Sang Dewi Malam

Sang Dewi Malam
Pergi ke Bali


__ADS_3

Rasa kantuk yang tadinya masih bergelayut di pelupuk matanya, seketika hilang.Berganti dengan luruhnya bulir-bulir bening di sudut matanya setelah kepergian Aldrick dengan juga tertutupnya pintu kamar dengan keras.Hanya isakan yang masih terdengar di kamarnya.


Kini Sefia berfikir, harusnya dia tak perlu dekat dengan laki-laki.Bukankan dia sendiri membatasi dirinya agar tidak dekat dan berhubungan dengan lelaki manapun kecuali kliennya.Apalagi jika berhubungan dengan perasaan. Dan sekarang apa yang di takutkannya terjadi.


Setelah isak tangisnya mulai reda. Dia bangun pergi ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan menggosok gigi.Tenggorokannya terasa kering setelah cukup lama ia menangis. Dia segera turun untuk mengambil air minum di kulkasnya.


Melihat isi kulkas yang bisa di masaknya.Tapi sepertinya tak ada selera makan.Pertengkarannya dengan Aldrick tadi pagi adalah kali pertama mereka ribut.Dia berpikir lebih baik menjauh dari Aldrick sebelum ada lagi keributan kedua ketiga atau seterusnya karena pekerjaannya.


Dia belum sempat memberi tahu Aldrick pekerjaannya, keburu telfon Aldrick berbunyi. Mungkin memang sebaiknya Aldrick tau semua tentangnya, agar tak ada salah paham. Dan jika memang Aldrick kecewa berteman dengan orang sepertinya, maka ia akan siap jika Aldrick menjauhinya.


Menyemangati dirinya sendiri, ingat tujuannya bekerja untuk bisa membiayai kuliah Sena, agar bisa mendapat pekerjaan yang baik dan bisa merubah kehidupan mereka.


Sepanjang pagi dia hanya melamun hingga menjelang siang.


Drrrt... drtttt.


Telfon dari mami membuatnya sadar dari lamunannya.


"Pagi sayang"


"pagi mam"

__ADS_1


"Suaramu kenapa fia?"Mendengar suara Sefia sedikit serak membuat mami khawatir.


"Fia baru bangun mam"


"Oh... syukurlah. Oh hya fia. Hari ini kamu bisa gak terbang ke Bali? Ada seseorang menunggumu di sana" tanya mami.


"Berangkat jam berapa mam?"


"Sekitar jam 1 sayang.Kamu akan di sana selama seminggu. Jadi bawalah beberapa baju ganti.Mami minta maaf sayang, sebelumnya mami sudah menawarkan yang lain,mengingat kamu baru sembuh Tapi klien disana menolak dan meminta kamu yang datang" Panjang lebar mami menjelaskan.


"It's okay mam, tidak masalah. Sefia udah sehat kok."


"bye mam"


Setelah panggilan di tutup Sefia segera bergegas mandi. Setelahnya dia akan menyiapkan beberapa pakaian yang akan di bawanya. Membuka koper yang akan di pakainya, memasukkan beberapa helai pakaian juga beberapa baju renang. Mengingat di sana begitu panyak pantai yang akan memanjakan matanya.


Sesaat dia lupa dengan masalahnya karena disibukkan dengan keberangkatannya ke Bali. Sebelum menuju tempat mami dia berbelok ke sebuah restoran untuk mengisi perutnya yang hanya terisi air putih dari pagi.


Setelah memesan beberapa menu juga minuman Sefia membuka ponselnya sambil menunggu. Ada notif dari bank dan satu pesan dari mami. Ternyata mami sudah mengirimkan uang yang katanya dp dari kliennya.


"Setelah dari bali kamu bisa libur tiga hari fia" bunyi pesan mami.

__ADS_1


Kedua sudut bibirnya terangkat saat membaca pesan itu. Kalau tak ingat dia sedang ada di tempat umum mungkin sekarang sudah bersorak kegirangan karena dapat jatah libur.


Beruntung dia harus pergi jauh beberapa hari.Jadi dia tidak perlu menghindari Aldrick agar mereka tak bertemu.


Sefia ingin menjauh dari Aldrick. Tak ingin berhubungan lagi dengan lelaki itu. Juga tak mau menyakitinya karena Aldrick sudah terlalu baik padanya. Dia takut mengecewakan pria itu.


Selesai makan sefia memanggil pelayan untuk membayar tagihannya. Tapi pelayan itu mengatakan jika tagihannya sudah di bayar orang. Pelayan itu juga mengatakan kalau yang membayar seorang laki-laki yang baru saja keluar dari sana. Sefia yang hanya fokus pada makanan di depannya tak memeperhatikan sekitarnya.Diapun mengucapkan terima kasih pada pelayan itu dan berlalu pergi.


Ternyata yang membayar tagihannya tadi adalah Aldrick. Yang juga sedang makan siang di sana setelah selesai menghadiri acara tadi.Aldrick sengaja tak menghampirinya, takut emosi yang sudah sesikit mereda kembali meledak jika dia mendekati Sefia.


Dia hanya memandang Sefia dari tempat duduknya. Memandang setiap gerak tubuh wanita yang diam diam mengisi hatinya.


Setelah meninggalkan restoran, Sefia kembali memacu mobilnya ke tempat mami. Dia akan meninggalkan mobilnya di sana dan berangkat ke bandara di antar supir dari tempat mami. Dalam perjalanannya di pesawat, Sefia sempat tertidur.


Sampai di bandara Ngurah Rai Bali.Ada dua orang yang sudah menjemputnya.Laki-laki yang memang seorang sopir dan yang perempuan merupakan sekertaris dari tuan Mark yang membookingnya. Dia tahu nama orang itu dari mami sebelum berangkat.


Mereka mengantarkan Sefia ke hotel. Sekertaris itu malah mengantar Sefia sampai depan pintu kamar.Memastikan Sefia masuk terlebih dahulu kemudian berbalik pergi.


Sefia yang sudah berada di dalam sedikit kikuk,karena kliennya seorang WNA. Bingung dengan bahasa yang harus di pakainya untuk berbicara dengan tuan Mark. Mengingat Tuan Mark seorang bule.


"Good night Mr"

__ADS_1


__ADS_2