
Dimulai dari pagi yang cerah, Sefia berencana untuk mendatangi tempat kebugaran yang biasa dia datangi.Bukan tempat yang elit,tempat untuk kalangan menengah yang ingin menjaga badannya dari lak-lemak yang menumpuk.Dia bahkan sudah menjadi member tetap disana. Biasanya dia datang ke sana dua kali seminggu. Demi menjaga tubuhnya agar tetap terawat. Tubuhnya terasa kaku karena tak ada aktifitas yang di lakukannya beberapa hari ini.
Kegiatannya yang dilakukannya hanya rebahan,salinh bertukar kabar dengan Sena yang sedang ujian.Kadang juga yuni datang menemaninya sekaligus membantunya menghabiskan makanan yang di kirim Aldrick jika Yuni sedang tidak bekerja.
"Hai" Sapanya sambil melambaikan tangan pada beberapa orang di sana.
"Sefia!" Teriak beberapa orang yang di kenalnya.
Sefia berjalan menghampiri teman-temannya yang berkerumun.
"Wah Sefia,,kamu makin cantik aja" Memandang takjub ciptaan Tuhan di depannya.
"he.. he.. hee. "Sefia hanya berhaha hehe,bingung dengan harus menjawab apa.
"Udah lama kayaknya kamu nggak ke sini ya? " Tanya yang lainnya.
Sefia akhirnya menceritakan kemana dia sehingga dia tak pernah datang ke tempat itu.
"Kami turut berduka cita ya fia" serempak teman-teman Sefia mengucapkan bela sungkawa. Juga melangitkan doa untuk ibu Sefia yang sudah berpulang.
Mereka berteman di tempat itu saja, tak terlalu akrab kalau harus seperti sosialita lainnya. Bahkan masih saja ada yang memandang sinis,iri dengan kecantikan Sefia.
Sekitar 3 jam Sefia keluar dari sana. Melajukan mobilnya kembali ke apartemen untuk membersihkan diri, karena seluruh badannya terasa lengket akibat keringat tubuhnya.
Hari ini Sefia juga akan mulai bekerja.menunggu hingga makan siang mengistirahatkan tubuhnya.Dia berencana berangkat lebih awal,melakukan perawatan di salon yang sudah disediakan.
Mami sudah memberinya informasi tentang klien yang harus di puaskannya malam ini.Karena kliennya seorang duda. Jadi dia ingin mengajak makan malam Sefia terlebih dulu diLuar. Sefia ngengiyakan keinginan kliennya, mengingat kliennya single jadi tidak akan ada orang yang marah ketika tau dia menemani kliennya. Seandainya kliennya masih berkeluarga,maka Sefia akan menolak untuk menemani keluar. Karena dia tak mau berurusan dengan para istri-istri lelaki hidung belang tersebut.
__ADS_1
Sore menjelang malam Sefia yang sudah melakukan perawatan bergegas menuju tempat yang kliennya kirimkan lewat pesan. Dia macu mobilnya dengan ditemani musik.
Hari ini Aldrick hanya mengiriminya pesan beberapa kali, tak sesering kemarin. Mungkin karena laki-laki itu juga sedang sibuk.Karena pertemuan dengan rekan kerjanya yang sempat tertunda kemarin. Jadi sekarang jadwalnya sedang padat.Balasan pesan Sefia sudah seperti mood booster untuknya,untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dan kembali bertemu dengan gadis itu. Reno yang melihat suasana hati atasannya sedang baik, menghela nafas lega. Karena itu bisa memudahkan pekerjaannya. Berbeda kalau atasannya itu sedang badmood, maka apapun yang dilakukan Reno tak akan ada benarnya di mata Aldrick.
Walaupun pagi ini dia sudah bertemu dengan Sefia. Namun dia juga tak sabar untuk segera bertemu lagi dengan Sefia. Tak tau aja Aldrick kalau Sefia tak ada di apartemennya malam ini.
Sefia sudah sampai di restoran yang ada di lantai satu hotel yang salah satu kamarnya juga sudah di booking oleh kliennya untuk menghabiskan malam panas bersamanya nanti.
Ternyata ruangan privat yang akan mereka tempati untuk makan malam.Membuat Sefia lebih nyaman. Tak lama setelah Sefia datang, pria yang sudah membookingnya juga datang dengan asistennya yang terlihat membukakan pintu.
