Sang Dewi Malam

Sang Dewi Malam
Bab 30


__ADS_3

Sudah empat hari Sefia berada di Bali. Waktu seminggu yang sudah di booking oleh Mark kini hanya tersisa tiga hari lagi kebersamaan mereka. Mereka kini berada di sebuah vila di tepi pantai yang di sewa oleh mark untuk menikmati waktunya bersama Sefia. Mark meminta Sefia bersikap biasa saja padanya,layaknya seorang teman.Namun Sefia tetap harus memberi kepuasan pada Mark saat pria bule itu menginginkan Sefia. Setiap malam tak pernah terlewat dengan kegiatan panas keduanya. Mark seolah tak pernah puas dan selalu ingin menerkam Sefia. Seperti pagi ini,Sefia yang baru bangun tidur beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Sambil munguti baju tidur yang berceceran di lantai.Tubuh tanpa sehelai benang pun itu masuk ke kaar mandi tanpa mengunci pintu.


Mark jadi ikut terbangun saat ada pergerakan di sampingnya.Dia hanya memperhatikan tubuh telanjang Sefia yang menghilang di balik pintu kamar mandi.


Setelah Sefia tak terlihat, dia pun segera bangun dan menyusuL Sefia yang ingin berendam.


"Mark! " Jerit Sefia yang terkejut saat ada tangan yang melingkar di tubuh rampingnya. Memeluknya dari belakang


"Hemzz" Mengecup lembut leher Sefia.


Tak bisa di pungkiri,walau tubuhnya terasa remuk.Tapi Sefia begitu menikmati setiap sentuhan dari Mark. Pria itu tak hanya mementingkan kepuasaannya sendiri,namun juga memberinya kenikmatan dalam bercinta.Mark selalu mendahulukannya saat bersatu dalam gairah. Menerbangkan tubuhnya jauh melayang menikmati keindahan surga dunia yang tak pernah di dapatkannya saat melayani para kliennya.


"Aku menginginkanmu baby" senyum miring tersungging dari bibir Mark.

__ADS_1


"Isshh" Walaupun setengah menggerutu namun Sefia tak bisa menolaknya.


Sambil menunggu bathup terisi.Mark terus memberi kecupan-kecupan pada leher Sefia.Menarik tubuh Sefia agar berbalik. Saat keduanya sudah berhadapan. Tatapan memuja yang selalu di tunjukkan Mark pada Sefia. Kecupan leher yang semakin turun kebawah dan kebawah. Membuat ******* lolos dari bibir mungil Sefia. Mark memberinya rangsangan sebelum memeulai pertempuran mereka. Sesekali keduanya berciumam dengan sangat intens.


Mark segera masuk kedalam bath up saat sudah terisi penuh air. Dia menuntun Sefia untuk agar melakukannya juga. Meminta sefia duduk di depannya.Tangan Mark meraba setiap inci tubuh Sefia dan berhenti pada bagian inti Sefia.


Memainkannya dengan jari-jarinya.Dengan bibir keduanya yang saling bertaut. Melesak saling mendorong untuk masuk.


Mark menahan pinggangnya agar tak merosot turun.Membiarkan Sefia yang masih tersengal-sengal untuk menghirup udara sebelum dia kembali memasuki tubuh Sefia.


Keduanya kembali berpacu saling memberi kepuasan.Tubuh yang bergerak seirama menciptakan riak air.******* saling bersahutan menggema di sana. Mark selalu menginginkan Sefia lagi dan lagi seoalah tak pernah puas.Mengingat tadi malam keduanya tertidur saat menjelang pagi.


Mandi pagi dengan di selingi kegiatan panas keduanya berakhir tepat saat seorang pelayan datang mengantarkan sarapan yang di pesan Mark sebelum menyusul Sefia ke kamar mandi tadi.

__ADS_1


Keduanya masih mengenakan kimono handuk saat keluar tadi.


Sefia memang merasa sangat lapar. Tenaganya seperti terkuras oleh aktifitasnya semalam juga pagi ini. Dia bahkan berniat kembali tidur setelah sarapan.


"Tidurlah, aku akan keluar sebentar.Ada yang harus aku kerjakan." Ucap Mark sambil berganti pakaian .


"Kau benar-benar membuatku kelelahan" dengus Sefia.


"Tapi kau suka bukan? "Kerling Mark sambil berjalan mendekati Sefia yang sudah berbaring di ranjang. Mark membungkukkan tubuhnya. Mengecup kening Sefia.


"Aku pergi" Mark terkekeh saat melihat Sefia yang sudah memejamkam mata.


"Sepertinya kamu benar-benar masih ngantuk ya" kekeh Mark berjalan keluar dari kamar meninggalkan Sefia yang sudah terlelap.

__ADS_1


__ADS_2