Sang Dewi Malam

Sang Dewi Malam
Jessy


__ADS_3

Ber jam-jam sudah berlalu, namun Gadis itu tetap bersikeras untuk menunggu Aldrick kembali. Padahal Reno asisten Aldrick sudah memberi tahu kalau atasannya sedang tidak ada tempatnya. Namun gadis itu memaksa masuk dan ingin tetap menunggu tunangannya kembali.dia gak percaya dengan ucapan Reno.Dialah Jessy tunangan Aldrick.


Seorang model papan atas yang kariernya sedang naik daun. Apalagi kabar pertunangannya dengan anak pengusaha yang cukup besar di negri ini.Membuatnya lebih mudah untuk mengepakkan sayap di dunia model yang digelutinya.


Aldrick tak pernah mau menghubunginya terlebih dahulu,kalau bukan dia yang menghubunginya dulu.Dwngan jawaban seperlunya juga. Tapa mau berbasa basi,sekedar menanyakan kabar Jessy atau sedang apa Jessy sekarang.


"Katakan!diman sebenarnya Aldrick sekarang"Kesabaran yang sudah dia tahan sedari tadi akhirnya dilampiaskan juga.


"Ma'af nona. Saya benar-benar tidak tau dimana sekarang tuan ALdrick berada.Bahkan sebelum saya menjawab telfonnya dia sudah mematikannya. Dan sampai sekarang belum menghubungi saya lagi." Sial! Umpatnya dalam hati.


"Kenapa bos selalu membuat masalah dan aku yang kena imbasnya"ingin rasanya memaki di depan wajah Aldrick. Namun akan tetap hanya jadi angan-angannya saja. Karena mana mungkin di berani.


Berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya dia keluar dari ruangan itu sambil membangting pintu dengan keras.Karena dia sudah menunggu Aldrick terlalu lama tapi tidak bertemu dengan tunangannya.Bahkan tak tahu sekarang dimana tunangannya berada.


Hubungan pertunangan macam apa yang sedang mereka jalani.


Walau begitu Jessy akan tetap berusaha mengejar Aldrick.Karena hubungannya dengan Aldrick bisa meningkatkan status sosialnya. Dia bisa mendapatkan barang-barang branded yang dia mau tanpa berausah payah mendapatkan uang dulu.


Bunda Helsa yang menjadi tempatnya mengadukan sikap Aldrick kepadanya. Namun bunda juga tidak mau memaksakan perasaan Aldrick.


"Berusahalah untuk mendekati dan meluluhkan hati Aldrick.Bunda tidak bisa memaksakan perasaannya padamu sayang.Hanya kamu yang bisa merubahnya sendiri. Buat dia jatuh cinta padamu"Ucap bunda dengan bijak pada calon menantunya.


"Brengsek! Tidak anak tidak ibu sama saja. Sulit sekali untuk didekati."Makinya dalam hati.

__ADS_1


Dia sudah seperti rubah bermuka dua,yang bisa dengan mudah merubah sikapnya dihadapan keluarga wijaya.


Sebelumnya dia hanya mendekati keluarga Wijaya untuk mendapatkan popularitas. Namun dia yang serakah juga ingin bisa mendapatkan Aldrick. Walau sebenarnya dia juga punya banyak scandal buruk.Dia rela menjual wajah dan tubuhnya untuk mendapatkan yang dia mau.Juga Mendapatkan uang lebih banyak untuk memenuhi gaya hidupnya yang suka menghambur-hamburkan uangnya untuk membeli barang branded yang dia inginkan.


**** baginya sudah menjadi hal biasa dikalangannya. Bahkan demi mendapatkan sebuah kontrak kerja dia rela memberikan tubuhnya pada seorang produser.Bahkan kepada potografer,agar mempermudah pekerjaannya. Yang tidak ada bedanya dengan para pelacur di luaran sana.


Keluar dari kantor Aldrick dengan memendam rasa kesal. Jessy memacu mobilnya menuju lokasi pemotretan hari ini. Dia sudah di hubungi oleh managernya dari tadi untuk segera datang.


Sampai di lokasi dia segera bergegas menuju tempat yang akan di gunakan untuk pemotretan.Banyak pasang mata yang menatap sinis padanya. Jesay selalu seenaknya sendiri,datang terlambat tanpa memperdulikan yang lain.Karena dia mendapat dukungan dari produser di sana.


