Sang Dewi Malam

Sang Dewi Malam
BAB 29


__ADS_3

Waktu sudah hampir pukul dua belas malam. Mata Aldrick seperti enggan terpejam hingga tengah malam. Sebelum masuk ke apartementnya tadi, dia melihat pintu apartement Sefia. Beberapa saat memandangi pintu yang tertutup itu. Sepertinya apartement itu kosong, penghuninya entah pergi kemana.


Aldrick berpikir pasti Sefia pergi bekerja. Karena sudah menjadi hal yang biasa. Jika Aldrick pulang kerja,maka berbeda dengan Sefia yang justru pergi bekerja di saat orang lain sedang menikmati waktu mereka untuk beristirahat setelah beraktifitas.


Meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas.Niatnya menghubungi Sefia, namun kembali di urungkannya. Setelah merenung beberapa saat,dia berfikir untuk meminta maaf pada Sefia. Benar apa yang dikatakan Sefia,dia tak bisa terlalu ikut campur urusan pribadi Sefia.


"apa sebaiknya aku langsung menemuinya saja ya?" berbicara sendiri. Namum sebelum menemui Sefia dia ingin memastikan dulu apa yang dirasakannya pada Sefia.


Hampir satu jam dia bermonolog sendiri. Hingga akhirnya matanya terasa berat. Perlahan lahan matanya tertutup membawanya menuju alam mimpi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tempat yang berbeda.


Setelah menikmati makan malam.Mark mengajak Sefia jalan-jalan di sebuah pantai. Lampu lampu menerangi bangunan di sekitaran pantai.Membuat sebagian sorotnya menyinari bibir pantai itu. Membuat suasana lebih indah.


Keduanya berjalan di sana dengan tangan saling bertautan.


"Aku udah kayak liburan aja" kata Sefia tertawa sambil menutup mulutnya.

__ADS_1


Dia juga begitu menikmatinya. Awalnya dia berpikir hanya akan melayani kliennya untuk memuaskan nafsunya. Namun semuanya jauh dari pikirannya.Mark justru memberinya kenyamanan. Bahkan tak menyinggung sedikitpun kegiatan ranjang.


Mark justru memperlakukannya layaknya mereka berdua sepasang kekasih.Dengan Mark Sefia merasa di hargai sebagai wanita.Mark tak memperlakukannya seperti ******.


"Kau suka? " Tanya Mark memiringkan kepala memandang Sefia.


"Hemm" dengan menganggukkan kepala.


Mark tersenyum dengan jawaban Sefia.


Segera dia meraih pundak Sefia,meraihnya untuk lebih dekat. Mengikis jarak keduanya. Mark dengan lembut mengecup kepala Sefia. Sefia mendongak setelah mendapat kecupan itu. Dan ternyata Mark masih menundukkan kepalanya, Hinga tatapan keduanya bertemu. Kembali sebuah kecupan yang begitu dalam di kening Sefia. Sefia memejamkan mata, menikmati perlakuan Mark.


Malam kian merangkak naik saat keduanya masih menikmati temaram lampu di tepi pantai.Dingin kian terasa menusuk tulang Sefia yang hanya memakai dress malam ini.Sefia yang mendekap sendiri tubuhnya dengan kedua tangannya. Mark yang melihatnya langsung melepas jaket yang dipakainya.


"Trima kasih" tersenyum menatap Mark.


Mark akhinya menuntun Sefia kembali ke mobil dimana sopir yang mengantar mereka ternyata masih menunggu di sana. Mereka akan kembali ke hotel.


Tak butuh waktu lama mereka sampai di hotel. Setelah memasuki kamar Mark masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Setelah Mark keluar Sefia segera menerobos masuk juga berniat membersihkan diri.

__ADS_1


Tak Lama Sefia keluar dari kamar mandi.Dress yang tadi dipakai kini sudah berganti dengan gaun tidur yang begitu seksi. Dia melihat Mark yang sudah berbaring di ranjang. Dia masih mematung di depan kamar mandi, bingung apa yang harus dilakukannya.


"Sini" Menepuk tempat kosong di sebelahnya. Meminta Sefia untuk mendekat.


Dengan canggung Sefia berjalan mendekati ranjang di mana Mark sudah berbaring di sana. Perlahan dia merangkak naik. ikut merebahkan tubuhnya disamping Mark.


"Sefia masih terdiam. Menunggu apa yang akan dilakukan Mark.Mark menariknya untuk memdekat. Merebahkan kepala Sefia menjadikan lengannya sebagai bantal.


Sefia mendongak menatap wajah Mark.Berusaha membaca raut wajah Mark.


"Tidurlah! kau pasti lelah" Mark dengan lembut membelai ramburnya yang tergerai.


"Tapi Mark? "


"Ssttt.. Masih banyak waktu untuk kita berdua" Sebelum Sefia selesai berbicara. Mark meletakkan telunjuknya di depan bibirnya.


"Tidurlah!" Ulangnya lagi pada Sefia


Mendapat perlakuan manis dari kliennya.Sefia merasa di perlakukan sebagaimana layaknya wanita. Manun dia juga merasa tak enak pada Mark,karena kedatangannya ke Bali bukankah untuk memuaskan laki-laki yang kini mendekap tubuhnya.

__ADS_1


Mark tak mau memaksakan hasratnya pada Sefia.Dia tau Sefia pasti lelah.


Keduanya tertidur berpelukan tanpa adanya pergulatan panas.


__ADS_2