
Hari kian berganti.Seminggu sudah wakstu kebersamaan Mark dan Sefia. Sefia membereskan pakaiannya,memasukkannya ke dalam koper yang dia bawa saat berangkat. Namun kini dengan isi yang berbeda. Karena banyak baju juga aksesoris seperti tas bahkan sepatu yang di belikan Mark sehingga kopernya kini terisi penuh.
"Aku seperti tak rela jika kita berpisah baby" kata Mark yang merebahkan tubuhnya di ranjang king size di villa itu. Memperhatikan Sefia yang berkemas.
"Kau bisa mencari ku lagi Mark lain kali Mark" Memalingkan wajahnya yang sebelumnya fokus pada kopernya,menatap Mark yang merengek dari tadi.
"Kau sudah seperti bayi yang gak mau di tinggal pergi ibunya" Sefia terkekeh setelah mengatakannya. Karna sudah ke berapa kalinya kata itu keluar dari bibir Mark.
Mark beranjak dari ranjangnya. Mendekat pada Sefia yang menghentikan aktifitasnya.Berjongkok mengikut Sefia. Mark Memeluk Sefia dari belakang. Menyandarkan kepalanya pada ceruk leher Sefia. Namun tetap tak menumpukan berat tubuhnya pada Sefia.Bisa ambruk keduanya karwna tentu saja Sefia tak kan mampu menumpu berat badan Mark yang jauh lebih besar darinya. Apalagi dengan posisi Sefia yang berjongkok. Tangan Sefia terulur kebelakang. Menggapai kepala Mark yang bersandar.Mengacak rambut Mark.
"Bisakah kita melakukannya sekali lagi sebelum kau pergi" hembusan nafas Mark terasa hangat menerpa leher Sefia saat Mark berbicara.
Sefia tersenyum mendengar permintaan Mark. Mark melihat jam tangan mewah yang melingkar di tangannya.
"Bukankan peasawatnya masih 3 jam lagi baby?" Tanya Mark memastikan.
Sefia menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Mark.
"Biar nanti aku yang mengantarmu ke bandara baby"
__ADS_1
"Kau memberiku tawaran yang menarik.Jadi menyingkirlah.Biarkan aku segera membereskannya Mark" lanjut Sefia.
Bergegas Mark bangun dia begitu girang mendengar jawaban Sefia.
Setelah Sefia berkemas tanpa menunggu lama Mark langsung mengangkat tubuh Sefia yang baru saja berdiri ala bridal style.Sefia yang terkejut lamgsung mengalungkan tangannya pada leher Mark.Mark membawa tubuh Sefia ke ranjang,dengan sedikit menundukkan kepala Mark menggapai bibir Sefia. ******* lembut bibir Sefia yang selalu terasa manis bagi Mark. Tautan bibir keduanya yang semakin dan semakin dalam.Seolah meminta lebih.Pelan-pelan Mark membaringkan tubuh sefia di ranjang king size yang mereka tempati tanpa melepaskan pagutan bibir keduanya.Yang melesak mengeksplor setiap rongga mulut satu sama lain,saling bertukar saliva dengan lidah yang kadang saling berbelit.
Tautan bibir mereka terlepas,mengambil nafas. Mata Mark sudah tertutup kabut gairah ,menatap sayu tubuh Sefia. Mark kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Sefia. Memberi kecupan pada pipi Sefia sebelah kiri.Dan kembali melakukannya di sebelah kanan. Mark memnyatukan kening mereka.
"Aku pasti akan merindukanmu" Ucap mark sebelum kembali ******* bibir Sefia.
Sefia yang akan membuka mulutnya kembali bungkam saat bibir kenyaL Mark kembali ******* bibirnya. menuntutnya lebih dalam dan lebih dalam lagi. Sebelum pergi mark kembali membawanya pada kenikmatan yang tiada tara.
"Maaark" Sefia menjerit,terkejut karena ada yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
Sefia memicingkan mata memandang mark.
"Jangan macam-macam Mark"
"Calm down baby, ini gak akan lama" jawab Mark yang kini sudah mendaratkan bibirnya pada bibir Sefia.
__ADS_1
Keduanya kini kembali menyatukan tubuh. Bergagi kehangatan. Saling memberi kepuasan. Yang entah kapan keduanya bisa melakukannya kembali. Karna pasti Setelah ini Mark akan kembali di sibukkan dengan banyak hal yang menyangkut perusahaannnya.
Beberapa saat berlalu. Kini Sefia sudah keluar dari vila bersama Mark di sampingnya dengan bergandengan tangan. Mark meminta asistennya untuk membawa barang-barang ke mobil sebelumnya.
Mark menepati janjinya mengantar Sefia ke bandara.Keduanya duduk di bangku belakang dengan asisten Mark yang berada di balik kemudi memacu kuda besi menuju bandara.
Mark memeluk Sefia dari samping.Meminta Sefia untuk menyandarkan kepalanya di dada Mark. Sefia pun menuruti apa yang Mark inginkan. Mengingat waktu kebersamaannya dengan Mark selama di sini.Pria itu tak pernah memperlakukannya layaknya para ******. Keduanya justru seperti sepsang kekasih yang sedang jatuh cinta. Pertemuannya dengan Mark memberi kesan di hatinya.
Sebelum keluar dari mobil Sefia memberi kecupan pipi Mark. Mark yang mendapat serangan mendadak dari Sefia terkejut sampai menahan nafas.Dan kembali tersadar saat Sefia berbicara.
"Jangan merindukanku ya? " Goda Sefia pada Mark.
"Aku pasti tak akan bisa memejamkan mata tanpamu" Mengulurkan tangannya membelai pipi halus Sefia.
"Kau bisa menghubungiku jika kau merindukanku"
"Tentu saja baby" Mark pun memberi kecupan singkat pada bibir Sefia sebelum gadis itu keluar dari mobilnya.
Sefia melambaikan tangannya selum meninggalkan Mark.
__ADS_1
Di sisi lain ada seseorang yang kelimpungan.Pikirannya yang kacau menjadikannya tak bisa berkonsentrasi saat mengerjakan apapun.Bahkan para staf di kantornya bisa di marahi habis-habisan walau melakukan kesalahan kecil.