Sang Dewi Malam

Sang Dewi Malam
Bersama


__ADS_3

Hari menjelang malam, ketika dua orang didalam mobil mewah itu keluar dari panti asuhan. Entah mengapa ketidak sengajaan itu selalu membuat mereka bertemu.


Ya,,mereka berdua adalah Aldrick dan Sefia.


Senyum bahagia terpancar diwajah Sefia sepulangnya dari pengunjungi panti. Melupakan segala masalah dalam hidupnya. Karena esok dia harus bekerja lagi seperti biasanya. Diam-diam Aldrick melirik dengan ekor mata gadis yang duduk di kursi pengumpang disampingnya yang sedang mengemudi.Yang tanpa sadar juga ikut tersenyum.


Beberapa waktu lalu.


Sefia yang dari pagi sudah berada di panti hingga selarut ini baru pulang.Seharian dia bermain dengan anak-anak dipanti. Melupakan segala kepenatan yang ada dipikirannya. Membantu pengasuh panti menyiapkan makan an untuk anak-anak.


Aldrick yang setelah rapat pagi tadi selesai, sedikit mempunyai waktu senggang. Dia memutuskan untuk mengunjungi panti asuhan dimana Sefia juga berada disana.Berencana untuk membantu merenovasi bangunan panti yang sudah tua itu dan menambahkan beberapa kamar lagi disana.


Terkejut melihat Sefia yang sedang tertawa bersama anak-anak.Tanpa memandang rendah anak anak panti tersebut.Berbeda dengan beberapa orang yang memandang sebelah mata anak-anak malang itu. Padahal takdir yang harus mereka jalani juga bukan atas kemauan mereka.Sefia tampak sangat menikmati permaian itu,sehingga dia tidak menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikannya secara intents.


Bertanya pada seorang anak di mana Bu Salma.Kepala panti yang seumuran dengan Bunda Helsa. Aldrik bergegas menuju ruangan yang ditunjukkan anak itu.


tok,, tok.


Memembuka pintu setelah terdengar Jawaban dari dalam ruangan.Ruangan yang tidak terlalu besar seukuran dengan kamar dengan rak buku berada di sudut ruangan.


"Assalamu'alaikum bu".Berjalan menghampiri bu Salma, meraih tangan wanita itu kemudian menciumnya.


"Wa'alaikum salam mas."Sambil membelai kepala Aldrick dengan lembut. Mereka juga sudah akrab satu sama lain. Aldrick meminta bu Salma agar menganggapnya seperti anak sendiri. Sehingga Bu Salma pun memperlakukannya layaknya apa yang diminta Aldrick tanpa rasa canggung.


"Sehat kan bu? "

__ADS_1


"Alhamdulillah sehat mas.Mas Aldrick sendiri apa kabar? Dan juga bagaimna kabar keluarga mas Aldrick? Tentunya Ayah bunda sehat kan dan juga mbak Nesa!."


"Alhamdulillah semuanya sehat bu"


Bu Salma juga mengenal seluruh keluarga wijaya. Karena mereka adalah donatur tetap di panti.Mereka juga sering datang ke panti.


Sedikit berbasa basi dengan bu Salma. Aldrick memberi tahu maksud kedatangannya pada Kepala di panti itu. Beliau begitu senang dan berterima kasih kepada Aldrick. Karena bangunan panti yang sudah tua harus segera direnovasi. Aldrick yang begitu penasaran,menanyakan pada bu Salma kenapa Sefia bisa berada di panti. Bu Salma pun menceritakan bahwa Sefia memang sering datang kemari. Menberikan sedikit rejekinya yang disisihkan untuk di sumbangkan ke panti. Juga selalu membawa begitu banyak makanan untuk anak-anak. Satu hal lagi kebaikan dari Sefia,yang membuat Aldrick begitu tercengang. Sedikit banyak mengubah pikirannya tentang Sefia.Penampilan dan sifat yang bertolak belakang dari Sefia menjadikannya berfikir untuk tidak menilai seseorang dari penampilan.


Yang menurut pepatah "Don't Judge book from the cover"


Keluar dari ruangan bu Salma Aldrick berjalan dimana anak-anak laki-laki sedang bermain sepak bola. Karena cuaca yang tidak terlalu panas dia pun turun untuk ikut bermain. melepas jas yng melekat ditubuhnya. Menggulung lengan bajunya hingga siku.,juga celana yang dipakainya.