"Malam sayang" Berjalan menghampiri Sefia mengibaskan salah satu tangannya meminta asistennya pergi.Hanya melihat Sefia tanpa memperdulikan asistennya yang menundukkan kepala,berlalu pergi ke luar dan menutup pintu ruangan itu.
Meraih pinggang Sefia saat tubuhnya sudah dekat. Mengecup bibir Sefia.
"Malam om" balasan Sefia setelah satu kecupan mendarat di bibirnya.
Keduanya melepaskan tautan bibir mereka saat pelanyan mengetuk pintu mengantarkan pesanan makanan mereka.
"Kita lanjutkan nanti om" bisik Sefia yang pinggangnya masih dalam rengkuhan pria itu. Kedua tangan Sefia berada di dada pria itu.Menggerakkan jari-jarinya membuat garis garis absurd di sana.
Pelayan menghidangkan makanan itu,nematanya di meja yang ada tanpa memperdulikan keduanya.
"Silahkan dan selamat menikmati" Ucap sopan pelayan itu sambilenindukkan kepala, langsung beranjak keluar dan menutup pintu dengan pelan.
Pria itu hanya mengangkat satu tangannya.
"Sepertinya kamu lebih menggoda dari pada makanan ini."
__ADS_1
masih menatap Sefia dengan penuh nafsu.
"Sabar dong om, bukankah kita harus mengisi perut,sebelum berolah raga nanti." Jawab Sefia sambil memdudukkan tubuhnya di kursi yang sudah di tarik pria itu.
"Baiklah" menghela nafas dengan kasar.Tak urung bibirnya pun masih mengecup kening Sefia dengan sebelah tangannya meremas bongkahan bawah bagian belakang Sefia.
Sefia bergelayut di lengan pria itu saat keluar dari ruangan privat itu. Meraka akan menuju kamar yang akan merwka tempati. Di tempat sama Aldrick juga baru saja keluar dari ruangan privat yang ada di hotel itu. Dia ada perjamuan bisnis di sana. Sekelebat tubuh yang hanya terlihat dari belakang yang masuk di dalam lift tadi begitu familiar baginya. Tubuh tinggi dengan pakaian seksi yang di kenakannya mengingatkannya pada seseorang. Dia berjalan cepat ingin memastikan apa yang dilihatnya.Namun sayang pintu lift itu menutup sebelum dia mendekat.
Saat lift sudah sampai di lantai yang mereka tuju. Dengan tergesa-gesa pria itu ingin segera membawa Sefia ke kamar. Ketika mencapai pintu dengan tak sabar pria itu menempelkan kartu akses yang di berikan asistennya yang entah sekarang ada di mana.
Mendorong pelan tubuh Sefia masuk ke kamaremutip pintu dengam kakinya. Tangannya segera memeluk tubuh Sefia. Mendekatkan wajahnya menggapai bibir Sefia yang berwarna merah.
Sefia yang tiba-tiba mendapat serangan.Mengalungkan tangannya yang tadi menggantung di samping tubuhnya ke leher pria itu.
Ciuman panas itu semakin dalam dengan saling *******. Saling bertukar saliva, dengan lidah yang saling bertaut. Keduanya pun menuju ranjang tanpa melepas tautan bibirnya. Menjatuhkan tubuh keduanya dengan posisi Sefia yang berada di atas.
Tangan pria itu pun tak tinggal diam. Menyusup di balik pakaian Sefia.Meraba setiap jengkal bagian tubuh Sefia yang bisa di gapainya.
Dengan jarinya yang lentik Sefia membuka satu persatu kancing kemeja pria itu. Setelah tak ada satupun benang yang melekat di tubuh pria itu, Sefia segera melakukan hal yang sama pada pakaiannya.Melemparkannya ke sofa.
Keduanya berpacu menggapai puncak.Melepaskan hasrat yang terpendam.Tubuh keduanya bergerak seirama, saling memompa untuk mendapatkan pelepasan yang di inginkan.
Ac di ruangan itu sepertinya tak ada fungsinya. Tubuh yang sama-sama polos itu kini sama-sama berkeringat.
Sefia melakukan perannya dengan sangat baik. Membuat kliennya terkapar lelah dengan kenikmatan yang diraihnya.
Tanpa disadarinya, disisi lain ada seseorang yang sedang menunggunya. Mondar mandir keluar masuk apartemennya.Ponselnya tak bisa dihubungi. Karena Sefia selalu mematikan ponselnya jika sedangelayani kliennya.
__ADS_1