
Mereka yang ada di sana tercengang saat melihat Sellandra dan Adrian memakai pakaian pengantin
"Tampan dan cantik" puji sang nenek
"Anda benar nyonya" ucap Marwina
Saat itu Erlan memfoto Adrian dan Sella
"Kak boleh kah kalian berfoto?"
Mendengar itu Adrian mengerinyit, tidak biasanya sang adik meminta nya untuk berfoto
"tumben sekali Er kau meminta ku berfoto seperti bukan dirimu saja"
Mendengar ucapan dari sang kakak Erlan memutar bola matanya malas
"Bisa tidak, sedikit saja kau tidak bercanda kak?'
Erlan pun mengarah kah ponsel nya dan dia pun berada di sebelah sang kakak dan juga sang calon kakak ipar
"Siap yaa kak ayo lihat sini"
Cekrekk!!!
"Apa apaan kau Erlan!" ucap sang kakak tidak terima
"Bang ada apa sih, kenapa malah bertengkar?" Sellandra tidak mengerti saat melihat kedua nya bertengkar
"Sel kau tidak lihat dia itu lancang memfoto kita berdua!"
"Aku, lancang? Heh, abang tidak tahu terima kasih jika ini bukan kehendak mama, mana mau aku harus memfoto kau!" ucap Erlan kesal
Mendengar jika ini kemauan sang ibu Adrian dan Sellandra terdiam
"Mama merestui kita bang? mama kamu"
Iya Sel, setidaknya mama mau merestui kita"
__ADS_1
"Yaa sudah aku mau mengirim foto ini dulu" Erlan pun agak menjauh dari Sella dan Adrian
Pria muda itu langsung mengirim pesan pada Miranda
"Ma, aku kak Adrian dan kakak ipar sudah ada du butik"
...
...
"Bagaimana menurut mama, tampan dan cantik kan mereka"
Tidak lama Miranda yang sedang duduk di teras belakang rumah pun mendengar suara notifikasi pun bergegas mengecek handphone nya dan melihat foto putra nya dengan calon menantunya sangat tampan dan cantik tersenyum.
"Kau benar Erlan mereka sangat tampan dan cantik, oh iya kapan mereka melakukan resepsi pernikahan?"
Erlan tersenyum melihat balasan sang ibu
"Kalau tidak salah besok ma, apakah mama akan datang?"
"Aku tidak mungkin mengatakan ini pada Farhat, tapi aku harus menghadiri pernikahan ini, aku harus merestui pernikahan putra ku. Bagaimana pun caranya aku harus pergi"
"Mama tidak tahu Er, tapi mama akan usaha kan akan datang
Ting!!
Erlan kembali melihat handphone nya dan tersenyum "Baiklah ma, aku, dan kita semua menunggu mu, oh iya jika papa mencari ku katakan aku tidak pulang untuk 2 hari ke depan"
Ting!!
Miranda kembali menatap layar ponsel nya, dan ekspresi nya kembali mengerinyit
Nak, memangnya kamu ada di mana? Lalu mama akan bilang apa jika papa mu bertanya?'
Ting
__ADS_1
Tidak lama sang nenek Lintang kembali berkata
"Bagaimana kalau kita lakukan foto prewedding?"
Mendengar itu membuat Adrian memegang kepala nya
"Astaga nenek, ada ada saja"
Sedangkan Sellandra sendiri tersenyum menggeleng "Nek, prewedding nya nanti saja, kalau sudah sah"
Mendengar itu Adrian tersenyum "Sell, tak apa"
Saat itu juga mereka malakukan foto prewedding yamg sangat indah dan mereka pun memilih kartu undangan
"Gimana Sel, apa kau menyukainya?"
"Iya bang"
Saat itu sang kakek menghampiri kedua nya
"Bagaimana, apakah sudah selesai?"
"Sudah kek" ucap Sella
Sedangkan di kediaman Farhat, pria itu menatap mengerinyit "Apa yang kau lakukan, dari tadi aku perhatikan kamu selalu tersenyum sambil menatap ponsel saja"
Mendengar itu Miranda menatap dengan pandangan datar
"Memang nya kau peduli, aku mau tersenyum atau tidak bukankah kau itu juga tidak peduli akan apa yang aku inginkan?"
"Memang apa yang istri ku inginkan?" sambil memeluk wanita yang amat dia cintai
Sambil melepaskan pelukan pria itu Miranda pun mengatakan "Suamiku tolong restui Adrian dengan gadis itu"
Mendengar itu Farhat langsung menatap kearah lain "Sayang, bisa tidak jangan membahas soal anak itu, kau seharusnya mendukung ku, bukannya mendukung perempuan miskin itu"
Mendengar itu Miranda menatap tajam
__ADS_1
"Farhat, kau tahu, jika kau terus menghina gadis itu, sama saja menghinaku"
Setelah mengatakan itu Miranda pun pergi