Sebelum melakukan pemotretan dia pergi ke ruang produser untuk menemuinya sebentar. Semua orang sudah tahu apa yang selalu dilakukannya di dalam.Dia akan menggoda produsernya,demi melancarkan pekerjaannya.Walau dia tau para kru yang bertugas untuk pemotretannya sudah menunggu lama.


"Dasar ******." bisik-bisik diantara orang yang audah jengah menunggunya dari tadi.


Produser yanh sedang memeriksa pekerjaannya, mengangkat kepalanya,melihat kearah pintu ketika mendengar pintu terbuka dari luar.Karena dia sudah hafal siapa yang berani masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kemarilah sayang."Merwntangkan tangan ke arah Jessy agar gadis itu mendekat.


Segera Jessy berjalan mendekat. Mendaratkan paantatnya untuk duduk dipangkuan sang produsen. Bergelayut manja di dadanya.


"Kamu rindu padaku ya? "ucapnya dengan manja


"Kamu selalu mengerti aku sayang. aku bahkan bukan hanya rindu padamu.Namun aku juga rindu semua yang ada pada tubuhmu."Sambul menggigit kecil telinga Jessy.

__ADS_1


Tangannya sudah menusup masuk di bawah baju Jessy. Meraba-raba inti tubuh Jessy yang masih tertutup kain segitiga itu. Entah sejak kapan bibir keduanya bertemu saling ******* dengan intens. Turun keleher Dan berakhir dengan terbukanya dua kancing atas baju yang dikenakan Jessy. Meninggalkan jejak basah di tubuh Jessy bagian atas.


Satu desahahn lolos dari bibir itu. "Aahhh...".mengembalikan kesadarannya,kalau dia masih harus melalukan pekerjaannya.


Segera mendorong tubuh dengan perut sedikit buncit itu menjauh dari tubuhnya.


"Kita lanjut lagi nanti, aku ada pemotretan sekarang". Menjawab tatapan sang produser yang ingin protes,karena aktifitas yang begitu dia rindu terganggu.


"Baiklah, aku akan menunggumu sampai selesai. Lihatlah dia sudah begitu menginginkanmu." Menuntun tangan Jessy untuk meraba pusakanya yang sudah tegang karena mendapat rangsangan.


Sebelum Jessy bangkit dari pangkuannya.Dia menarik tengkuk Jessy,menyatukan bibir keduanya lagi.Lebih dalam.


...---------------...


Pemotretan Jessy selesai ketika hari sudah mulai gelap. Dia bergegas mengganti bajunya setelah membaca pesan di HPnya. Setelah membalas pesan itu dan mengatakan akan segera datang kesana. Jessy bergegas keluar menuju mobilnya. Memacu menuju tempat dimana dia sudah ada janji itu.


Setengah jam perjalanan dia sampai disebuah hotel.Memberikan kunci mobilnya kepada petugas yang akan memarkirkan mobilnya. Berjalan menuju kamar yang sudah di pesan pengirim pesan tadi.


Mengetuk pintu kamar itu ketika sudah sampai.


Beberapa saat pintu itu terbuka menampilkan wajah pria yang bercumbu dengannya tadi siang.Pria itu tidak sabar segera enarik pinggang Jessy membawanya masuk kekamar sambil melahap bibir Jessy. Menggigit bibir bawah Jessy supaya gadis itu membukanya.Mengeksplor lebih dalam memainkan lidahnya didalam sana, saling bertukar saliva hingga akhirnya terlepas saat merasa pasokan oksigen dalam paru-parunya habis. Menuntun Jessy untuk duduk di sofa.Jessy terkejut melihat hidangan hotel sudah tersedia di meja,meminta untuk segera dinikmati.


"Aku memesannya ketika kamu dalam perjalanan ke sini." Seolah tau apa yang akan Jessy tanyakan."Bukankah kita akan butuh banyak energi untuk malam ini"tambahnya lagi.

__ADS_1


Jessy hanya menganggukkan kepalanya. Produser sengaja meminta makan malam melalui layanan kamar. Karena dia tidak mau ada orang yang mengenalinya melihatnya sedang makan malam dengan Jessy. Karena akan panjang usurannya jika sampai istrinya mengetahui scandalnya. Dia yang hanya bekerja menjalankan perusahaan istrinya hanya bisa mengalah. Ketika hinaan-hinaan terlontar dari seluruh keluarga sang istri. Dia muak dengan semua hinaan yang hanya menganggapnya nemumpang hidup pada istrinya. Dia hanya dianggap benalu.Sehingga hubungan dengan iatrinya hanya sebatas kewajibannya saja tanpa melibatkan hatinya.


__ADS_2