Er, kau seperti sangat kesakitan kan tadi, apa yang kau rasakan, kau tidak bisa membohongi ku!"


Mendengar itu Erlan menatap datar sang kakak ipar


"Kau benar kakak ipar, aku tidak bisa berbohong pada mu"


"Tapi kau tenang saja, rasanya sudah tidak terlalu sakit kok"


Mendengar itu, Adrian pun. mencoba mencairkan suasana "Oh iya, Er ada spa kau datang kemari?"


Dengan tatapan penuh selidik dia melanjutkan ucapannya "Apa kau kangen dengan kakak mu yang tampan sejagad ini?" sambil memainkan kedua alisnya


Mendengar itu Erlan pun memutar bola matanya malas sedangkan Sella yang mendengar ucapan suami nya pun serasa ingin muntah

__ADS_1


"Kenapa suamiku ini begitu narsis" gumamnya pelan


"Itulah suami mu kak, aku heran kenapa kau bisa jatuh cinta pada kak Adrian, padahal kelakuan nya aja seperti bocah labil"


Mendengar hinaan sang adik, Adrian pun menatap tajam kedua nya terutama kearah sang istri


"Sella, kau itu, kenapa kau mengatakan itu sih, seharusnya kau tidak mengatakan itu, kau tahu itu sangat melukai perasaan ku" ucapnya sedih


Mendengar itu membuat kedua nya memutar bola matanya "Kak aku ingin berbicara serius dengan mu"


Mendengar ucapan itu Sellandra pun paham dia tidak ingin ikut campur dengan urusan para pria ini, ia pun langsung berinisiatif pergi


"Kalau begitu aku akan ke dapur, mau bikin makanan" setelah itu ia pun langsung pergi


Sepeninggal Sella, Erlan pun menatap serius sang kakak "Apa yang ingin kau bicara kan dengan ku Er?"


"Aku di jodohkan kak"


Mendengar yang ucapkan sang adik, Adrian terdiam namun "Lalu, apakah kau menerima perjodohan itu?"


Erlan memutar bola matanya, sang kakak nya ini menanyakan yang sudah tahu jawabannya


"Kak, bisakah kau serius!" Erlan sangat kesal saat ini mendengar apa yang ditanya kan sang kakak tidak bermutu.


"Apa yang salah dengan pertanyaan ku Er, ok kita ganti pertanyaan nya. Dengan siapa kau di jodohkan?"


Dengan gadis ular itu siapa lagi kalau bukan Sanaka Sarina"


Mendengar ucapan bernada tidak senang dari sang adik Adrian tersenyum "Apakah kau mencintai gadis itu?"


Erlan pun menghembuskan nafas lelah nya dan kemudian "Aku tidak akan pernah jatuh cinta pada wanita ular itu kak!"


Adrian pun menepuk pundak sang adik


"Apakah ada yang membuat mu menutup diri dari wanita?"


Erlan terdiam namun sang kakak sangat mengerti kenapa Erlan sangat membenci wanita itu


"Tapi Er, aku yakin meskipun kau menolak gadis itu, suatu saat kau akan merasakan rasa ingin memiliki"


Mendengar itu Erlan menatap menerawang dan ia teringat akan Viola dan juga bayi yang ada di dalam kandungan itu.


"Entah lah kak, entah aku bisa mencintai seorang wanita atau aku akan menutup diri ku"


Mendengar itu Adrian tersenyum "Er, cinta datang tiba tiba, mungkin kau bilang tidak mencintai gadis itu untuk hari ini. Tapi seiring berjalan nya waktu, apa kagi jika kau memiliki seorang anak dengan nya. pasti akan menumbuhkan rasa cinta mu terhadap nya, atau paling tidak kau pasti sangat sayang pada anak mu kelak" ucap sang kakak panjang lebar


Namun tanpa sadar Erlan pun tersenyum dan itu membuat Adrian mengerinyit


"Kau benar kak"


"Apa maksud mu?" heran


"Kau benar jika kita menyayangi seseorang akan menumbuhkan rasa cinta"


Mendengar itu Adrian tersenyum "Benarkan kataku"


Dan tidak lama senyuman Erlan berubah menjadi sebuah seringaian


"Tapi kau salah kak, yang aku berikan cinta bukan Sarina, tapi orang lain dan jauh lebih berharga dari apapun"

__ADS_1


__ADS_2