Sefia datang membawa makanan dan camilan menuju tempat anak-anak bermain. Meletakkan di sebuah bangku yang ada disna. Juuga begitu terkejut melihat Aldrick yang dia tau adalah tetangga di apartemennya juga adaa di panti.


Deg.. deg..Sadar dong Al,,!


Hingga malam Aldrick pun masih tertahan di panti,karena dia tidak enak menolak permintaan bu Salma.Beliau meminta Aldrick untuk tetap tinggal hingga makan malam.


Mereka berdua berpamitan,usai makan malam bersama.Aldrick menawarkan pada Sefia untuk pulang bersama.Karena tempat yang akan mereka tuju pun sama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam mobil.


Sepi.. Hanya kecanggungan yang tercipta.

__ADS_1


Tidak ada yang memulai obrolan di antara keduanya. Karena mereka belum baru berkenalan siang ini dan belum terlalu akrab.Mereka terdiam dengan pikiran masing-masing.


Hingga dering telfon dari dalam tas Sefia memecahkan kesunyian di dalam mobil.


Melihat layar siapa yang menghubunginya. Terlonjak kaget karena yang menghubunginya adalah Sena. Tak biasanya Sena menghubunginya malam-malam begini. Hingga membuatnya berfikir yang tidak-tidak.Mencoba menepis prasangka buruk yang bermunculan di kepalanya.


Mendengar penuturan adiknya, air mata Sefia menetes dengan deras tanpa bisa ditahan. Aldrick kebingungan melihat gadis disebelahnya tiba-tiba menangis, setelah menerima panggilan.Ingin rasanya bertanya apa yang membuat Sefia menangis, namun ia tahan karena takut Sefia terlalu menganggapnya ikut campur.


"Kak, bisakah lebih cepat lagi? Aku harus segera pulang.Karena ibu masuk rumah sakit,jatuh di kamar mandi."Meluncur begitu saja alasan yang membuat Sefia menangis.Menjawab rasa penasaran Aldrick.


"Baiklah!..Memang dimana ibumu tinggal?"


Menyebutkan sebuah desa yang menjadi kampung halamannya.


Mendengar jawaban Sefia Aldrick secara refleks memaksa mengantarkan gadis itu untuk pulang.Dia tidak tega jika Sefia sendiri .Hari sudah larut bahkan akan sampai di tempat tujuan tengah malam nanti. Bagaimana bisa dia membiarkan seorang gadis itu dalam perjalanan sendiri malam-malam begini.


Aldrick juga bingung dengan sikapnya. Dia yang biasanya selalu dingin dan cuek dengan wanita. Begitu menaruh perhatian pada Sefia. Sampai rela mengantarkan gadis itu pulang. padahal mereka baru berkenalan dan tidak begitu dekat. Dia menepis perasaannya dengan alasan bersimpati atas musibah yang menimpa Sefia.Terbayang jika adiknya yang mengalami semua ini. Pasti dia juga akan melakukan hal yang sama.


Jalanan begitu lenggang,karena hari sudah malam. Sehingga Aldrick bisa memacu mobilnya dengan cepat. Agar mereka segera sampai.


Lewat tengah malam mereka sampai di rumah sakit yang disebutkan Sena. Sefia bergegas turun dari mobil dan segera berlari mencari ruangan dimana ibunya dirawat dengan Aldrick yang mengekor dibelakangnya.


Begitu melihat Sena yang menunggu di depan ruang ICU. Sefia segera menghampiri adiknya.Sena yang sedang menunduk tak menyadari kedatangan sang kakak. Hingga sebuah tepukan di bahunya membuatnya terkejut.


"Mbak,,! "Reflek dia berdiri memeluk Sefia.Air mata yang di tahannya meluncur begitu saja dari sudut matanya.Sebenarnya dia ingin mencoba bersikap tegar di depan kakaknya. Namun rasa takut dan kekhawatirannya pada keadaan ibu melunturkan ketegarannya dalam pelukan sang kakak. Tepukan lembut dibahu Sena, seolah mengatakan ibu akan baik baik saja.Berharap sedikit mengurangi kecemasan sang adik. Walaupun dia sendiri juga merasakan hal yang sama. Dalam diam Aldrick memperhatikan kedua saudara yang berpelukan saling menguatkan.

__ADS_1


__ADS_2