
Setelah kejadian di kamar bersama Sefia malam itu.
Aldrick berusaha menghindar dari Jessy. Karena merasa canggung. Dia takut Sefia tau dengan apa yang sudah dilakukannya pada Sefia ketika Sefia masih terlelap.
Sefia yang marasa sikap Aldrick yang sedikit berbeda jadi bertanya-tanya.Aldrick masih tetap berada di kamar dari pagi tadi. Hanya keluar untuk sarapan.
Padahal Sefia sebenarnya juga ingin berterima kasih pada pemuda itu. Karena sudah membuka jalan pikirannya dan juga Sena.
tok.. tok..tok.
"mas,Sarapan yuk!"
"iya sebentar".
Bahkan Sena harus memanggilnya untuk sarapan pagi ini.
"Mungkin dia ada sedikit masalah dengan pekerjaannya" batin Sefia dengan asumsinya sendiri.
Siang hari
Akhirnya Aldrick bosan juga dikamar. Dia keluar untuk mencari suasana baru. Namun sampai di teras depan dia melihat Sefia yang hendak pergi keluar .
"Mau kemana?" bertanya setengah berteriak.
Sefia kembali menghampiri Aldrick,karena jarak yang cukup jauh dari pada harus berteriak.
__ADS_1
"aku mau pergi belanja mas.Tadi sebenarnya mau pamit sama kamu. Tapi takut akunya ganggu." Jawab Sefia.
"Tunggu, aku ikut!" Sefia hanya melongo mendengar jawaban dari Aldrick.Bahkan tanpa menunggu jawaban dari Sefia Aldrick buru-buru masuk ke dalam rumah. Rupanya dia mengambil HP dan dompetnya di kamar.
"Kita jalan aja ya mas, ga papa kan? "
"aku memang mau ngajak kamu jalan aja tadi. Menikmati udara di sini. Walaupun siang hari masih tetap sejuk berbeda dengan di kota.Di sini masih banyak tumbuhan."
Sefia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya,setuju dengan ucapan Aldrick.
Di kota yang sudah banyak gedung tinggi, juga kendaraan juga kurangnya pepohonan. Menjadikan banyak poLusi. Juga menjadikan di sana jadi panas.
"Memang kita mau belanja kemana? "Aldrick yang bingung, karema sudah berjalan cukup jauh namun belum sampai juga pada tempat yang dituju.
"Mau ke pasar?"
"Masih jauh ya? "
"Udah deket kok"
Sampai juga mereka di pasar.Aldrick yang tidak terbiasa dengan suasana di pasar jadi sedikit kaku. Pasar yang di datangi Sefia hanya pasar tradisional. Ia berniat untuk membeli keperluan sehari-hari untuk disimpan di kulkas rumahnya.
Untuk hidangan yang disediakan untuk para tetangga yang datang untuk mendoakan ibu sudah ia percayakan pada tetangga dekat rumahnya. Dia sudah memberikan uangnnya pada tetangganya dan berpesan jika kurang untuk segera meminta kepadanya.
Suasana hati Sena pun sudah lebih baik hari ini.Dia pagi ini kembali melakukan pekerjaan yang biasa dia kerjakan. Seperti menyapu, bahkan bantu Sefia masak sarapan pagi ini. Ulah jahilnya sepertinya juga ikut sekalian dengan perubahan sikapnya hari ini.
__ADS_1
Dia melemparkan sesuatu di dekat Sefia dan dengan isengnya berteriak Tikus.
Sefia yang langsung panik langsung melompat-lompat dan berteriak-teriak. Sena tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kakaknya yang lucu.
Mendengar tawa Sena, Sefia pun sadar jika tadi hanya di kerjai Sena. Dia segera menggenggam tepung yang niatnya mau di buat adonan, dan segera berlari mengejar Sena.
Sena a yang tertangkap,wajahnya langsung di beri bedak tepung oleh Sefia. Mereka akhirnya tertawa bersama.
Aldrick yang mendengar kegaduhan di luar, membuka sedikit pintu kamarnya karena penasaran dengan apa yang terjadi. Namun segera tersenyum melihat tingkah kakak beradik yang sama-sama sedang menyembuhkan hatinya.
Kembali kepasar.
Aldrick berniat menunggu Sefia yang akan masuk ke pasar. Dia bergidik ketika melihat pasar yang bukan seperti imajinasinya.
"ya,inikan desa mas bukan di kota" hibur Sefia. Ketika melihat Aldrick yang tetap mematung di tempatnya.
"Kalau mas gak mau ikut ke dalam,mas tunggu sini aja deh.Biar aku masuk sendiri"
Bingung sendiri,Mau ikut masuk, tapi melihat becek di mana-mana. Tapi kalau menunggu disini sendiri dia juga risih dengan tatapan orang-orang yang ada di sana.
Dengan wajah tampan dan sangat berbeda jauh dengan warga di kampung Sefia,Aldrick seolah menjadi tontonan orang. Bahkan ada yang mengira dirinya artis.
"Mas Artis ya? " dia cuma nyengir tanpa mau menjawab pertanyaan konyol itu. Sefia hanya bisa tertawa melihat itu. Karena merasa di tertawakan,Aldrick diam-diam mengulurkan tangannya meraih pinggang Sefia dan mendaratkan cubitannya di sana.
"Aww.. "Teriak Sefia. "
__ADS_1
"Rasain, bukannya nolongin malah ngetawain. "
Sambil tersenyum Sefia segera beranjak dari sana. Bisa panjang urusannya jika terus meladeni mereka. Tanpa sadar Sefia menarik tangan Aldrick, menggandengnya. Seolah seperti seorang ibu yang mengajak anaknya di tempat keramaian. Takut hilang jika tidak di gandeng.